Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 107. Hadiah besar


Disaat Lani Bakti bersemangat, beberapa mobil mobil mewah datang dan segera beberapa wanita dan pria keluar dari mobil satu persatu.


Di barisan depan seorang pria paruh baya yang proposional dengan punggung besar, dan mengenakan kacamata, dibelakangnya seorang wanita mengikuti. Keduanya terlihat panik saat ini.


Dia adalah Jack Mars dan Sintia Mars salah satu dari enam konglomerat di kota SB


Keluarga Wiston menguasai dunia politik, keluarga Piter Santoso menguasai dunia bawah tanah, keluarga Tiger Wang mengendalikan Redblack, keluarga Robert Wiguna menguasai Bank BBI, Keluarga Dewa Marlin menguasai Barang antik dan keluarga Jack Mars menguasai teknologi dunia maya


Mega dan yang lainnya segera menyapa, "Tuan Mars."


Nyonya mars segera menarik tangan Mega, "Bagaimana dengan kondisi putriku?"


Jack Mars, segera melambaikan tangannya. " Bagaimanapun kondisi putriku, kamu harus menyelamatkannya, berapapun biayanya akan aku bayar."


" Tuan Mars, nyonya Mars, jangan khawatir, kami sudah memeriksa nona Mars, walaupun terluka parah, tapi kondisinya saat ini stabil. Dia sudah melewati masa kritis. Kami sudah berdiskusi dengan tim akan melakukan tindakan operasi. Jangan khawatir nyonya, Nona Mars akan baik-baik saja." Mega berusaha menenangkan Nyonya Mars.


"Iya, jangan bohongi aku." Dia menyeka air matanya.


"Jack Mars berusaha mengeluarkan kalimat, dia melihat kondisi Mobil putriku yang hanya tersisa puing-puing membuatnya sangat sedih." Dokter Mega jangan sembunyikan apapun, katakan yang sejujurnya."


"Tuan Mars, nyonya Mars, jangan khawatir kondisi Nona Mars benar-benar stabil. Sejujurnya kalau boleh saya katakan, kecelakaan itu membuat Nona Mars mengalami luka yang cukup serius dan berada di ambang kematian. Gegar otak , pendarahan dalam, dan tulang rusuknya patah. Secara akal sehat, sangat tidak mungkin Nona Mars bertahan sampai rumah sakit. Namun untuknya bertemu dengan dokter genius rumah sakit ini dan segera melakukan pertolongan pertama hingga kondisinya bisa dikendalikan. Karena kondisinya stabil, jadi kami tidak buru-buru melakukan operasi, Kami masih akan merencanakan tindakan operasi yang terbaik untuk Nona Mars." Jelas Mega tanpa ada yang disembunyikan.


Mega segera mengantarkan Tuan dan nyonya Mars ke unit perawatan intensif untuk melihat kondisi putrinya. Membiarkan mereka melihat kondisi putrinya dengan mata kepalanya sendiri.


Nella Mars terbaring di ranjang rumah sakit dengan tenang, pernafasannya stabil, detak jantungnya lemah, dan luka-luka sudah di balut.


"Nella." Sintia Tertekan melihat kondisi putrinya, dia ingin segera memeluk putrinya, namun Jack Mars segera menahan istrinya itu.


"Putri mu belum operasi, jangan di ganggu dulu. " Walaupun Jack Mars merasakan hal yang sama dengan istrinya, tapi dia lebih bisa mengendalikan diri dan mengendalikan istrinya.


Setelah keluar dari bangsal, Jack Mars segera bertanya pada Mega.


"Dimana dokter genius yang menyelamatkan putriku?"


Sebelum Mega berbicara, Naura Bakti sudah lebih dulu maju dengan semangat, "Tuan Mars, sudah tugas kami menyelamatkan pasien. Dan setiap dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Nona Mars."


Jack Mars dan Sintia Mars menatap Naura dan sedikit linglung, jelas terkejut saat mengetahui dokter genius adalah seorang perawat muda.


"Tuan dan nyonya Mars, perawat Naura lah yang sudah menyelamatkan putri anda. Dia rendah hati, dan memiliki kesadaran tinggi, jika kalian ingin berterimakasih, maka berterimakasih lah padanya."


"Nona Bakti, terimakasih." Jack Mars mengeluarkan cek dan memberikan kepada Lani.


"Ambillah satu miliar ini, setelah putriku sembuh, aku akan memberikan kamu 10 Milyar."


Naura bersemangat, saat melihat nominal uang yang banyak, kemudian mengambilnya.


Meng mengernyit keningnya tapi tidak mengatakan apa-apa.


"Nona Bakti, apakah putriku tidak memiliki gejala sisa?" tanya Sintia Mars.


"Ini... ini... " Naura Bakti mengerutkan keningnya, menerima pertanyaan Sintia, dan sementara dia tidak memiliki jawaban, selain itu juga dia tidak tau situasi pasti kondisi Nella. Namun dengan cepat dia menemukan jawabannya.


"Ini sangat sulit dikatakan, semuanya tergantung dari hasil akhir operasi. Semua yang bisa saya lakukan sudah saya lakukan, saya tidak bisa mengendalikan hasilnya nanti." Kata-katanya menyimpulkan jika dia sudah menyelesaikan tugasnya dan tidak bisa mengendalikan apa yang tidak bisa dia lakukan.


"Nyonya Mars jangan khawatir, saat operasi nanti jika ada masalah, kamu akan meminta Nona Naura untuk segera membantu." Saut Mega.


Naura Bakti yang ingin segera keluar dari situasi ini, hanya bisa menganggukkan kepalanya.


***********


Pukul tujuh malam, Ambar dan Vindra duduk disalah satu restoran. Mereka memesan dua steak dan sebotol anggur.


Ponselnya bergetar, dan Ambar segera memeriksanya, setelah itu menyodorkannya pada Vindra untuk di lihat.


" Kecelakaan mobil tadi ada di berita. Gadis yang kamu selamatkan itu bernama Nella Mars, dia baru datang dari CG Minggu lalu, dan dia merupakan putri Jack Mars."


Ambar mengantuk jarinya. "Sayangnya kredit kamu diambil."


Vindra mengambil ponsel Ambar dan membaca beberapa beritanya, dan dia melihat Naura Bakti yang mengendalikan pakaian perawat yang kini menjadi pahlawan penyelamat, bahkan banyak yang memuji tindakan Naura tak hanya itu saja, akun media Naura langsung diserang ribuan pengikut.


Vindra hanya tersenyum dan kembali menikmati Steak yang sudah dia potong.


"Kamu begitu tenang?" Tanya Ambar sambil menyesap anggur merah. "Bantuan satu milyar, begitu saja diambil orang lain, apa kamu tidak marah?"


"Beberapa memang tidak bisa di ambil. Biarkan dia menelannya lebih dulu, setelah itu dia harus mengembalikannya."


"Ya, lupakan saja itu, kita sedang minum alkohol, jadi tidak perlu membahas itu."


Setelah makan malam, Ambar membawa Vindra keluar dari restoran dan menuju ke mobil.


"Kenapa kamu tidak memanggil sopir?" tanya Vindra


" Aku tidak ingin ada yang menggangu dunia kita berdua, tenang saja, aku hanya minum tiga sloki, aku tidak mabuk." Sambil bicara Ambar mengambil kunci mobil dan duduk di kursi kemudi.


"Aku akan mengantarmu pulang."


"Jangan bergerak." Vindra mengejutkan Ambar seketika.


To be continued 🙂🙂🙂