
Mohon maaf, kalau bab sebelumnya salah salin bab. Dan pas di revisi malah kena review manual. Bukan maksud author sengaja, tapi ini murni tidak sengaja karena salah salin bab outline dan baru sadar pas ada yang negur. Terus kalau ditanya, kenapa gak dibaca dulu sebelum di update? Mohon maaf gak sempat, si kecil keburu ganggu.
Sebagai permintaan maaf, otor kasih 2 bab untuk hari ini.🙏
______________________________________
Cahaya Kehidupan dan kehancuran, total ada tujuh cahaya yang menghidupkan dan juga menghancurkan sesuai perintah yang di terima.
Vin sudah mengunakan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, ibunya dan juga Memei. Vin sudah memakai tujuh cahaya kehidupan dan dia harus belajar keterampilan medis dan membantu mengobati orang lain, agar dia bisa mengumpulkan cahaya kehidupan itu kembali.
Dia sudah berkerja keras akhir-akhir ini hingga akhirnya dia bisa mengumpulkan tujuh cahaya itu lagi. Malam ini dia harus menggunakannya lagi untuk menyelamatkan Jimmy Wiston. Walaupun dia sedikit tertekan, tapi Vin juga ingin melihat tujuh cahaya kehidupan tersebut apa bisa membantunya mengatasi seseorang yang berada di pintu kematian.
Walaupun peralatan medis sudah di lepas, tapi Vindra masih bisa merasakan kalau tanda-tanda vitalnya akan kembali normal. Itu pertanda Jimmy Wiston akan hidup lagi, tak hanya itu saja, cahaya kehidupan itu pun mulai memperbaiki luka yang di alami Jimmy Wiston.
Hanya saja, Jimmy Wiston tak kunjung sadar, membuat Vindra mulai ragu jika tujuh cahaya kehidupan itu tidak cukup untuk membuatnya bertahan hidup.
Memikirkan hal tersebut, Vindra mengambil jarum perak dan menusuk tubuh Jimmy Wiston tepat di titik akupuntur, dan berharap setelah ini akan ada keajaiban.
"Tujuh puluh persen yakin? Akupuntur? Omong kosong! Bagaimana orang yang sudah mati bisa selamat? hanya dengan menggunakan metode tradisional seperti itu?" Dokter wanita Mega sangat marah melihat apa yang dilakukan Vindra.
"Anak muda, bukan waktunya bagimu untuk mencari sensasi. Lebih baik kamu cepat pergi, atau aku akan memanggil polisi untuk menangkap mu." Menurut pendapat Mega, Vin tidak hanya membuat masalah, tapi juga menampar para dokter. Tapi Mega tidak maju, dia tidak ingin dianggap arogan oleh keluarga pasien.
"Opsir Jhonatan, tuan Jimmy sudah meninggal, dan ini cukup menyedihkan. Tapi dia malah ingin menyiksanya lagi. Bagiamana kamu bisa membiarkannya?"
Bawahan Jhonatan juga tidak tahan lagi. "Opsir Jhonatan, biarkan tuan Jimmy Wiston beristirahat dengan tenang."
Ekspresi Jhonatan sangat rumit, di satu sisi dia berharap Vindra bisa menyelamatkan saudaranya namun disisi lain, apa yang dikatakan dokter Mega kalau saudaranya sudah meninggal.
Tidak perduli seberapa kuatnya Vindra, tidak mungkin mengembalikan orang yang sudah mati hanya dengan menggunakan jarum perak. Setidaknya butuh transfusi darah, sengatan listrik dan sejenisnya. Jhonatan akhirnya menyadari jika dia terlalu banyak berfikir dan terlalu berharap.
Jhonatan berjalan terhuyung menghampiri.
"Vindra, terimakasih, biarkan kakakku beristirahat dengan tenang."
"Beri aku tiga puluh menit." Tanpa menoleh, Vin terus menggerakkan tangannya untuk meletakkan jarum akupuntur di tubuh Jimmy.
"Setelah tiga puluh menit, aku akan memberikan keajaiban."
