Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 55. Pantas untuk di lenyapkan


Setelah mendapatkan perintah dari Angga. Bisma pun segera mengerahkan para preman tersebut untuk menghabisi Vindra saat itu juga.


"Apa kalian dengar? cepat habisi bajingan itu! Jangan sampai biarkan dia lolos!" perintah Bisma dan saat itu juga belasan preman pun beraksi


Vin mendengus dingin dan langsung masuk ke dalam kerumunan para preman agar segera selesai.


Vindra yang seorang diri melawan belasan preman tak membuatnya gentar, justru dengan beladiri yang dia miliki Vin menghajar satu persatu para preman tersebut.


Satu tangan di patahkan Vin hingga preman itu mengerang kesakitan. Tak hanya mematahkan tangannya, Vin pun meninju perutnya beberapa kali hingga muntah darah dan langsung terkapar.


Nasib sama pun menimpa preman lain, tak hanya tangan laki bahkan tulang rusuk pun Vin patahkan. Satu persatu para preman itu babak belur dan berdarah-darah.


Bisma yang tercengang dengan apa yang di lihatnya dai ia langsung maju untuk melawan Vin. Hal sama pun menimpa Bisma beberapa bogem pun melayang menghantam tubuhnya, hingga Bisma tersungkur di lantai, Vin belum ingin menyudahinya. Karena ingat dengan apa yang sudah dilakukan Bisma pada istrinya. Ia pun langsung menginjak untuk mematahkan tangan Bisma yang sudah digunakan untuk meninju Sifa. Bisma teriak kesakitan namun Vin malah mencekik leher dan menarik lehernya untuk berdiri.


"Kau sudah membangunkan singa yang tertidur. Sekarang rasakan akibatnya karena sudah berani mengusikku dan hari ini yang akan mati itu adalah kamu, bukan aku!" ancam Vindra Lalu melemparkan tubuh Bisma dengan mudahnya ke arah kaca hingga membuat kaca itu hancur dan pecahan kaca tersebut banyak yang menancap di tubuh Bisma dan membuatnya hampir mati.


Sebelumnya Angga menghubungi seseorang untuk membantu dirinya menghabisi Vin, di saat para preman tersebut dengan mudah di kalahkan oleh Vin. Angga yang sebelumnya merupakan ketua bank cabang satu itu mempunyai banyak koneksi yang bisa membantu setiap dirinya ada masalah termasuk masalah saat ini. Karena mendesak Angga pun menghubungi salah satu orang yang di anggapnya kuat dan di yakini bisa melenyapkan Vindra.


Angga mundur beberapa langkah saat Vindra berjalan menghampiri. Dengan sekali sambar Vin berhasil mencengkeram kerah baju Angga dan menariknya dengan kuat.


" Kerahkan semua anak buahmu jika kamu ingin membunuhku! Kita selesaikan semuanya saat ini juga," ucap Vindra.


Bukannya ketakutan, Angga malah menertawakan Vin. "Aku akan mengabulkan permintaanmu, sebentar lagi tamatlah riwayatmu."


Tak lama kemudian Puluhan lelaki bertubuh kekar berdatangan membuat Angga semakin yakin kalau mereka pasti berhasil menghabisi Vindra.


Seorang pria keluar dari dalam mobil hitam, dia adalah pimpinan dari gerombolan pria kekar itu. Saat itu juga Vin mengetahui kalau ternyata yang memimpin mereka adalah Robi ayahnya Zen.


Ternyata Robi juga baru menyadari kalau yang ingin Angga bunuh adalah Vindra. Hal itu membuat Nyali Robi menciut dan langsung menghampiri Vin dan membungkuk untuk minta maaf.


"Maafkan aku tuan Vin, aku benar-benar tidak tau kalau yang dimaksud Angga adalah tuan. Jika aku tau, tidak mungkin aku datang untuk membantunya. Sekali lagi maafkan aku tuan," ucap Robi. Membuat Angga benar-benar terkejut jika orang yang di suruh ternyata mengenal baik Vindra.


Seketika Vin menampar wajah Robi dengan cukup keras, lalu tanpa mengancamnya," Aku masih memaafkan kamu, tapi lain kali kalau sampai kamu masih bertidak sembarangan, aku pastikan tangan ini yang akan membunuhmu."


"Aku janji tuan, Aku tidak akan bertindak sembarangan lagi."


"Apa yang kamu lakukan, cepat habisi dia. Aku menyuruhmu datang untuk membunuhnya bukan membungkuk didepannya." Teriak Angga.


Mendengar dirinya di teriaki, membuat Robi langsung naik pitam dan mengepalkan kedua tangannya.


"Aku serahkan padamu, tak perlu aku perintahkan, kau pasti tau apa yang harus kamu lakukan tuan Robi!" Vin pun menepuk pundak Robi lalu menghampiri Sifa untuk mengajaknya pulang.


Mereka pun pergi dan saat itu juga kemarahan Robi meluap. Robi memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Angga saat itu juga dan dengan kemampuan yang terbatas, nyawa Angga pun melayang di tangan Robi.


"Kamu sudah melakukan kesalahan besar dan ini adalah hukuman yang pantas kamu dapatkan" ucap Robi yang melihat tubuh Angga sudah tak bernyawa.


Setelah itu tujuan selanjutnya adalah Bisma yang ingin sekaligus di lenyapkan. Namun saat ingin menghabisi Bisma pun berteriak hingga menghentikan tangan Robi.


"Kamu tidak bisa membunuhku sekarang, karena tuan muda Wiliam akan datang," ucap Bisma membuat Robi mengurungkan niatnya saat mendengar nama Wiliam keluar dari mulut Bisma.


"Saat ini nyawamu masih ku ampuni tapi tidak untuk lain kali." ancam Robi lalu membawa bawahannya pergi. Bisma pun menghela nafas lega sambil mengelus dada karena nyawanya yang masih ada.


To be continued ☺️☺️☺️