Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 183. Modifikasi TriNam


Pada akhirnya Tiger Wang mengangkat Vindra sebagai saudara dan menjadi kakak tertua. Keputusan Tiger Wang tidak bisa dipahami Vindra untuk sementara waktu.


Dia datang hari ini untuk melihat dan mengenalnya. Tapi kenapa dirinya malah di angkat menjadi saudara?"


"Saudara Vindra, mulai sekarang kamu dan aku menjadi saudara hidup dan mati."


Tiger Wang menepuk pundak Vindra lagi." Walaupun kita bersaudara selamanya, bukan berarti kita akan mati di tahun, bulan, dan waktu yang sama. Kamu hanya perlu mengatakan jika mendapat kesulitan untuk kita hadapi bersama. Jika kamu memiliki masalah di masa depan, tolong beritahu, aku akan menyelesaikannya untukmu. Selain itu anak-anak Redblack akan selalu menjadi pendukung mu kapan saja."


Rahendra dan Nindi tidak percaya dengan adegan yang ada didepannya.


Selama bertahun-tahun banyak yang ingin di panggil saudara atau saudari oleh Tiger Wang. Bahkan beberapa dari mereka adalah pejabat tinggi dan terkenal, tapi Tiger wang tidak pernah memandang mereka.


Hari ini Tiger Wang mengambil inisiatif untuk menjadi saudara Vindra, membuat semua yang mengetahuinya terlihat konyol.


Vindra tersenyum." Tuan Tiger, Anda beberapa tahun lebih tua dari saya, bagaimana saya bisa memanggil nama begitu saja?"


Tiger Wang cemberut dan pura-pura bicara serius. " Kamu tidak bisa melakukannya, berarti memandang rendah aku. "


"Ti... dak, saudaraku. Mana mungkin aku memandang rendah orang seperti dirimu." Jawab Vindra tanpa daya. "Suatu kehormatan bagiku bisa bersaudara dengan Tiger Wang."


Tiger Wang tertawa. " Aku sangat senang."


Tiger melambaikan tangannya." Rahendra, Nindi kemarilah. Mulai sekarang kalian harus menghormati Vindra."


Nindi menatap Vindra dengan kompleks." Mulai sekarang dan dimasa depan aku akan menghormati paman Vindra." Saat ini Nindi benar-benar tidak berdaya, setelah mengakui Vindra sebagai kakak tertua, kini dia harus memanggil paman, karena Vindra telah menjadi saudara angkat Tiger Wang. Selain itu dia tidak akan bisa mengalahkan Vindra di masa depan.


Rahendra juga melangkah maju dan tersenyum. "Mulai sekarang dan dimasa depan aku akan menghormati Paman Vindra."


Vindra menggosok kepalanya," Tuan Rahendra panggil saja aku Vindra."


"Itu tidak bisa, Redblack paling memperhatikan etika. Kamu ada saudara laki-laki tuan Tiger Wang yang merupakan presiden Redblack, bagaimana bisa aku pimpinan Redblack bersikap tidak sopan.


Hal ini membuat Vindra benar-benar tidak berdaya.


"Paman, bukankah kamu barusan berkata, bisa menyempurnakan beladiri TriNam?" Sela Nindi secara langsung. "Aku ingin tahu bagaimana paman akan memodifikasinya."


Tiger mengangguk." Ya saudaraku, katakan padaku, bagaimana pemikiranmu."


"TriNam adalah fondasi kokoh keluarga Wang dan telah di turunkan beberapa generasi, sayang sekali jika itu harus di hilangkan. Jika TriNam bisa diperbaiki, walaupun tidak sebaik sebelumnya itu tidak akan jadi masalah, anggap saja itu sebagai penghibur para leluhur."


Rahendra juga menatap Vindra dengan mata yang berapi-api.


"TriNam atau pukulan harimau terbang memiliki beberapa kesalahan teknik, kesalahan itu harus di perbaiki dan disempurnakan agar tidak berakibat fatal."


Vindra tidak bicara omong kosong. Dia melangkah maju dan berdiri di tengah-tengah, melihat sekitar dan berkata." Aku optimis."


