Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 77. Mobil kutukan


Vindra pun akhirnya di bebaskan dan secara khusus Jimmy Wiston dan adiknya mengantar langsung sampai gerbang klinik. Vin tak memperdulikan tentang Joko dan juga Phiton yang entah bagaimana nasibnya ke depan.


Jimmy berjanji secepatnya akan mengirimkan surat izin klinik dan lain-lain, Karena yang sebelumnya sudah di hancurkan oleh Joko.


Gion Wiston yaitu adik Jimmy Wiston juga sebagai kepala kepolisian juga ikut serta mengantarkan Vindra kembali. Gion sedikit mengalami kegelisahan dan ada sesuatu yang ingin dia sampaikan kepada Vin mengenai beberapa luka tembak yang mengenai tubuhnya, tapi Gion tidak mungkin mengganggu kesenangan kakaknya itu. Membuat Gion hanya bisa menatap tajam Vin dan mengurungkan niatnya dan memilih menunggu waktu yang tepat.


"Tuan Vin, polisi Joko dan juga kepala biro Phiton telah melakukan kesalahan dengan menangkap tuan sembarangan. Setelah saya mengintrogasi Phiton mengaku jika Nona Sifa yang memerintahkannya untuk menutup klinik. "


Vin termenung sebentar, dia tak menyangka kalau Sifa akan benar-benar malakukan itu padanya.


"Menurut penjelasan Phiton, Nona Sifa menyuruhnya untuk menutup klinik dan jangan membiarkan tuan sampai melakukan pengobatan yang bisa yang malah melukai pasien." jelas Gion lagi mengikuti keterangan Phiton.


"Sedangkan Orang yang ada di balik perintah Joko adalah Fendi yang merupakan sepupu dari Phiton." Imbuhnya.


Vin tersenyum pahit, "Fendi ternyata." sautnya.


" Sepertinya tuan mengenalnya?" tanya Jimmy namun Vin tak menjawab dia ingin menyelesaikan urusan tersebut Sendiri.


Saat ini Vin mengalihkan topik dan bertanya kepada Jimmy," Apa terjadi sesuatu kemarin?" tanyanya.


Jimmy Wiston langsung membuka bajunya dan memperlihatkan dadanya yang terdapat beberapa memar biru kehitaman, tapi tidak terlalu fatal.


Kemudian Jimmy mengeluarkan Jimat yang diberikan Vin lewat Romeo berubah menjadi abu. Dan saat angin bertiup abu yang ada di tangan Jimmy langsung berterbangan.


"Kakak apa yang terjadi?" tanya Gion dengan penuh keterkejutan. Jimmy melirik adiknya lalu mulai menceritakan apa yang terjadi.


Sepulang dari kediaman Romeo, Jimmy memutuskan untuk pulang ke rumah dan tidur siang. Namun saat bangun Jimmy tiba-tiba merasakan sesak dan tubuhnya seakan ditindih sesuatu yang mamuatnya hampir ke habisan nafas dia merasa jika dirinya di tindih oleh sosok hantu.


Untungnya tubuhnya menjadi panas dan kesadarannya kembali jernih, membuatnya segera menarik nafas dan membuka mata lebar-lebar. Sambil terbatuk-batuk, akhirnya Jimmy bisa selamat dari kamatian dadakan. Namun setelah kejadian itu Membuatnya kelelahan dan sedikit lemah.


Mendengar cerita kakaknya, Gion sama sekali tidak percaya bahkan ia pun berseru," Hantu macam apa? Mungkin kakak terlalu lelah. Dan menurutku itu hal wajar dan tidak ada hubungannya dengan hantu atau apalah."


"Diam." Bentak Jimmy


Jimmy pun memarahi adiknya itu, lalu melanjutkan ceritanya, kejadian aneh pun muncul pada anak dan istrinya.


Malam itu dia terkejut dengan sikap putrinya yang baru berusia tujuh tahun, yang tiba-tiba mengambil lipstik milik ibunya dan mewarnai bibirnya yang menjadi merah. Lalu putrinya itu mengambil kain putih bermain permainan horor dan ingin gantung diri.


Jimmy ingin segera menyelamatkan putrinya namun kakinya terlalu berat untuk melangkah bahkan nyaris tidak bisa. Jalan satu-satunya yang bisa dia lakukan hanya berusaha untuk berteriak memanggil istrinya. Untung saja istrinya tepat waktu untuk menyelamatkan putrinya.


