Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 181. Bertemu Tiger Wang


Keesokan harinya, setelah matahari terbit, Rahendra membawa mobilnya sendiri dan datang ke klinik untuk menjemput Vindra.


"Tuan Rahendra, apa tujuan tuan Tiger ingin bertemu denganku? Apakah dia ingin mencari keadilan untuk putranya Marcel?"


"Aku tidak tahu pastinya, tapi aku bisa menebak jika tuan Tiger ingin mencoba perawatan mu. Masalah lama di kakinya datang lagi. Tidak hanya menyakitkan tapi juga membuatnya tidak bisa berjalan. Beberapa hari ini dia hanya bisa menggunakan kursi roda. Yang jelas, tuan tiger tidak memberitahuku maksud mengundang mu. Hanya saja dia tahu konflik antara kita yang membuatku bebas dari kursi roda. Mengetahui hal ini dia sangat tertarik dan ingin bertemu denganmu. Aku tidak bisa berspekulasi tentang niat tuan Tiger, tapi aku bisa menjamin bahwa dia tidak akan membalas dendam atas Marcel."


"Meskipun tuan Tiger selalu menutupi kekurangannya, tapi dia orang yang bijak, Marcel telah melakukan kesalahan selain itu aku yang mematahkan tangan dan kakinya, itu tidak ada hubungannya denganmu. Tuan Tiger harus disalahkan dan aku juga harus disalahkan." Jawab Rahendra atas pertanyaan Vindra yang begitu penasaran.


Setengah jam berlalu, dan mereka pun sampai di istana Tiger Wang yang begitu luas dan berdiri beberapa bangunan dan tempat berlatih para Redblack yang berada di bawah kekuasaan Tiger Wang.


"Tuan Vindra, kemari ikuti aku."


Rahendra menyapa beberapa penjaga lalu masuk dan Vindra mengikuti di belakang.


Rahendra membawa Vindra ke hutan kecil tempat dimana biasa digunakan keluarga Tiger Wang untuk berlatih beladiri.


Sesampainya di hutan kecil tempat berlatih, Vindra melihat sosok pria yang sedang duduk di kursi roda. Vindra langsung bisa mengenali pria tersebut adalah Tiger Wang. Orang pertama yang memiliki seni bela diri terkuat yang melindungi kota SB dan memiliki ribuan murid dan juga di kagumi seluruh masyarakat kot SB.


Tiger Wang memiringkan sedikit kepalanya dan menyadari kedatangan Vindra.


Pada saat ini gadis yang sedang berlatih didepan berbalik dan kedua mata saling bertemu. Vindra terkejut saat melihat gadis yang sedang berlatih yang diawasi langsung oleh Tiger Wang adalah Nindi.


Vindra tidak menyangka jika Nindi memiliki jaringan yang cukup luas. Tidak hanya berhubungan dekat dengan Alex Wiston, tapi juga menjadi murid pribadi Tiger Wang.


Nindi bersikap acuh tak acuh dan melanjutkan latihannya, dan dalam kurun waktu kurang dari lima belas menit, Nindi berhasil membelah batang pohon menjadi dua dengan seluruh kekuatannya.


Saat Vindra memperhatikan setiap detail gerakan Nindi dalam berlatih, Vindra justru merasa cemas jika latihan itu akan membuat Nindi lumpuh.


"Kakek Tiger, bagaimana dengan latihan ku hari ini, apakah kakek lima puluh persen puas?" tanya Nindi saat berlari mendekati Tiger Wang dengan penuh semangat dan ingin mendapatkan penilaian secara langsung dari pelatihnya


Sebelum Tiger Wang menjawab, Vindra menghela nafas yang menarik perhatian Tiger Wang dan yang lainnya.


Wajah cantik Nindi menjadi dingin, menoleh dan langsung mengunci Vindra.


"Vindra kenapa kamu mendesah? Apakah kamu mengerti hal ini?"


Melihat tatapan membunuh Nindi membuat Vindra segera memalingkan wajahnya.


"Jangan menghela nafas, jika kamu sendiri tidak mengerti."


Nindi berasal dari keluarga yang menonjol, di tambah kontaknya yang sangat kuat, membuat Nindi secara naluriah bersikap kasar pada Vindra.


"Latihan yang kamu lakukan, ada beberapa kesalahan. Jika kamu tetap melanjutkannya kakimu nakan segera cidera seperti tuan Tiger." Jawab Vindra acuh tak acuh.


"Cidera?"


"Brengsek, berani sekali kamu mengutuk aku dan kakek Tiger. Aku akan membunuhmu lebih dulu." Setelah bicara Nindi segera memindahkan kakinya dan mendekati Vindra. Dia berniat melemparkan pukulan.


"Nindi jangan sakiti dia." Teriak Tiger Wang menghentikan Nindi.


"Tuan Vindra datang atas undangan tuan Tiger," ucap Rahendra.


Nindi terkejut dengan kata-kata mereka, tapi masih saja melayangkan tinjunya.


Tinjauannya sangat ganas dan cepat, tetapi sebelum tinjuan itu melayang Nindi tiba-tiba menghentikan pergerakannya.


Sebuah ranting bambu kini berada di depan leher Nindi dan menekannya. Ranting itu tidak panjang, tidak tajam tapi siap membunuh kapan saja.


Pergerakan itu terlalu cepat hingga membuat Rahendra dan yang lainnya hampir tidak bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukan Vindra, namun Tiger Wang bisa menangkap itu dan dia pun mengangguk mengagumi keahlian Vindra.


Vindra tersenyum ringan lalu menarik ranting itu.


Nindi langsung terbatuk, tubuhnya bergetar, dan mundur beberapa langkah.


Nindi terkejut, dia tidak menyangka Vindra begitu kuat, dan membuatnya semakin marah.


"Brengsek..." teriak Nindi dan ingin kembali maju untuk menyerang.


"Nindi berhenti!"