Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 146. Semua Yang Dilakukan


"Bajingan, bukankah kamu yang mengatakan dan menyuruhku untuk menelpon seseorang. Sekarang aku sudah menelepon dan mereka semua datang. Apakah kamu takut sekarang? Lebih baik sekarang kamu berlutut dan aku akan menamparmu dan juga dia," ucap Mila sambil berjalan maju untuk menunjukkan kekuatan keluarganya.


Plakkkk...


Tanpa bicara Vin kembali menampar Mila di depan semua orang dan seketika Mila terhuyung dan mundur dua langkah.


"Tanyakan pada mereka, apakah aku takut pada mereka? Jika mereka adalah pendukung mu, maka kamu hanya akan menunggu untuk menangis.


"Kamu..."Mila melangkah mundur sambil menunjuk ke arah Vindra.


" Vindra..." pada saat ini Miranda dan Mateo mengenali Vindra Mereka tidak menyangka bahwa Mila akan bermasalah dengan Vindra setelah dia datang ke SB. Mereka tidak tahu peran apa yang akan mereka mainkan untuk bicara dengan Vindra.


"Vindra, kamu cukup berani. Apa kamu tidak malu memukuli wanita di depan umum?" Tania yang membenci Vin langsung angkat bicara.


"Aku menamparnya beberapa kali untuk kebaikannya, kalau tidak maka dia akan duduk di penjara setelah ini."


"Untuk kebaikannya? Jangan bicara omong kosong. Kamu hanya mencari kesalahan dengan sengaja. Sifa menceraikan kamu, jadi kamu kesal dan saat ada kesempatan kamu menangkap kerabat keluarga Gultom dan kamu menganiayanya, kamu bukan laki-laki." Tania memarahinya dengan sengit.


"Jika kamu tidak tahan dengan Sifa, kamu bisa datang untuk menyelesaikannya. Kenapa kamu melukai orang lain?" saut Mateo.


"Mencari kesalahan? Sebelum menuduh lebih baik kamu bercermin terlebih dulu."


Pada saat ini puluhan mobil yang dipimpin Robi datang dan mereka langsung menahan anak buah yang dibawa Mateo.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk bicara omong kosong dengan kalian, Aku akan menelepon polisi dan meminta untuk menahannya, menuduhnya melanggar aturan dan menyakiti orang lain, atau dia ingin berlutut untuk minta maaf," ucap Vindra dengan tegas dan kuat.


"Jadi kamu adalah Vindra, suami Sifa yang tidak berguna, bukan, maksudku mantan suami yang diusir. "Mila pun akhirnya menyadari jika pria yang ada didepannya adalah mantan dari sepupunya.


"Bagus sekali, dia menceraikan kamu, kalau tidak dia akan dibutakan olehmu. Vindra ingat kamu sudah tidak ada hubungannya dengan keluarga Gultom, kamu tidak bisa bergantung lagi. Jika bibi tidak bisa mengatasi kamu, aku masih punya banyak teman yang bisa membantuku untuk masalah ini."


Bukannya luluh Vindra malah menampar Mila sekali lagi.


"Maaf, tidak ada rasa hormat lagi untuk kalian."


"Mila..." Melihat keponakannya di tampar lagi oleh Vindra, Miranda sangat marah dan dia segera maju untuk memblokir Vindra dan berteriak. "Brengsek, kamu terlalu kejam. Tidak perduli apa kesalahan yang dilakukan Mila, dia seorang wanita dan seorang anak. Kamu menamparnya dan mendominasi dia, tidak kah kamu takut disambar petir?"


Vindra malah tersenyum, "Aku tidak takut."


