
Setelah meninggalkan Sifa, Vin untuk sementara memilih tinggal di klinik. Dia ada masalah, namun dia tidak bisa mengabaikan klinik, dia harus tetap membantu para pasien dan berharap dengan kesibukannya itu, dia bisa melupakan kesedihannya untuk sesaat.
Seperti biasa, sebelum membuka klinik, Vin akan menikmati secangkir teh untuk menemani paginya. Setelah Billy datang, Vin akan mulai membuka klinik dan memulai perawatan untuk para pasien yang datang.
Hari ini ada banyak pasien, keduanya sibuk sampai jam istirahat siang.
Tiba-tiba mereka mendengar suara petasan tak jauh dari klinik CRISHAN. Vin menyipitkan matanya dan menemukan ada pembukaan klinik BLUEBIRD.
Klinik pengobatan tradisional itu terlihat ramai pasien setelah mengadakan pengobatan gratis selama tiga hari dan pembagian beras untuk para pasien yang datang.
Billy melengkungkan bibirnya, "Tuan, seperti ada pesaing yang ingin merampok bisnis tuan."
Vin hanya tersenyum dan menoleh ke Billy, "Aku malah berharap mereka bisa menangani lebih banyak pasien, supaya kita bisa sedikit lebih santai."
Bagi Vin, para pasien hanya dia gunakan untuk membantu Billy agar lebih terampil dalam pengobatan, selain itu Vin menggunakannya untuk memulihkan tujuh cahaya putih yang bisa dia dapatkan kembali saat mengobati pasien, untuk masalah uang dari hasil pengobatan Vin tidak terlalu peduli, banyak ataupun sedikit uang yang dihasilkan Vin selalu mensyukurinya.
Billy pun menatap Vin hingga keduanya saling menatap. "Aku paham, dan itu masuk akal. Akhir-akhir ini kita terlalu sibuk bahkan terkadang melewatkan jam makan siang hanya untuk menangani para pasien. Mungkin dengan di bukannya klinik BLUEBIRD bisa sedikit meringankan beban kita."
Setelah menyelesaikan makan siang, Vin dan Billy kembali bekerja.
Sepasang suami istri datang dan langsung berteriak meminta tolong.
"Dokter, tolong periksa istri saya," ucapnya seorang pria yang datang membawa istrinya dan berbicara pada Billy.
"Dokter, aku dan istriku sudah menikah lebih dari tiga tahun, tapi kami belum mendapatkan seorang bayi. Kami sudah berobat ke beberapa rumah sakit, tapi tidak ada hasilnya. Kami mendengar kalau klinik CRISHAN ini dapat mengobati penyakit yang tidak bisa di obati secara medis, dan mampu menyembuhkan pasien yang hampir mati. Jadi kami datang kesini berharap dokter bisa mengobati Isti saya agar bisa memberikan seorang bayi." Jelas pria itu.
Vin yang ada di dekat Billy sedikit mengernyitkan keningnya saat mendengar perkataan pasangan muda itu, dan merasa ada sesuatu yang tidak beres, saat pasangan itu memuji-muji klinik CRISHAN, dan hal itu membawa Billy dalam keputusasan untuk menyembuhkan mereka dari ketidaksuburan.
"Izinkan aku memeriksanya sebentar," ucap Billy dan segera meraih tangan istri dari pria itu.
Setelah memeriksa denyut nadi wanita itu, Billy mengerutkan keningnya, karena merasa ada sesuatu yang salah dan belum pernah dia tangani sebelumnya.
"Dokter bagaimana kondisi istri saya?" tanya sang suami dengan penasaran.
"Aku akan mencobanya lagi. " Billy yang masih tidak yakin pun mencoba memeriksa ulang denyut nadinya, namun hasilnya tetap sama.
"Sepertinya ini sangat sulit." Billy menyerah dia menatap Vindra. "Tuan, keterampilan ku masih buruk, aku tidak bisa melakukannya."
Vin mendekati wanita itu dan segera mengambil tangannya dan memeriksa denyut nadinya dalam tiga puluh detik. Setelah itu Vin menatap pasangan suami istri itu. "Pergi!!!"
"Apa maksudmu? Dokter bagaimana sikap anda ini? jika kamu bisa menyembuhkan, tolong disembuhkan, dan jika kamu tidak bisa melakukannya, tolong katakan saja, tidak perlu menghina kami seperti ini." saut pria itu dengan marah atas sikap Vindra.
"Klinik ini sebelumnya karena pengobatan, tapi melihat sikap kalian ini sangat tidak mencerminkan klinik yang baik. Jika kalian tidak bisa menyembuhkan kalian tinggal katakan saja, tidak perlu melakukan penghinaan seperti ini." Saut wanita itu.
