
"Vindra kamu jangan berlebihan." teriak Miranda.
"Aku tidak berlebihan, aku hanya memuaskan kamu. Bagaimanapun, apa yang sudah aku lakukan di pada keluarga Gultom begitu mudah diabaikan."
"Vindra... "Pada saat ini terdengar suara dari belakang yang memanggilnya.
Hati Vindra bergetar dan dia pun menoleh. Vin menemukan mobil BMW sudah ada dibelakangnya dan yang memanggilnya adalah Sifa.
Vindra tidak menanggapi tapi menatapnya dengan tentang.
"Vindra berhenti mengacau, biarkan sepupuku dan berikan jalan keluar."
"Aku pikir kamu akan minta maaf." Vindra menertawakan dirinya sendiri. "Aku terlalu naif, mengharap sesuatu yang tidak ada didalam kamus mu."
"Vindra... " Sifa mencoba menahan amarahnya. Kemudian dia berusaha menahan diri dan melembutkan nada bicaranya." Vindra, biarkan mereka pergi, Kita jangan bercerai, kita akan menjalani kehidupan yang lebih baik dan saling memahami, oke."
Vindra terkejut sesaat, lalu sebuah penghinaan menghampiri. Dulu dia berharap bisa hidup lebih baik dengan Sifa, namun kali ini tidak lagi. Vin tidak menanggapi dan memilih untuk berbalik dan kembali ke Mercedes Benz.
Romi buru-buru masuk ke kursi kemudi dan menyalakan mobil.
Harapan kecil Sifa yang baru bangkit kini kembali memudar, " Aku telah melakukan kesalahan, Aku memiliki masalah karakter, aku dapat memperbaikinya, dan kita masih dapat melanjutkan hubungan ini."
Vindra menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin mencobanya lagi, dia terlalu lelah dan terlalu tersiksa.
"Apakah tidak mungkin bagiku untuk menghilangkan martabatku dan memohon padamu untuk tidak pergi, dan kita bersatu lagi, aku benar-benar tidak bisa." Sifa masih mencoba membujuk.
"Kita jalani hidup kita masing-masing. Sebenarnya bukan kamu tidak bisa melakukannya, tapi kamu tidak mau menurunkan egomu."
Sifa tercengang dengan jawaban Vindra yang menolaknya.
"Apakah kamu benar-benar jatuh cinta dengan Ambar?" Sifa menggegam tangan, mendekati Vindra dan menghadang jalannya." Kamu tidak diizinkan pergi."
Vindra menghindar dan berputar mengelilingi Mercedez Benz tanpa memperdulikan Sifa lalu segera masuk kedalam mobil.
Sifa tidak memiliki kekuatan, dan dia hanya bisa menangis. "Vindra apakah kamu ingin aku membencimu selamanya?"
Vindra perlahan menutup matanya dan beberapa saat kemudian dia membuka matanya kembali."
"Ayo pergi. Aku tidak bisa kembali pada hubungan yang sudah aku putuskan."
Tak lama setelah Vindra pergi, ponsel Miranda dan Mateo terus berdering dan wajah mereka langsung menjadi jelek saat setelah menjawab panggilan telepon tersebut.
Proyek Mateo tiba-tiba diputus, perusahaan BMX memutuskan mengakhiri hubungan kerja sama. Tidak hanya itu saja Dominic memutuskan untuk berhenti kerja sama dan seluruh anak perusahaan BMX tidak diizinkan lagi bekerja sama dengan Mateo. Itu artinya Mateo akan kehilangan investasinya dan dalam dilema kebangkrutan.
Pagoda yang ada ditangan Gultom diambil lagi oleh polisi karena keterlibatannya dengan kasus penjagal. Selain itu polisi lalu lintas juga mengerahkan kendaraan derek untuk menarik mobil Porsche langsung dari tempat kejadian dan memberikan hukuman langsung pada Mila Bakti.
Vin akhirnya mengambil kembali hal-hal yang diberikan satu persatu.
Pada titik ini Miranda dan Mateo menyadari jika kontribusi Vindra pada keluarga Gultom sangat tinggi.
Setelah menyelesaikan semua Vindra kembali ke klinik, suasana hatinya sudah tidak tertekan setelah mengambil keputusan, dia tidak akan menyesalinya.
Vin kembali membantu mendiagnosis para pasien di klinik. Vin melihat dokter Ronald kelelahan, jadi Vin meminta dokter Ronald istirahat dan dia yang menggantikan.
Saat sedang mengobati pasien, di depan klinik terdengar keributan."Cepat keluar!" Sekelompok orang menerobos dengan ganas dan membuat keributan dengan pasien yang lain karena menyerobot antrian, tapi para pasien yang masih antri begitu mudah mereka dorong.
Vin menyipitkan matanya dan melihat seorang wanita sedang mendorong seseorang yang berada di kursi roda.
Billy berusaha menghentikan mereka. "Siapa kalian? Jika kalian ingin berobat maka mengantri lah dengan baik."
"Aku dengar klinik ini memiliki Ganoderma darah?" ucap wanita itu.
"Itu benar." jawab Billy.
Wanita itu mendorong Billy dengan telapak tangannya." Kenapa kamu masih memiliki Ganoderma darah. cepat keluarkan dan berikan pada ayah ku!"
"Kenapa kamu mendorongku?" Billy terhuyung dan hampir jatuh. Setelah menstabilkan tubuhnya. Billy menatap wanita itu dengan marah.
"Apa salahnya aku mendorongmu? Berani bicara lagi aku akan menghajar mu. Cepat keluarkan Ganoderma darah dan berikan, ayahku perlu menggunakannya saat dia terluka."
"Apakah kamu membutuhkan bantuan?" tanya Billy dengan marah." Dan kenapa jika kita memiliki Ganoderma darah? mengapa aku harus memberikannya padamu?"
"Diam!" wanita muda itu langsung menampar Billy dan membuatnya terhuyung dan jatuh.
Vindra menghentikan akupuntur dan menatap wanita itu.
Robi dan yang lainnya datang, namun Vin segera melambaikan tangannya untuk menghentikan keinginan mereka menghadapi wanita muda itu dan membiarkan Wanita muda itu berdebat dengan para pasien.
"Temui dokter jika kamu sakit, menyingkirlah jika kamu tidak sakit. Tidak peduli kamu siapa, kami disini juga sedang mengantri." ucap pasien yang kesal.
"Apa kalian tidak tahu siapa yang ingin Kalian lawan? Dia adalah Rahendra dari Redblack, yang tidak bisa diprovokasi oleh para sampah." saut wanita itu dan membuat para pasien tanpa sadar terdiam saat mendengar nama Rahendra Redblack, seolah mengetahui siapa pihak itu.
To be continued 🙂🙂🙂