Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 53. Menjadi Adik Angkat


Setelah memecat kedua bawahannya, Romeo pun membantu Sifa untuk melanjutkan proses pinjaman yang langsung di bantu oleh salah satu bawahan Romeo.


"Aku benar-benar menyayangkan hal ini sampai terjadi dan membuat malu bank. Aku mohon maaf tuan Vin, dan kejadian ini tidak akan terulang lagi," ucap Romeo yang saat itu mengundang Vin untuk makan siang di ruang VIP.


"Sangat di sayangkan memang. Bank yang sudah mempunyai citra yang cukup baik di rusak oleh sebagian oknum yang tidak punya otak."


Saat sedang ngobrol, Jessica muncul tepat waktu dan duduk di samping suaminya.


"Maafkan aku mas aku datang terlambat, karena sedikit ada halangan." Jelas Jessica menyesal karena membuang sedikit waktu mereka untuk menunggu kedatangannya.


"Tuan Vin tolong bantu kami, untuk bisa mendapatkan keturunan. Kami benar-benar menginginkan hal itu. Jika kamu tidak segera punya anak, kakek kami tidak akan memberikan warisannya kepada kami, dan akan menyumbangkan seluruh hartanya tanpa sisa, jika kami tidak memiliki anak. Tolonglah kami tuan Vin. Tuan pasti paham kan dengan maksud kami ini." Jelas pasangan tersebut. Tanpa berfikir panjang Vin pun menyetujuinya untuk membantu keduanya.


"Baiklah aku akan membantu kalian saat ini juga. Tuan Romeo bisakah anda keluar sebentar, agar saya bisa mengobati istri anda saat ini?"


"Terimakasih tuan Vin. Baiklah, aku akan keluar dulu. Saya benar-benar mengharapkan bantuan tuan Vin." Romeo pun bangkit berdiri dan membungkuk sebelum keluar dari ruang VIP.


Sedangkan Jesicca masih berada di dalam ruangan, menunggu Vin memulai pengobatan.


Vin mengambil jarum perak andalannya.


"Tuan Vin, kenapa tuan tidak membuka klinik saja untuk pengobatan, biar orang yang butuh bantuan tuan tidak bingung harus mencari tuan kemana?" tanya Jessica memecah ketegangan.


"Sebenarnya aku ingin membuka klinik, agar aku bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Selain itu agar aku bisa membantu perekonomian istriku dengan tanganku sendiri. Tapi sayangnya untuk membuka klinik tidaklah mudah banyak prosedur yang harus di selesaikan lebih dulu, sayangnya aku tidak bisa. Padahal istriku menginginkan aku segera bekerja. "Ungkap Vindra sambil melakukan akupuntur di beberapa bagian tubuh Jessica.


"Aku ingin mengangkat mu menjadi adik angkat!" ucap Jessica, membuat Vin hanya tertawa kecil dan mengira ucapan Jessica hanya lelucon.


"Jangan tertawa, aku serius. Mulai sekarang kamu adalah adik angkat ku dan aku adalah kakakmu. Jadi kamu harus memanggilku kakak. Tidak ada penolakan karena ini sudah keputusanku. Sekarang panggil aku kakak, aku ingin mendengarnya." pertegas Jessica. Vin yang awalnya hanya menganggap hanya candaan dan tidak berpikir perkataan Jessica serius terdiam seketika. Vin tak bisa melakukan penolakan dan ia pun hanya bisa mengiyakannya.


"Baiklah kakak angkat, Vindra bersedia menjadi adik angkat kak Jessica," ucap Vindra menyenangkan hati Jessica.


"Pengobatan hampir selesai, apa yang kakak rasakan sekarang?"


"Aku merasakan tubuhku terasa lebih nyaman terutama di bagian perut ini terasa begitu hangat dan nyaman." Jelas Jessica.


Setelah beberapa titik pengobatan yang tepat, tubuh Jessica tiba-tiba berkeringat dan langsung lemas tak bertenaga. Namun Vin tak kuatir, karena itu hanya bentuk reaksi tubuh dalam penormalan organ rep*roduksi.


"Terimakasih adik. Aku sangat berharap bisa segera mendapatkannya."


Setelah menulis beberapa resep, Vin membuka pintu dan meminta Romeo untuk masuk menemui istrinya.


"Pengobatannya sudah selesai dan ini resep obat yang harus di konsumsi kak Jessica selama beberapa hari ke depan." Jelas Vin sambil memberikan resep obat tersebut.


"Terimakasih banyak atas bantuannya, aku tidak akan melupakan semua bantuan yang sudah kamu berikan." Romeo membungkuk sambil mengucapkan terimakasih beberapa kali setelah itu dia menghampiri istrinya.


Romeo dan Jessica berbincang sebentar lalu memanggil sopir pribadinya untuk mengantarkan berkas penting kepada-nya.


Makan siang pun berlanjut, mereka bertiga berbicara hanya hal. Pertemuan kedua ini merubah sikap Romeo dan tak lagi bersikap seperti saat pertama bertemu. Dia menjadi lebih ramah bahkan mengangkat Vin menjadi adik.


Setelah cukup lama menunggu, sopir pribadi Romeo muncul dengan membawa beberapa berkas . Romeo segera menandatangani berkas-berkas itu dan setelah selesai ia menyerahkannya kepada Vin.


"Ambillah!"


"Apa ini?"


"Ini berkas pengalihan industri farmasi yang kami miliki dan sekarang menjadi milikmu." jelas Romeo namun Vin tidak paham.


"maksudnya apa ini?"


"Beberapa tahun yang lalu kami mendirikan industri farmasi, dan setelah kami berdiskusi kami sepakat untuk menyerahkan industri farmasi itu kepada adik sebagai bentuk ucapan terimakasih. Kami harap adik mau menerimanya."


"Bukankah ini tidak berlebihan, aku hanya sekedar membantu kalian dan itu ikhlas, tidak perlu sampai menyerah ini kepadaku."


"Kamipun ikhlas, terimalah dik. Tidak hanya itu saja, nanti setelah istriku bisa hamil atau setelah melahirkan nanti. Aku akan memberikan hadiah lain untuk mu."


Berulangkali Vin berusaha menolak, namun tetap di paksa hingga akhirnya Vin pun menerimanya. Mereka tau, kalau apa yang mereka berikan itu akan sengat berguna untuk Vin kedepannya.


Setelah semuanya selesai, mereka pun akhirnya berpisah dan disaat bersamaan Sifa menghubungi dirinya dan memintanya untuk datang menjemput. Vin langsung mengiyakan dan segera pergi untuk menjemput istrinya itu


To be continued ☺️☺️☺️