Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 67 kedatangan Tamara


Beberapa hari berikutnya, Vin disibukkan dengan dengan pengambil alihan klinik yang akan menjadi miliknya. Sesuai permintaan, Nama klinik tersebut tidak akan berubah dan akan tetap sama seperti dulu yaitu KLINIK CRISHAN.


Dokter Wisnu pun akhirnya memindahkan nama pemilik klinik yang memiliki luas 1000 meter persegi itu atas nama Vindra. Klinik itu diberikan secara gratis oleh Wisnu sesuai janjinya pada Vin jika berhasil menyembuhkan cucunya. Namun Wisnu memberi satu syarat lagi pada vin, sebelum ia menandatangani nya.


Tak ada pilihan terpaksa Vin menerima dokter Wisnu sebagai muridnya dan mengajarkan teknik akupuntur tiga gerbang pada dokter Wisnu. Tak hanya itu Vin juga mengajari dokter Lin penyempurnaan Teknik sembilan jarum dan membiarkan mereka berlatih selama satu bulan penuh.


Vin juga merawat Lusiana dan saat Lusiana pulih, dia mendesak Vin untuk mengajari dirinya ilmu kedokteran. Namun Vin berfikir, Lusiana tidak memiliki teknik dasar, jadi itu akan sulit. Vin pun mengatakan pada Lusiana jika dia akan memperkenalkannya pada Dewi pemilik Industri Farmasi dan menjadikannya sebagai asisten Dewi.


Setelah menyelesaikan beberapa masalah, Vin menghubungi Robi untuk membantunya mencarikan orang untuk merenovasi klinik. Namun Robi tidak mencari orang lain, tapi dia sendiri memimpin tim khusus yang akan merenovasi klinik tersebut.


Setelah serangkaian panjang perjalanan yang Vin lakukan dengan mengobati banyak orang. Akhirnya tujuh cahaya putih itu pun kembali lagi. Hal tersebut membuat Vin kembali bersemangat. Selain itu kini klinik CRISHAN sudah menjadi miliknya, membuat semangat untuk datang ke klinik dan melihat secara langsung Robi dan Timnya merenovasi.


"Paman, aku ingin beberapa bagian mulai dari pintu dan bagian-bagian di area luar di perbaiki. Aku ingin klinik ini terlihat lebih hidup dan aura menyeramkan dari klinik ini hilang."


"Baiklah, Aku kan segera memerintahkan mereka untuk merenovasinya. Aku sangat senang sekali bisa ikut andil dalam renovasi ini. Karena saat ini hanya ini yang bisa aku lakukan. Aku harap kedepannya saat tuan Vin membutuhkan bantuan langsung memanggil ku seperti saat ini."


"Aku yang seharusnya terimakasih paman, yang sudah mau turun tangan secara langsung. Padahal awalnya aku hanya ingin paman mencarikan orang untuk merenovasi klinik ini.


Saat mereka sedang ngobrol, beberapa orang pria dan wanita tiba-tiba muncul di depan klinik.


"Siapa kepala pusat klinik ini. Aku ingin bertemu dengannya," ucap seorang wanita yang bernama Mara.


Seorang pria yang ada disamping Mara menendang ember cat dengan kasar. Hal tersebut membuat Robi marah dan ingin memukul pria itu dengan skop yang ada di tangannya. Vin segera mencegahnya, tak membiarkan Robi membuat masalah.


Vin pun mendekat dan berdiri di depan Mara.


"Aku, penanggung jawab klinik ini. Ada apa mencariku?" tanya Vin.


"Perkenalkan aku Tamara, Wakil departemen penjualan dari perusahaan BUNGALOW yang akan siap mengirimkan bahan baku obat-obatan yang klinik ini butuhkan. perusahaan kami memiliki lebih dari satu juta jenis obat. Tapi untuk jumlahnya terserah perusahaan memberikannya. Jika kamu butuh obat khusus kamu bisa mendapatkan dengan harga lima puluh persen lebih tinggi." jelas Mara dan asistennya memberikan daftar harga kepada Vin.


Vin membaca daftar harga itu jauh lebih tinggi dari harga di banding penyalur obat miliknya.