Jimmy pun menenangkan putrinya dan membawanya ke tempat kerja, saat putrimu tertidur, Jimmy ingin bicara dengan istrinya. Namun saat mencari iatrinya. Jimmy di kejutkan dengan keberadaan sang istri yang ada di balkon lantai delapan dengan lingkung dan bersiap untuk bunuh diri. Dadanya kembali menjadi panas dan berlari secepat cheetah untuk menyelamatkan istrinya.


Namun puncaknya terjadi pada pagi tadi, saat Jimmy dan keluarga ingin pulang dari tempat kerja, tiba-tiba terjadi kecelakaan beruntun di jalan tol dan setidaknya tujuh mobil lepas kendali, sebuah mobil truk pembawa pasir melaju menuju mobil yang dikendarainya Jimmy. Pikiran Jimmy sudah kalut dan yakin tidak akan selamat dari kematian. Namun lagi-lagi jimat itu membuat dada Jimmy terasa panas dan merangsang saraf yang membuat kesadarannya kembali dan langsung memutar kemudinya untuk menghindari tabrakan maut itu.


Akhirnya Jimmy dan keluarga selamat dari maut, jika Jimmy tidak mungkin mereka sudah mati terjepit diantara mobil-mobil yang menabraknya.


Jimmy menyadari jika jimat yang dia miliki kini telah menjadi abu dan karena jimat itu membuat dadanya menjadi panas dan bisa menyelamatkan hidupnya.


Setelah menyadari semuanya, Jimmy segera mencari keberadaan Vin dari alamat klinik dan juga nomor telepon yang diberikan Romeo. Namun sayangnya saat Jimmy berusaha menghubunginya ternyata yang menjawab adalah Joko.


Dan setelah mengetahui Vindra di tangkap, Jimmy memanggil adiknya untuk menemaninya ke kantor polisi.


Gion mendengarkan semua cerita yang diungkapkan Kakaknya. Dia merasa kasian, namun dia berfikir penyebabnya bukanlah guna-guna melainkan karena kecelakaan semata. Gion Wiston menatap Vin dan memikirkan apa yang akan dilakukan Vin selanjutnya.


"Tuan Vin, sekarang aku tau kemampuan anda lebih dari yang aku bayangkan. Aku sudah mengalami semuanya dan akhirnya aku percaya dengan semua kata-kata mu. Tapi aku berani bersumpah, kalau mobilku ini tidak pernah di bawa ke kuburan," ucap Jimmy.


"Aku akan memeriksa mobil Audi milikmu dulu, agar aku tau penyebabnya."


Vin, Jimmy dan Gion memeriksa mobil tersebut dengan teliti, namun tidak menemukan sesuatu apapun yang ada di mobil.


Walaupun Jimmy mengalami kecelakaan berulang kali, mobil tersebut tidak akan hancur kecuali Pemiliknya mati.


mereka semua memeriksa berulang namu tidak ada keanehan. Vin tak memjawab, dia terus memperhatikan mobil tersebut sampai akhir matanya tertuju pada bawah mobil.


Vin berbaring di bawah mobil dan menatap sasis mobil, kemudahan merobek sesuatu. Setelah itu sebuah uang kertas muncul di tangan Vin, selain itu dia masih mencari lagi dan akhirnya mendapatkan kain putih setelah mengeluarkan kalian putih vin merasa masih ada sesuatu di bagian bawah mobil tersebut dan benar saja saat Vin memeriksa kembali, sebuah sepatu merah muncul dari bawah mobil.


Hal tersebut membuat Jimmy dan Gion Wiston terkejut. Vin hanya menyipitkan matanya dan menatap Jimmy yang sepertinya merahasiakannya sesuatu darinya.


Lalu untuk memastikan kembali agar benda-benda tersebut tidak ada lagi di mobil, sekali lagi Vin memeriksanya dan ia pun mesih menemukan sesuatu. Sebuah foto seorang wanita yang terlihat cantik dan masih muda.


To be continued ☺️☺️☺️


⚠️ WARNING⚠️


BEBERAPA BAB KEDEPAN, MERUPAKAN CERITA FANTASI YANG MUNGKIN SEBAGAI PEMBACA AKAN MENGATAKAN DI LUAR LOGIKA( tapi fantasi kan memang di luar logika). OTOR INGAT LEBIH DULU SEBELUM OTORNYA DAPAT MAMAKIAN DI BAB SELANJUTNYA.