
Jangan lupa baca bab sebelumnya yang sudah di perubaharui.
"Mantan istrimu sudah aku usir, tapi kenapa sepertinya kamu tidak rela? Apa kamu ingin aku membantu mengejarnya lagi?" tanya Ambar sambil tersenyum main-main.
"Beberapa hal sulit dilupakan." jawab Vin dengan lembut.
Ambar meraih tangan Vindra. "Sulit dilupakan, bukan berarti tidak bisa. Mungkin suatu hari kamu akan benar-benar melupakannya."
"Ah, mungkin aku berfikir terlalu banyak." Vindra mencoba menghindar kemudian tertawa. " Tidak mungkin bagiku untuk kembali dan Miranda tidak akan sabar untuk mencekik ku sampai mati, bagaimana aku bisa kembali ke keluarga Gultom?"
"Selama kamu mau, apapun bisa kamu lakukan."
"Yah, jangan bicarakan keluarga Gultom lagi. Hal apa yang membawamu datang kemari hari ini?"
"Hari ini kita akan makan di restoran Phoenix, beberapa orang besar juga akan datang untuk makan malam bersama. Selain itu aku membawakan kamu beberapa cangkir teh herbal untukmu." Jelas Ambar tentang kedatangannya.
"Kamu sangat sibuk hari ini. Kalau kamu tidak minum teh herbal ini, kamu bisa kelelahan." Ambar menarik Vin untuk duduk dan dia segera menuangkan teh herbal untuknya.
"Apakah kamu akan makan malam bersama tuan Marlin?"
Ambar tersenyum. "Jhonatan Wiston, Dominic, Piter Santoso, Dewa Marlin, Romeo Wiguna, Jack Mars dan tokoh besar SB pada dasarnya akan datang semuanya."
Vindra terkejut." Apa yang terjadi?"
Vindra tau pasti ada sesuatu yang terjadi, jika tidak bagaimana bisa mereka semua berkumpul dalam satu waktu yang sama.
"Akhir-akhir ini nampak tenang, tapi sebenarnya banyak hal yang terjadi."
"Akhir-akhir ini, keluarga Kota K yaitu keluarga Tritan berdiri untuk menengahi perselisihan. keluarga Titan mengatakan jika terus berlanjut dan semua keluarga mati sia-sia, akan membuat Kota SB bergejolak. Jadi keluar Tritan menyarankan agar kedua belah pihak menyiapkan sepuluh petarung hebat dan pertarungan di ring untuk menentukan. Jika Raul Draco menang, dia bisa kembali ke SB dan bisa melanjutkan bisnisnya, dengan syarat tidak boleh membuat masalah dengan kita di kota SB. Sebaliknya jika kita menang, Raul Draco harus mati di negera lain, tidak boleh menginjakkan kaki di kota SB dan mengirim semua properti yang masih dia miliki keluar dari kota SB.Hal ini lah yang akan lanjut kami bahas." Jelas Ambar panjang lebar. Setiap kata yang keluar ada emosi yang meledak-ledak, dan Vindra merasakan sensasi itu.
Setiap hari Ambar dan yang lainnya merasa khawatir karena dari dua kubu banyak berjatuhan korban dari perselisihan.
"Meskipun rencana ini bagus, tapi keluarga Tritan cenderung memihak Raul Draco."
Vindra meneguk teh buatan Ambar sebelum memberi penilaian." Raul Draco dulu hebat, tapi kamu mengalahkannya satu kali. Tidak perduli bagaimana dia terus berkembang itu akan membutuhkan waktu. Lagipula, kembali ke kota ini bukanlah hal yang mudah, membutuhkan tenaga dan sumber daya yang besar. Sepuluh tahun itu tidak lama tapi juga tidak cepat, setidaknya dia tidak bisa mengulangi masa puncaknya seperti yang dulu. Dia tidak memiliki lagi level puncak, bagaimana dia bisa menang melawan tuan Marlin dan yang lainnya yang sudah berkembang selama sepuluh tahun."
"Tujuh puluh persen serangan yang dilakukan Raul Draco itu hanyalah gertakan. Tapi hanya butuh satu bulan untuk menghancurkan Raul Draco. Keluarga Tritan yang menengahi masalah ini. Tampaknya itu demi kamu dan juga kota SB. Disisi lain mereka menutupi sebuah kelemahan dan memberikan Raul Draco kesempatan untuk kembali."
Vindra menyipitkan matanya."Sepertinya keluarga Tritan menggunakan jalan samping."
"Suami yang bijaksana." Saut Ambar sambil tersenyum.
"Sebenarnya kami berada di jalan yang sama, kami pikir dengan melakukan beberapa serangan lagi pada Raul Draco dia akan mengeluarkan semua kekuatannya. Hanya saja saat ini tuan Tritan ada di tengah-tengah. Kami hanya bisa menyelamatkan diri dari rasa malu. Dulu tuan Alex Wiston bisa menghadapinya, tapi sekarang tuan Wiston sedang sakit parah, kamu tidak bisa menggangunya.
Vindra memandang wanita yang kini bersandar di lengannya." Jadi, kamu memutuskan untuk melawan Raul Draco?"
Ambar mengangguk." Sudah aku putuskan, seminggu lagi pertarungan di ring akan di mulai. Jangan khawatir tuan Marlin dan yang lainnya juga satu pemikiran, dan para tuan dari banyak keluarga jug akan datang ke kota SB. Tiger Wang juga berjanji akan datang langsung, bahkan jika perlu dia akan bertarung di ring. Raul Draco pernah terluka oleh telapak tangannya."
Wajah Ambar nampak cerah. Dia penuh percaya diri untuk menghadapi pertempuran.
Melihat Ambar begitu percaya diri, Vin mengganguk pelan. Terlintas dalam pemikirannya. Raul Draco kembali setelah sepuluh tahun, dia pasti membawa kekuatan yang luar biasa.
To be continued 👍👍👍