Perlahan Vindra mulai melakukan gerakan yang melintas di pikirannya dengan begitu ringan. Kemudian dia mulai menyempurnakan gerakan TriNam dari awal sampai akhir. Kekuatan TriNam mampu membuat dedaunan bergulung-gulung membentuk bola dan dalam sekali pukulan, gulungan daun itu mampu menembak pohon besar yang berdiri kokoh dan terbelah menjadi dua dalam satu momen.


Nindi dan yang lainnya membuka mata lebar. Menyaksikan kekuatan TriNam yang telah dimodifikasi Vindra.


Akhirnya Nindi dan Rahendra mengikuti setiap gerakan yang dilakukan Vindra. Mereka benar-benar takjub saat menemukan kekuatan mereka meningkat dan membuat lebih energik.


"Hebat ini terlalu hebat," ucap Nindi dan tanpa sadar mengagumi dan menghormati Vindra. Bahkan dia berniat ingin memperkenalkannya kepada kekek nya.


Tiger Wang langsung bertepuk tangan melihat hasil yang ditujukan Vindra."Luar biasa saudaraku, kamu telah membuat perubahan besar, dan ini benar-benar pemikiran yang genius." Tiger tidak mencobanya tapi dia bisa merasakan efek dari TriNam hanya dengan melihatnya saja.


"Aku berterimakasih untuk keluarga Wang dan seluruh Redblack." Tiger Wang berusaha untuk bangkit berdiri dan ingin berterimakasih.


"Jangan bergerak. Persendian mu sedang tidak baik. Kamu bisa terluka jika dipaksakan berdiri. Jika kamu tetap duduk aku akan mengobati kakimu." Vindra menatap kaki Tiger Wang." Paling lama sepuluh menit dan rasa sakit yang kamu derita akan hilang dan kamu tidak perlu bergantung lagi dengan kursi roda untuk bergerak."


Setelah bicara, Vindra segera maju dan mengeluarkan sembilan jarum, dan mulai menunjukkannya pada Tiger Wang.


"Masalah kakiku ini masih ada kaitannya dengan warisan seni bela diri. Berapa banyak jarum yang mampu untuk menyembuhkan penyakitku ini?"


Mata Nindi dipenuhi dengan ketidakpercayaan, tidak ada obat, tidak ada suntikan, tidak ada peralatan medis, dan tidak ada suplemen, bagaimana bisa sembuh, seperti sebuah permainan anak-anak.


Wajah Tiger Wang juga diliputi ketidakpercayaan, namun detik berikutnya raut wajahnya berubah. Tiger merasakan aliran panas di lututnya kemudian bergegas ke tubuhnya, seolah-olah ribuan pasukan menyerang.


"Ah..." Tiger merasakan sakit saat Vindra menusukkan jarum yang terakhir di kakinya.


Secara refleks, Tiger Wang pun berdiri.


Rahendra dan yang lain langsung tercengang. Mereka tahu selama dua hari terakhir ini Tiger Wang mengalami sakit kaki dan kesulitan bergerak di pagi hari, bahkan tidak bisa untuk berdiri.


"Kakek Tiger, kamu bisa berdiri?"


"Ya, Aku bisa berdiri dan aku merasa lebih baik dan seluruh tubuhku di aliri kekuatan." Wajah Tiger berseri-seri dan dia merasa terlahir kembali, kemudian dia menatap Vindra. "Kamu adalah dokter genius yang hebat."


"Terimakasih paman, telah menyembuhkan kakek" ucap Nindi di ikuti Rahendra.


Vindra buru-buru melambaikan tangan, "Sama-sama."


"Ayah... Ayah..." pada saat ini suara tajam datang dari arah belakang. Vindra menoleh dan melihat Marcel datang dengan menggunakan tongkat.


Melihat keberadaan Vindra, Marcel terkejut, secara naluriah dia ingin bersembunyi, tapi kemudian dia berseru. "Ayah, bajingan ini menggertak ku dan dia meminta paman Rahendra untuk mematahkan kaki dan tanganku."


"Cepat dan bunuh dia untuk ku ayah." Marcel menunjuk ke arah Vindra dan berteriak." Vindra kamu sudah selesai."


Sambil berteriak, Marcel merasa ada yang tidak beres. Saat melihat Rahendra dan Nindi menatapnya dengan simpati.


Tiger memiringkan kepalanya sedikit ke arah Rahendra." Pergi patahkan kakinya yang lain!"


...****************...