Para pasien yang dalam antrian dan melihat apa yang dilakukan Vin, mereka langsung membicarakan sikap Vin yang terlalu kasar pada pasien.
Billy yang tidak pernah melihat sikap Vindra yang kasar pada pasien, langsung bertanya, " Tuan sebenarnya apa yang terjadi? tanya Billy namun Vin tidak menjawab dan masih menatap pasangan itu.
"Cepat pergi dari sini!" bentak Vin.
"Dokter, apa yang dokter lakukan? Apakah begini sikap dokter pada para pasien? kami akan mengajukan keluhan, menuntut kamu, dan meminta penutupan klinik ini. Klinik CRISHAN tidak bisa menghormati para pasien dan memiliki etika medis sama sekali." saut wanita itu.
Billy ingin maju dan mencoba menjelaskan, namun segera di tahan Vindra dan membiarkan membiarkan mereka terus berteriak mengundang para pasien lain untuk mendekat, bahkan pasien dari klinik BLUEBIRD pun datang untuk melihat apa yang terjadi.
Tak butuh waktu lama, klinik CRISHAN dipenuhi orang-orang yang menyaksikan keributan yang terjadi. Semua orang berkomentar dan kebanyakan mengkritik apa yang dilakukan Vindra pada pasiennya.
"Ah- "Teriak wanita itu setelah mendapatkan tamparan. "Dokter klinik CRISHAN telah melakukan kekerasan pada pasiennya, ini harus segera dilaporkan ke polisi." teriaknya lagi.
Semua kembali mengkritik atas apa yang dilakukan Vindra bahkan mereka sudah siap untuk melaporkan ke polisi.
Vin hanya tersenyum dan mengangkat wajahnya, "Silahkan kalian hubungi posisi, bahkan kalau perlu hubungi media sekaligus. Setelah itu beritahu mereka jika ada seorang pria yang Ingin hamil datang ke klinik CRISHAN." Jelas Vindra.
Seketika membuat semuanya terkejut dengan pernyataan Vindra.
"Apa?"
"Pria?!"
"Hamil."
Semua dibuat bingung dan tak percaya dengan apa yang dikatakan Vindra.
Pasangan itu pun terkejut. "Bajingan, apa yang kamu katakan? Kamu telah memfitnah kami. Kami akan mengadukan keluhan dan menuntut kalian untuk masalah dan menutup klinik ini."
"Keluhan?!" Vin tersenyum tanpa komitmen, lalu menampar pasangan itu.
"Kamu datang membawa ladyboy dan memaksa kami untuk membuatnya hamil. Apa kamu tidak malu mengajukan keluhan? Bisakah ayahmu hamil, atau saudara laki-laki mu hamil? tidak kan!" Vin menginjak Wanita itu dan segera merobek roknya.
"Ah-" wanita itu berteriak tanpa sadar, dan mengulurkan tangannya untuk menutupi area sensitifnya, namun sayangnya sudah terlambat. Tempat yang menonjol sudah terlihat dimata semua orang.
Semua orang langsung mengutuki pasangan itu yang sudah berani mengadu domba mereka.
Akhirnya Billy menyadari, kenapa dirinya tidak bisa menemukan masalahnya ternyata yang dia periksa adalah ladyboy. Billy benar-benar tidak bisa menebaknya, karena dia terlalu cantik.
Pria itu buru-buru membantu istrinya, lalu menunjuk Vindra." Tunggu! aku akan membalas semua penghinaan kamu,"ucapnya lalu pergi meninggalkan klinik CRISHAN.
Akibat kejadian itu, klinik CRISHAN semakin terkenal dan bahkan lebih ramai, tak hanya itu saja, pasien dari klinik BLUEBIRD pun pindah ke klinik CRISHAN.
Pada akhirnya Vin hanya bisa menghela nafas, pada awalnya berharap klinik BLUEBIRD bisa berbagi pasien dengannya. Namun sekarang yang terjadi pasien CRISHAN bertambah dua kali lipat, membuat dia dan Billy kewalahan mengatasinya.
Setelah selesai menutup klinik, Billy dan Vin menyempatkan diri untuk menikmati teh panas.
"Tuan seperti pasangan itu, di hasut orang lain. Jika tidak, mana mungkin mereka mau melakukan hal memalukan seperti itu."
Vin tersenyum tipis dan mengeluarkan cek yang dia temukan dan meletakkannya di atas meja.
Billy mengambil dan melihat jika itu cek dari klinik BLUEBIRD.
"Jadi tuan sudah mengetahui dari awal?!"
"Aku tak habis pikir, mereka melakukan hal ini. Kita hanya akan menunggu bertemu mereka dimasa depan."
To be continued 🙂🙂🙂
😮💨😮💨😮💨 Setelah hampir sepuluh hari gak update, akhirnya bisa update kembali.
Terimakasih yang masih setia menunggu Kisah kelanjutannya.