Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 44. Pedang mini Legendaris


Segera saja Naura mengangkat panggilan teleponnya dan terlihat kebahagiaan terpancar saat Naura menerima panggilan itu.


"_"


"Baik Bu, saya besok akan datang tepat waktu. Terimakasih informasinya,"ucap Naura saat mengakhiri panggilan dari perusahaan.


"Mama... ." Naura kegirangan dan langsung memeluk mamanya setelah selesai menerima panggilan telepon yang tak lain dari perusahaan DAK.


"Mama, Naura senang banget. Perusahaan DAK Meminta Naura agar besok datang keperusahan DAK untuk proses rekrutmen. Akhirnya ma, Apa yang aku impikan terwujud juga," ucap Naura kegirangan. Kebahagiaan Naura membuat matanya berkaca-kaca.


Semua yang mendengar turut senang mendengarkan kabar tersebut dan ingin sekali mereka mengucapkan selamat.


"Yang benar sayang. Akhirnya apa yang mama inginkan terkabul, Selamat ya sayang." Keduanya pun berpelukan meluapkan kebahagiaannya didepan keluarga Miranda.


"Selamat Naura. Tapi tante rasa, itu semua berkat bantuan Vin yang sudah menghubungi orang dalam untuk memasukkan Naura ke sana," ucap Miranda.


"Apa kamu bilang? Setelah Naura di terima kamu bilang itu karena bantuan kalian. Jangan bangga dulu. Naura di terima mungkin resume lamaran kerjanya sudah di baca dan kemampuan Naura yang bagus makanya perusahaan DAK langsung menerimanya. Jadi semua itu tidak ada hubungannya dengan Pria ini yang pura-pura membantu padahal tidak sekalipun ia membantu." Sindir Bi Dian.


"Apa yang dikatakan mama benar. Perusahaan DAK menerima aku bekerja karena sudah membaca CV lamaranku dan mereka tertarik untuk langsung merekrut ku. Jadi pria dan ini sama sekali tidak membantuku." Sela Naura sambil menunjukan ekspresi menyindir.


"Sebenarnya -" Vin ingin menjawab sindiran mereka dan ingin mengatakan sebenarnya kalau bukan karena dirinya tidak mungkin Naura bisa langsung mendapatkan panggilan. Namun kata-katanya di sela lebih dulu membuat Vin kembali terdiam.


"Mulai sekarang aku tidak akan datang kemari lagi untuk minta tolong. Kalian semua semuanya benar-benar sudah membuat kami kecewa. Awalnya kami datang baik-baik untuk meminta bantuan pada kak Miranda namun Kalian semua malah membuat kami kecewa. Mulai sekarang dan kedepannya apapun yang terjadi aku tidak akan pernah datang kemari lagi." ungkap Dian dengan kecewa dan segera melemparkan Hadiah yang di bawahnya ke segala arah dan langsung pergi bersama dengan Naura begitu saja.


Miranda merasa tidak enak melihat adiknya pulang dengan perasaan kecewa. Walau bagaimanapun Dia tetaplah adiknya tidak seharusnya terjadi perpecahan kerena masalah yang tidak terlalu besar sebenarnya.


"Gak usah dimasukkan ke hati. Aku percaya kamu sudah berusaha untuk membantu. Aku pergi ke kamar dulu. Ingin istirahat." Sifa pun meninggalkan Vin yang masih tak percaya kalau usahanya malah tak dihargai sama sekali.


Rasa menyesal pun sedikit muncul dalam hati Vin, kalau tau akan begini, mungkin lebih baik tidak perlu membantunya. Bukan mengharapkan ucapan terimakasih tapi lebih ke sikap Bi Dian yang seharusnya lebih menghargai.


Gultom yang sedari tadi hanya memperhatikan perdebatan yang terjadi hanya bisa menghela nafas dan ia pun menepuk pundak Vin.


"Tidak perlu di ambil hati. Mereka memang begitu. Makanya aku tidak mau ikut campur. Lebih baik Ambil hadiah yang mereka buang itu dan ambillah untukmu,"ucap Gultom dan segera pergi meninggalkan Vin sayang pandangannya langsung teralihkan dengan sebuah kotak yang tergeletak di lantai.


Vin merasakan ada aura yang tidak baik di dalam kotak itu. Vin mendekati dan segera mengambil kotak tersebut untuk memastikan isinya. Perlahan Vin membukanya dan mendapati di dalam kotak tersebut berisi kerajinan gerabah tanah liat dengan ukiran bunga. Namun di dalam gerabah itu ada sebuah aura jahat yang mengelilinginya.


Dengan bantuan batu permata, Vin menetralisir aura jahat yang ada didalam Keramik itu dan dalam seketika keramik itu hancur. Sebuah pedang yang berukuran lima inchi itu keluar dan jatuh ke lantai. Pedang itu berasal dari dalam keramik yang hancur itu.


Vin segera mengambil pedang ukuran mini itu dan memperhatikannya baik-baik.


Itu adalah 1 dari sepuluh pedang legendaris yang memiliki kekuatan magis yang luar biasa. Walaupun berukuran mini tapi pedang itu bisa menghancurkan apapun yang ada di depannya. Dalam keadaan darurat Pedang itu bisa di gunakan sebagai senjata. Simpan pedang tersebut sebagai senjata dalam keadaan darurat yang mungkin suatu hari kamu hadapi.


Vin yang mendengar mengenai pedang mini itu menjadi kegirangan. Walaupun ukurannya mungil dan unik tapi bisa berguna.


Vin mencoba mengadu pedang mini tersebut dengan pisau sayur dan hasilnya pisau sayur itu terbelah menjadi beberapa bagian dalam sekali adu. Vin benar-benar tercengang dengan kehebatan Pedang tersebut.


Vin menjadikan pedang mini itu menjadi gelang karena kelenturannya membuat pedang itu bisa melingkar di lengannya.