Mendengar kepercayaan diri Vindra membuat Jhonatan sedikit terkejut.
"Apa?! tiga puluh menit. Meskipun kami memberimu waktu tiga jam, kamu tidak akan bisa menyelamatkannya." Dokter Mega sangat marah.
"Anak muda, bisakah kamu berhenti membuat masalah? kamu membuat masalah seperti ini tidak hanya untuk para dokter, tapi juga untuk keluarga Wiston. Kami adalah dokter top di rumah sakit ini. Dan kami sudah menyatakan tuan Jimmy meninggal.
"Kamu tidak bisa menyelamatkannya, bukan berarti aku tidak bisa." saut Vin.
Vindra mengangkat bahunya. " Maaf aku bukan dari sekolah kedokteran, dan aku tidak bekerja di rumah sakit manapun."
"Apa? Kamu bukan dari fakultas kedokteran? Kamu tidak bekerja di rumah sakit? dengan kata lain, apakah kamu biksu otodidak yang ada dipinggir jalan? terlalu konyol , seorang dokter liar, terlalu memalukan mempertanyakan keterampilan medis ku. "
Semua mencibir Vindra saat mengetahui identitas asli Vindra. Mereka pikir Vindra adalah dokter terkenal.
"Jika kamu sangat ahli, kenapa kamu tidak bisa menyembuhkan penyakit kulitmu?" serang balik Vindra.
Saat bicara, Vindra masih terus aktif bergerak, maju mundurkan jarum akupuntur untuk memadatkan vitalitas Jimmy. Dia telah menemukan jika tujuh cahaya kehidupan sudah bisa menyelamatkan Jimmy Wiston, hanya saja cideranya cukup serius dan perbaikannya sedikit lambat.
"Kamu punya penyakit kulit lebih dari sepuluh tahun kan." terdengar suara Vin kembali di tengah ketegangan.
"Sepuluh tahun, kamu masih tidak bisa menyembuhkan diri sendiri. keterampilan medis mu hanya seperti air." sindir Vin.
"Bagaimana kamu tau, aku memiliki penyakit kulit?" tanya Mega tanpa sadar.
Dia tidak tau apa yang terjadi pada dirinya, di cuaca panas ataupun dingin dia akan merasakan gatal dan juga sakit di kulitnya. Tidak perduli seberapa banyak salep yang dioleskan, tatap saja tidak berguna. Hanya saja dia merahasiakan penyakitnya agar orang di luar tidak mempertanyakan keahlian medisnya. Tapi dia tidak berharap Vin mengatakan semuanya.
"Ini adalah celah di antara kamu dan aku." Vin menampar wajah dokter Mega dengan kata-kata.
"Aku tidak percaya orang yang sudah mati, bisa kembali hidup."
"Bertaruhlah."
"Jika aku bisa membuat tuan Jimmy Wiston kembali hidup. Kamu harus datang ke klinik CRISHAN dan menyapu lantai untukku."
"Bagaimana jika kamu tidak bisa melakukannya? Kamu harus datang ke rumah sakit untuk membersihkan toilet selama tiga tahun."
"Oke, setuju. Tunggu saja untuk menyapu lantai untukku."
"Terlalu naif."
Vin pun meletakkan jarum yang terakhir dan saat itu juga dia berteriak. "Bangun."
Semua orang di buat terkejut, dan bergetar setelah melihat keajaiban yang terjadi di depan matanya.
Jimmy tiba-tiba bangun dan duduk, dia juga membuka matanya. Dokter Megan yang terkejut mundur sepuluh langkah karena terkejut sekaligus takut. Bagaimana tidak, orang yang dianggapnya mati tiba-tiba duduk dan menatap lurus ke arahnya.
Beberapa perawat segera memasang kembali peralatan medis dan mengambil alih tugas Vindra.
Vindra menghampiri Dokter Mega hingga begitu dekat dan mengangkat dagunya." Ingat, kamu harus pergi ke klinik CRISHAN untuk menyapu lantai," ucap Vin sambil menyunggingkan senyum."
To Be continued ☺️ ☺️☺️