
Medina jatuh ke lantai dengan menahan rasa malu. Medina masih menatap ayahnya." Ayah, aku adalah putrimu walaupun seburuk apapun aku. Ayah kamu melihat melihat putrimu dipukuli oleh orang lain tanpa alasan. Kenapa keluarga Rapunzel kini tidak berguna." ucap Medina dengan putus asa.
Steven merasa tidak nyaman, tapi dia tetap diam. Berlutut semalaman membuat tulang punggungnya hampir patah, dan dia tidak punya nyali lagi untuk berbicara dengan Vindra.
"Tanpa alasan?" saut Vindra.
"Kamu berpura-pura menjadi menyedihkan dan tidak berdaya tadi malam, dan memanggil Sifa untuk datang ke lintang bar untuk minum. Kamu menggunakan hubungan saudara dan kemudian kamu menggunakan Sifa untuk tawar menawar dengan Fendi dan membuat permainan. Kamu tidak hanya memberi obat bius di anggur Sifa, tapi kamu juga mengambil ponselnya dan meninggalkan Sifa tanpa sempat menunggu bantuan."
"Kamu telah melakukan banyak kejahatan, tapi kamu bilang tanpa alasan."
Mendengar nama Sifa, Medina pun berfikir dia datang karena Sifa yang membuatnya menjadi agresif.
"Aku bilang kenapa kamu menjadi merajalela, membiarkan ayahku berlutut dan memukulku, ternyata mendapatkan dukungan dari keluarga Gultom. Vindra jangan salahkan aku yang selalu membencimu, karena sebenarnya kamu orang yang sangat tidak berguna. kamu tidak memiliki kemampuan apapun, hanya bisa mengandalkan kekuatan keluarga Gultom untuk melawan. Dasar pengganggu, kamu menggunakan keluarga Gultom untuk menindas wanita lemah seperti aku." Medina percaya kepercayaan diri yang didapat itu berasal dari keluarga Gultom, kalau tidak dia tidak akan berani mengganggu keluarga Rapunzel.
Setelah membuat penilaian, Medina memiliki kepercayaan diri lagi, dia menatap Vindra dan kembali berteriak. " Saat aku menghubungi Sifa dan memberitahu apa yang terjadi dengan jelas, Sifa dan keluarga Gultom pasti akan memaafkan aku. Pada saat itu aku akan meminta Sifa untuk mengusir mu sepenuhnya dari keluarga Gultom, dan saat itu kita bisa lihat bagaimana kamu bisa menggertak orang lain lagi. "menurut Medina, tidak perduli apapun yang dilakukannya, Sifa akan memaafkannya.
Segera setelah itu Medina mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Sifa.
"Jangan terlalu sombong." Steven tidak tahan lagi dengan sikap putrinya. "Berlututlah dan segera minta maaf kepada Vindra. Jika tidak kamu akan mendapatkan masalah besar."
"Minta maaf! mengapa?"
"Ayah, jangan khawatir, Vindra mengandalkan keluarga Gultom untuk menekan kita. Selama aku menelepon Sifa dan memintanya menarik kembali kekuatannya yang diberikan pada Vindra, aku yakin Vindra tidak akan bisa berkutik. Kita tidak perlu takut ayah, keluarga Gultom hanya memanfaatkannya."
Saat bicara medina terus menghubungi Sifa, ponselnya berdering tapi tidak satu panggilan pun yang diangkat Sifa. Dia berusaha mengirim beberapa kali mengirim pesan namun tidak ada balasan sama sekali. Membuat Medina bingung karena tidak seperti biasanya Sifa mengacuhkannya.
Medina menatap Vindra dan kembali menuduhnya. "Kamu pasti tadi malam membalikkan keadaan dan meminta Sifa untuk tidak menjawab panggilan dariku. Apapun masalah aku dan Sifa kamu tidak bisa ikut campur karena kamu hanya sampah yang diusir keluar oleh keluarga Gultom."
Setelah mendengar ucapan Medina panjang lebar, Vindra tidak memiliki reaksi begitu besar, dia hanya menatap Steven dan berkata." Kamu punya dua pilihan, melindungi diri sendiri atau melindungi anak ini. Keputusan ada ditangan mu saat ini."
Tidak berfikir terlalu lama, Steven menggeser tubuhnya dan menarik tubuh Medina tiba-tiba, lalu melemparkannya langsung keluar jendela.
