
Ronald memang sedang sedang menyempurnakan obat baru-baru ini. Ketika seseorang mencapai usia tua, vitalitas perlu di isi ulang, itulah sebabnya dia selalu lebih muda dari rekan-rekannya. Hanya saja masalah itu sangat rahasia dan dia menyimpannya rapat-rapat. Dia tidak tau bagaimana Vindra mengetahuinya.
"Apakah kamu selalu merasa bahwa tubuhmu telah dilubangi baru-baru ini? Selanjutnya setelah banyak tonik, itu akan membawa kelelahan, butuh waktu setidaknya seminggu untuk pemulihan agar menjadi lebih baik?" ucap Vin sambil tersenyum.
"Bagiamana kamu tahu?" tanya Ronald dengan terkejut.
"Aku menciumnya dari bau tubuh tuan Ronald." Vin tersenyum. "Aku juga tahu tuan baru-baru ini mencoba memurnikan pil bunga teratai, tapi sayangnya sampai sekarang belum bisa mengenbun menjadi pil."
Dokter Ronald terdiam sesaat lalu memandang Vindra. "Tuan dapat melihat segalanya, apakah kamu tahu mengapa?"
"Pil penambah darah itu tidak efektif untuk mu. Itu karena tubuhmu resisten terhadap obat-obatan. Kamu bisa menggantinya dengan Ganoderma darah didalamnya dengan Mandala. Dengan cara ini, sifat obat bertahap akan efektif. Tidak hanya akan mengalir ke hulu, tapi juga mengaktifkan presipitasi lamamu. Pil bunga teratai tidak mengembun menjadi pil karena jumlah rumput Undead terlalu sedikit. Tambahkan sepertiga lagi dan itu bisa dipraktekkan." jelas Vindra.
Ronald awalnya bingung dan setelah mendapatkan penjelasan dari Vindra dia pun tercerahkan.
Ronald langsung membungkuk didepan Vindra. "Dokter Vindra, kamu memang luar biasa, aku sangat percaya padamu sekarang. Aku minta maaf, maafkan aku."
Vindra melambaikan tangan sambil tersenyum, "sama-sama."
"Aku ingin bertanya, racun pasien menyebar keseluruh tubuh. Selain melawannya dengan racun, bagaimana kamu akan mengobatinya? Aku tidak menanyaimu tapi aku hanya ingin tahu."
"Pasien memang diracuni, tetapi vitalitasnya akan mati, lima organ internalnya rusak, tapi itu bukan karena keracunan."
"Bukan keracunan?"
"Apakah ini penyakit lain? Tapi tidak ada penyakit serius dari hasil laporan ."
Vindra menghela nafas pelan. "Itu adalah lima kegagalan. Nasib orang tua itu tidak lama lagi dan kebetulan di racuni lagi. Jadi racun itu menjadi perantara. Kamu ingin menggunakan racun untuk melawan racun, ditambah lagi tubub sulit bertahan. Bahkan jika kamu bisa menahannya, detoksifikasi tidak ada gunanya."
Semua terkejut dan ruangan menjadi senyap. Baru beberapa menit yang lalu, Dokter Ronald merendahkan Vindra namun beberapa menit kemudian dia berlutut dan meminta orang yang dia hina menjadi Guru.
Piter Santoso menggosok matanya dengan keras, tak percaya dokter Ronald berlutut di lantai dan berfikir itu hanya ilusi." Tuan Ronald..."
Ronald berteriak pada Santoso. "Sembuhkan, biarkan dia menyembuhkannya."
"Baiklah." Santoso pun mengambil keputusan untuk membiarkan Vindra menyembuhkan ibunya.
"Tuan Vindra, terimakasih atas kerja keras mu. Selama kamu bisa menyembuhkan ibuku. Aku akan berhutang Budi padamu, bahkan nyawapun aku siap."
Vin segera membawa jarum perak, dan melakukan metode akupuntur di setiap titik akupunktur. Vin melakukannya seperti angin, menusuk setiap titik dengan tepat. Satu jarum terakhir, Vin menggunakan jarum sepanjang lima inci dan menusukkan di titik vital dengan gugup dan menyisakan gagang jarumnya saja di luar.
Semua hampir berseru, saat Vin melakukan hal itu, karena titik tersebut jika di tusukan akan menembus depan samping kebelakang tubuh, dan dokter Ronald pun tidak berani melakukannya.
Setelah Jarum menembus, Vin segera mengaktifkan batu permata miliknya dan juga menggunakan Tujuh cahaya putih yang langsung ditenggelamkan di dalam tubuh Ivan.
Mereka semua menunggu, lelucon apa yang akan mereka lakukan, namun seketika mereka menjadi kaku saat jarum perak mulai lepas dan kulit kehitamannya karena racun mulai merah, dan dari kulitnya keluarga cairan hitam.
"Sembuh." Vin memindai tangan Ivana dan seketika wanita tuan itu berteriak histeris. Dia terbangun dan membuka matanya.
Piter Santoso terkejut, dokter kaget dan Ronald masih menggenggam tinjunya dan berusaha memindai setiap teknik yang digunakan Vindra. Setelah itu Ronald kembali berlutut. "Jarum ajaib, jembatan dua dunia." Merupakan Teknik akupuntur yang telah lama hilang dan Ronald tidak menyangka akan melihat Vindra menguasai teknik tersebut.
Piter Santoso mendekati, berjalan dengan serius dan lalu membungkukkan tubuhnya. dan bicara dengan suara bergetar." Tuan Vindra terimalah hormatku. Mulai sekarang aku Piter Santoso akan mengikuti tuan Vindra. Kata-kata tuan Vindra itu adalah kata-kataku, Piter Santoso..." ucapnya yang mengartikan apa yang di katakan Vindra itu artinya perintah bagin bawahan Piter Santoso.
To be continued 🙂🙂🙂