" Kenapa ini harganya terlalu tinggi?"


"Apa kamu tidak paham? perusahaan kami akan mengirimkan obat setiap awal bulan. Kamu harus mengambilnya jika kamu membutuhkan dan kamu tetap harus mengambilnya walaupun tidak menginginkannya." Paksa Mara.


" Jika aku tidak mengambilnya, apa yang akan kamu lakukan?"


" Maka kamu akan kehilangan distributor obat yang kamu butuhkan. Bahkan jika perlu kamu tidak perlu membuka klinik ini lagi, jika kamu tidak memiliki obat."


Salah satu dari mereka melemparkan surat kontrak yang memiliki banyak lembar itu pada Vin.


"Tanda tangani kontrak, dan bayar uang mukanya dan kami akan mengirimkan obatnya."


Vin tidak membacanya tapi ia langsung merobek surat kontrak itu menjadi dua bagian.


" Maaf aku tidak tertarik. Lebih baik kalian pergi dari sini. Aku tidak sudi bekerja sama dengan perusahaan yang hanya mencari keuntungan sendiri tanpa memikirkan konsumen yang membutuhkan. Lebih baik tidak perlu kerja sama." jelas Vin. Membuat mereka sangat marah.


" Bagaimana? apa kamu berubah pikiran sebelum terlambat?" saut Mara.


" Aku ingin tau, apa yang bisa kalian lakukan dengan klinik milikku." tantang Vin yang sama sekali tidak takut jika Mara bertindak sesuatu.


Tak lama beberapa orang muncul di depan klinik dengan arogan dan mengangkat skop di pundaknya. lalu berteriak seakan ingin melenyapkan kan.


"Katakan siapa nama orang yang sudah berani menantang?" ucap pria muda yang muncul seperti preman itu di depan Vin.


"Nama?! Kamu bertanya namaku? Baiklah aku akan sebutkan. Aku Vindra."


Mendengar nama Vin, pria itu langsung menjatuhkan skop yang dia ambil dari luar dan tubuhnya tiba-tiba bergetar ketakutan.


" Tuan Vindra tolong maafkan aku. Aku benar-benar tidak tau kalau yang dimaksud mereka adalah tuan. Dan semua ini hanyalah salah paham."


"Salah paham ya? Emm... Salah paham tapi memegang skop." Sindir Vin dan seketika Mereka meletakkan skop itu.


"Dengarkan aku tuan, aku dengar kau tuan sedang merenovasi klinik ini. Jadi aku dah anak buahku datang kemari untuk membantu."


"Membantu ya. Kebetulan aku sedang membutuhkan orang untuk menguras septic tank. Kalau begitu lebih baik kalian membantu mengurasnya."


"Tapi tuan."


"Kenapa? Bukankah kamu datang untuk membantu? Kalau tidak ingin melakukan, silahkan pergi dan jangan pernah kembali."


" Tidak tuan. Kamu akan segera melakukannya. Para preman itu pun segera pergi untuk menguras.


Mara segera memerintahkan bawahannya untuk pergi dan saat mereka berbalik, Vin menghentikan langkah mereka.


"Tunggu! siapa yang mengizinkan kalian pergi?"


Tanpa banyak bicara Robi memerintahkan bawahannya untuk menghancurkan mobil Mara yang ada di luar. Saat itu juga membuat Mara ketakutan. Namun ia masih berusaha melawan.


"Jangan pernah menggertak ku. Aku adalah wakil dari perusahaan BUNGALOW yang sangat terkenal, kamu akan menyesal sudah memperlakukan aku seperti ini."


Vin segera mengambil ponselnya dan menghubungi.


"Andre, bisakah kamu datang ke klinik CRISHAN? Aku sedang membutuhkan bantuan merenovasi Klinik." Perintah Vin dan membuat Mara semakin terkejut saat mengetahui Vin mengenal pimpinan perusahaan BUNGALOW.


Tak lama, Andre pun muncul dan melewati Tamara begitu saja.


" Aku sudah datang tuan. Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu? Tanya Andre membuat Mara dan beberapa orang wajahnya langsung pucat melihat kedatangan Andre secara mendadak.


To be continued ☺️☺️☺️