"Jika kamu berani pukul aku juga, aku tidak yakin kamu akan berani membunuhku. Apa kamu tahu kenapa aku memandang rendah dan membencimu? Karena kamu pengecut dan tidak kompeten. Kamu membuat Fendi pergi dari rumah sakit, Jika kamu mampu kamu bisa menggertak nya, tapi kamu malah seperti pecundang yang mencari keamanan hingga membuat kami merasa sangat malu. Apa kamu masih ingat dengan lukisan asli dan palsu? jika kamu tahu balas budi, kamu tidak akan mempermalukan saudara iparmu. Apakah dengan begini kamu akan menjadi master? Apakah ibumu yang mengajari kamu? Aku memarahi mu itu semua demi kebaikanmu, tapi kamu tidak perduli dengan semua yang aku ajarkan. Hasilnya, kamu tidak mengerti usaha kerasku, selalu melawanku, dan membuat keluarga Gultom gelisah. Kamu telah menjadi keluarga Gultom, tapi kamu menyebabkan lebih banyak kerusakan. Dalam beberapa bulan terakhir ini keluarga Gultom benar-benar dipermalukan olehmu. Jika kamu masih mencintai Sifa, cobalah menebusnya. Jika kamu terus melakukan ini, sama saja kamu ingin membuat kami semakin membenci kamu. Dalam hatiku kamu tidak bisa dibandingkan dengan Fendi. " Miranda melampiaskan emosinya pada Vindra, tidak perduli salah ataupun benar, Dia harus menyalahkan Vindra.


Miranda tidak pernah mau menghadapi kenyataan, atau mengakui kesalahannya sendiri, dia tidak mau mengakui keunggulan dan nilai Vindra. Apalagi melihat air mata penyesalan Sifa, membuatnya tidak mau mengakui bahwa dirinya merindukan menantu baiknya.


"Jangan pernah lupakan kebaikan keluarga Gultom padamu. Jika bukan karena Sifa memberimu uang seratus juta untuk pengobatan ibumu, tapi juga memberikan kamu uang setiap bulan, ibumu pasti sudah meninggal lama sekali, dan kamu pasti sudah kelaparan sejak lama. Sekarang kamu sudah memiliki kekuatan, Apakah kamu akan membalas rasa terimakasih mu?" Ucap Miranda lagi.


"Apa gunanya mengatakan itu padanya Bu, dia tidak akan mendengarkan." Saut Tania dengan kesal.


Vindra tersenyum penuh penghinaan. " Kamu pikir aku tidak berguna, dan aku akan selalu tidak berguna. Tidak perduli apa yang sudah aku lakukan, kamu tidak akan pernah mengubah pandangan mu. Apa yang aku letakkan di depanmu, kamu hanya akan melihat tanpa menghargainya. Apa yang terjadi padaku di keluarga Gultom, kamu mengetahuinya dan kamu hanya diam. Adapun hati nurani, jika dihitung-hitung itu akan sangat konyol. Aku yang memulihkan dan satu miliyar dari perusahaan BMX, Masalah dana yang dihadapi Sifa aku yang menyelesaikan. Masalah Ederson aku yang menangani, proyek Mateo aku yang menyetujui, permasalahan keluarga Gultom, dan aku yang membebaskan kamu saat ditangkap dan dipenjara, tidak hanya itu saja bahkan aku memberi kompensasi padamu, selain itu satu miliyar nilai barang antik pagoda yang aku berikan. Mana dari semua yang aku lakukan sebanding dengan kebaikan keluarga Gultom? Kamu bisa ingat semua, apakah aku berhutang pada mu atau keluarga Gultom? Kamu malah pura-pura tidak ingat." Vindra bicara acuh tak acuh, dia sudah tidak memiliki perasaan lagi pada keluarga Gultom jadi dia melampiaskan semuanya.


"Jika kamu meremehkan apa yang sudah aku lakukan, maka aku akan mengambil semuanya satu persatu. Proyek Mateo akan berakhir saat ini, pagoda itu akan diambil kembali, dan masalah pil tujuh rempah ajaib akan kembali diselidiki." Vindra bicara dengan tenang namun kata-katanya mematikan.


Mateo dan Miranda wajahnya menjadi pucat saat mendengar kata-kata Vindra, begitu juga menusuk mereka.


"Vindra kamu mengancam kami seperti ini, apakah kamu tidak takut kami memberitahu sifa? Jika kami memberi tahu dia, kamu tidak akan bisa bersama dengannya lagi, dan pada saat itu juga dia akan menikahi Fendi, bahkan kamu tidak akan bisa memohon." Teriak Tania dengan ancaman.


"Siapa yang memberitahumu aku akan kembali bersama dengan Sifa? Aku telah menceraikannya, dan aku akan kembali melanjutkan apa yang sudah aku bangun tanpa dia." Jawab Vindra dengan nada mengejek.


To be continued 🙂🙂🙂