
Jonathan pun segera masuk kedalam mobil menyusul kakaknya yang sudah lebih dulu berada di dalam mobil. Mereka pun segera meninggalkan Klinik CRISHAN.
Sepanjang perjalanan, Jonathan tak bisa berhenti memikirkan apa yang baru dia lihat dengan mata kepalanya sendiri, sambil menatap peluru yang ada di tangannya.
Jonathan Wiston yang awalnya memandang rendah Vindra, kini kesannya langsung penuh dengan pujian.
"Kak apa pendapatmu dengan dokter itu?" tanya Jonathan.
"Bisakah kamu menemukan kebaikan dia?"
" Aku tidak sebaik dia kak. Bahkan kakak tertua tidak sebaik dia. Dia memiliki keahlian medis luar biasa dan tidak hanya itu saja tapi dia ahli dalam bela diri. Aku rasa pada akhirnya kita tidak akan bisa melampaui dia." Jawab Jhonatan sambil menyandarkan punggungnya di kursi.
"Em, jarang sekali kamu memuji seseorang dan sekarang kamu memuji dia terlalu tinggi."
"Lihat ini." Jhonatan menunjukkan peluru yang di tangkap Vindra. Dia pun menceritakan apa yang terjadi sebenarnya dan membuat Jhonatan tertegun dalam sekejap dengan cara Vin.
"Apa kamu bilang? Dia bisa menangkap peluru?"
Jhonatan mengangguk, "Setahu hanya ada dua orang yang bisa melakukan itu, yaitu Tiger dan juga Redblack Setidaknya aku tidak bisa melakukannya."
"Orang seperti dia tidak bisa menjadi musuh, jangankan musuh, untuk menjadi teman biasa saja, Akan menjadi kerugian besar untuk keluarga Wiston kalau tidak bisa rangkulnya. Aku yakin dalam beberapa tahun ke depan, dia akan berada di puncak."
"Iya kak, orang seperti dia harus bisa kita rangkul, karena pada akhirnya kita juga akan mendapatkan keuntungan darinya." jawab Jhonatan.
*
*
*
Vin bersama teman-temannya berkumpul di halaman belakang sambil menikmati teh dan berkumpul dalam kehangatan bersama.
"Kamu semakin hebat sekarang." Puji Robi sambil mengacungkan jempol saat melihat mobil Audi yang di tinggalkan Jimmy Wiston dengan plat nomor unik.
"Aku yakin, suatu hari nanti kamu akan sejajar dengan para penguasa di kota ini." imbuhnya.
Gillon yang kini bergabung dengan Vindra tertawa." Orang-orang mengatakan kalau dokter genius itu adalah penghuni jalanan. Awalnya aku tidak paham, namun pada akhirnya akupun paham maksudnya."
Vin ikut tersenyum," Kamu tidak mempunyai banyak teman, bagaimana kamu tau tentang itu."
Robi menuangkan teh poci di gelas Vindra sambil berkata," Kak Vin, kamu tidak begitu detail mengenal keluarga Wiston."
"Iya, aku hanya melihatnya di tv, tapi aku sama sekali tidak begitu mengenalnya." Jawab Vin jujur.
Selama tinggal di kota SB selama sepuluh tahun, Vin tidak begitu mengenal dunia luar apalagi para penguasa. Dulu yang dia hormati hanyalah Martin.
"Di kota SB ini banyak penguasa besar. Sebelumnya kami percaya pada kekuatan kami, tapi pada akhirnya kami sadar kalau kami tidak bisa melampaui mereka."
Robi mengangkat cangkirnya dan menyesap teh hangat tersebut.
"Orang yang berkuasa saat ini tidak lain adalah dua harimau dan tiga dewa kekayaan." imbuh Robi.
"Iya, tidak perduli seberapa banyak kekayaan kita, tidak akan pernah setara dengan tiga dewa kekayaan." Saut Gilon.
" Siapa mereka semuanya?" tanya Vin yang benar-benar masih awam dengan para penguasa.
" Tiga dewa kekayaan yaitu Dewa Marlin, Robert Wiguna, dan Jack Mars."
"Kenapa kamu bilang kalau mereka dewa kekayaan?"
" Mereka semua memiliki banyak uang, perusahaannya tersebar di mana-mana dan kekayaan pribadinya mencapai triliunan.
Dewa Marlin, tidak hanya pemilik barang antik tapi juga pemilik beberapa tambang batu giok dan juga tambang emas.
Tuan Robert Wiguna, ah tidak perlu terlalu di jelaskan, yang nyata dia adalah pendiri Bank BBI.
Sedangkan Jack Mars, semua orang tau kalau dia penguasa jaringan internet.
Mereka menghasilkan banyak uang seperti kita meneguk air. Jadi semua orang menyebutnya sebagai tiga dewa kejayaan." Jelas Robi.
Vin menyernyitkan keningnya lalu tertawa, " Mendengar penjelasanmu, sepertinya aku tidak perlu berbelas kasih kepada tuan Marlin dan juga tuan Wiguna dimasa mendatang."
Gillon pun ikut terbahak-bahak sambil menikmati minuman teh bersama.
"Lalu siapa yang lain? Hendra Jakson?" tanya Vin yang masih penasaran.
Robi mengangguk. " Iya dia salah satunya. Hendra, adalah penguasa dunia bawah tanah dan yang lain adalah Tiger Wang.
Andre yang sedari tadi hanya mendengarkan, akhirnya ikut angkat bicara.
"Tiger Wang, penguasa Liga bela diri, konsultan beladiri kepolisian, dan master bela diri. Dia memiliki banyak sekali bawahan yang tak terhitung jumlahnya. Sedangkan Jakson, karena memilik kekuasaan di dunia bawah tanah, membuatnya bisa menekan semuanya dari berbagai sisi " Jelas Andre
" Satu lagi. Yaitu keluarga Wiston." Imbuh Gillon.
"Salah satu penguasa yang sembilan jawara. Karena pencapaian mereka yang berhasil mengeluarkan sembilan jawara yang berhasil memimpin kota." jelas Gilon.
" Jadi, jika kak Vin ingin memenangkan hari setiap penguasa Wiston, kak Vin bisa berjalan ke samping."
"Kak Vin. Aku yakin, suatu hari nanti k
kamu pasti bisa menguasai keluarga Wiston," ucap Robi sambil menyesap tehnya kembali.
"Saat ini aku tidak berfikir terlalu jauh, aku hanya berfikir bagaimana merenovasi klinik ini sebaik mungkin. Menghasilkan banyak uang, Memiliki teman baik dan mengobati banyak pasien itu sudah membuatku puas," jawab Vin dan semuanya hanya bisa mengangguk.
" Kak Vin, Bagaimana mengatasi Fandi yang sudah membuat huru hara dengan memfitnah kakak. Jika tidak segera di selesaikan, aku takut dia akan semakin menggila untuk mengusik mu?" tanya Billy.
" Sialan. Bajingan itu. Berani sekali dia! Kak Vin, serahkan semuanya padaku, biara aku yang mengatasinya," ucap Andre dengan geram.
" Jangan lepaskan dia!" saut Gillon.
" Bagaimana kalau kita kubur dia hidup-hidup." timpal Robi.
" Tidak. Aku bisa mengatasi masalah kecil ini sendiri." Jawab Vin sambil menggerakkan kepalanya.
Vin segera mengeluarkan ponselnya, untuk menghubungi seseorang, untuk melakukan sesuatu untuknya.
To be continued ☺️☺️☺️