Mengetahui Vindra bisa benar-benar menghancurkan dirinya, Steven mengambil keputusan yang berat demi menyelamatkan hidupnya saat ini. Dia memutuskan kehilangan Medina dan disaat itu juga dia harus melepaskan Fendi, kedua anaknya kini harus dia relakan dibawah tekanan Vindra.
Setelah puas menghukum Steven Rapunzel, Vindra meninggalkan rumah teh Ex, saat sampai pintu keluar, Vindra melihat banyak orang berkerumun mendekati Medina yang jatuh dari lantai tiga, dan mereka penuh dengan kehebohan dan ingin mencari tahu.
Banyak orang terkejut saat melihat Medina jatuh dari atas gedung, mereka sangat menyayangkan seorang gadis cantik mati dengan sia-sia.
Vindra baru berjalan sekitar sepuluh meter, tiba-tiba mobil Audi hitam berhenti disampingnya. Pintu terbuka dan sosok Jimmy Wiston keluar sambil tersenyum.
"Tuan Vindra, apakah kamu ada waktu luang hari ini?"
Vindra menepuk jidatnya. " mengobati tuan Wiston."
Sebelumnya, Vindra berjanji kepada Jimmy Wiston jika dia akan membantu mengobati ayahnya, saat mendengar cerita Jimmy Wiston tentang ayahnya. Namun karena kesibukan Vindra hampir melupakannya dan baru ingat saat melihat Jimmy Wiston ada didepannya.
Jimmy Wiston tersenyum. " sebenarnya aku sangat malu. Jika bukan karena kondisi ayahku semakin buruk, aku tidak akan menggangu tuan Vindra saat ini."
Jimmy tahu Vindra akhir-akhir ini sedang sibuk, dan juga masalah Sifa juga sudah sampai ditelinganya. Jadi dia sedikit agak malu saat ingin memintanya untuk membantu mengobati ayahnya.
Vindra langsung masuk begitu saja kedalam mobil, dan dengan senang hati Jimmy segera ikut masuk kedalam mobil.
"Sudah tugasku untuk menyembuhkan orang yang sakit, apalagi kita adalah saudara."
Ucapan Vindra membuat Jimmy tersenyum, "Aku sangat senang memiliki saudara seperti dirimu.
Setelah mobil pergi, Steven muncul di pintu, dia mengerutkan keningnya saat melihat plat mobil yang membawa Vindra. Dia tidak menyangka jika Vindra memiliki dukungan dari keluarga Wiston, dan kekalahan tadi malam hanya bisa dia telah sendiri, kecuali ada tuan lain yang datang ke kota SB untuk membantunya balas dendam.
Saat mobil pergi, Jimmy juga sempat melihat sosok Steven Rapunzel dari kaca spion, dia hanya tersenyum lalu berkata. " Dia tidak cuma punya kekayaan yang banyak, tetapi juga punya banyak koneksi yang kejam.
Vindra tersenyum, "Siapa yang di maksud pedang Tiran oleh Steven?"
"Pedang itu milik Joe Kilat, satu dari sepuluh pembunuh teratas di negara ini. Dia menjadi terkenal karena mempu menguasai pedang yang cepat dan tajam. Dikabarkan bahkan hampir tidak ada cara lain yang bisa membunuhnya. Dia mulai diusia delapan belas tahun dan mulai terkenal diusia dua puluh tahun. Dia sudah melakukan seratus sepuluh misi dan semua target tidak ada yang selamat. Diusianya yang ke Lima puluh lima tahun dia sudah mendapatkan gelar sepuluh besar peringkat pembunuh di negara ini. Tapi setelah mendapatkan gelar itu, dia jarang sekali muncul, dan hampir beberapa tahun ini dia tidak terdengar, namun keempat anak buahnya masih aktif dan juga masuk jajaran lima puluh besar. Tidak jelas bagaimana Steven bisa terlibat dengan Joe Kilat, tapi yang jelas dia adalah murid tersembunyi Joe Kilat dan juga sudah mempelajari beberapa jurus." Jelas Jimmy panjang lebar.
"Jika Steven Rapunzel tidak ingin mati, lebih baik dia tidak menjadi iblis. Dia tidak memiliki kesempatan kedua untuk Bertahan hidup." Jawab Vindra.
Meskipun pedang Tiran sangat kuat, Vindra sama sekali tida takut, malah Vindra ingin mencobanya dan ingin melihat pedang siapa yang lebih cepat.
Jimmy menepuk pundak Vindra, "Hati-hati."
Vindra mengangguk, "Jangan khawatir, tuan Jimmy, aku punya ukuran."
To be continued 👍👍👍