MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
PENYESALAN.


(Railah apa yang di inginkan hatimu, sebelum semuanya terlambat. Tapi jangan selalu sering mengikuti kata hati, karena tidak semuanya benar )


“Aku mendengar percakapan mu dan james saat di rumah kakak yoon shi-a.” Jawab kevin membuat sofia terkejut lagi.


Memang saat itu kevin ijin ke toilet, karena dadanya merasa sakit lagi, tapi saat sudah di depan toilet, kevin melihat banyak sekali tamu yang juga berdiri di depannya. Kevin tidak bisa jika masuk kedalam, karena suara sesaknya akan terdengar sampai luar, maka dari itu, kevin mencoba mencari tempat, dan dia menemukan tempat sepi di lantai dua belakang rumah yoon shi-a. Kevin duduk di balik tembok, saat rasa sakitnya sudah membaik dia melihat james sudah berdiri disana bersama sofia yang juga baru datang. Dari situlah kevin mengetahui semuanya.


“Sekarang katakan padaku, apa kau masih mencintainya? jawab dengan jujur. Jangan membohongi hatimu hanya karena kau melihatku sekarat seperti ini sofia..” Sentak kevin.


“Iya..., iya, aku masih mencintainya! tapi aku juga tidak ingin membuatmu sedih, hiks.. meski kau menyebalkan, tapi aku tidak mau membuatmu sedih atau melihatmu sedih..” Menangis.


Kevin meraih tangan sofia dan menenangkannya, dengan wajah pucatnya kevin masih bisa tersenyum.


“Kau tidak ingin melihatku sedih? maka tinggalkan aku dan kejarlah cintamu!”


“Aku tidak bisa, hiks... ”


“Jika kau menolak dan memilih melanjutkan pernikahan kita. Itu hanya menyakiti hatiku sofia! jadi pergilah.” Pinta kevin.


Sofia masih tidak enak dengan kevin, apalagi kevin sudah tahu soal hubungannya dengan james.


“Lalu, bagaimana denganmu dan keluarga kita?”


“Jangan cemaskan mereka, aku akan bicara kepada mereka! dan aku, aku bisa mengatasi diriku sendiri. Pergilah dan katakan kepada pria jerman itu, kalau kau mencintainya!” tersenyum. Sofia masih diam memandang kevin dengan air mata.


“Pergilah sebelum semuanya terlambat.”


“Maafkan aku..” Setelah mengatakannya, sofia berlari keluar, melihat sofia tiba-tiba lari meninggalkan ibunya di rumah sakit sendirian membuat mereka bertiga kebingungan dan mencari tahu lewat kevin.


***


Sofia berlari menaiki taxi menuju ke hotel james, dan menyuruh sopir untuk cepat sedikit. Putri sempat menelfon sofia, tapi sofia tidak menjawabnya malah di tolak. Jarak menuju hotel james masih sedikit jauh.


Sedangkan di rumah sakit, kevin menjelaskan semuanya kepada ibunya sofia, naina dan ibunya. Kevin mengatakan kepada mereka bahwa dia dan sofia tidak akan melanjutkan pernikahannya.


“Jujur, ibu sedikit sedih kevin.. tapi jika itu keputusan kalian dan juga melihatmu masih hidup, ibu sudah senang!!” naina dan ibunya sofia mengerti akan situasi hati anak muda.


***


Sampai di depan hotel, sofia turun dari taxi dan berlari masuk ke hotel menuju kamar james. TOK TOK TOK. Ketukan pintu berulang-ulang kali berbunyi. Seketika bukannya james yang membuka, tapi jigs dan putri yang ada di dalam.


“Di mana james?” tanya sofia kepada mereka berdua.


“Aku tadi menelfonmu, tapi kau malah menolaknya.” Sindir putri.


“Katakan saja, dimana james? aku ingin bicara dengannya.”


“Amerika?” gumam sofia terkejut. Tanpa pamitan kepada dua temannya tadi, sofia langsung berlari pergi menuju bandara. Lagi-lagi dia mencari taxi, tapi beberapa menit sofia tidak menemukan taxi satupun disana. Air mata mulai menetes, dengan panik, sofia memegang kepalanya dan bingung harus berbuat apa sekarang. Lalu dia melihat ada satu taxi yang lewat, dengan paksaan sofia, taxi itu bersedia mengantar sofia, meski awalnya sopir taxi menolak.


“Lebih cepat pak.. Aku mohon lebih cepat lagi.”


Beberapa jam kemudian, sofia sampai di bandara, dia kembali berlari meski sofia saat ini mengenakan dress coklat yang sedikit ketat, dan juga sepatu hak tinggi yang tidak terlalu tinggi. Saat masuk kedalam bandar banyak sekali orang disana, tapi meski begitu, sofia menerobos orang-orang yang menghalangi jalannya untuk berlari. Sofia memesan tiket masuk. “Tolong lebih cepat.” Ucap sofia tidak sabaran. “Terima kasih.” Lanjutnya setelah mendapatkan tiket masuk.


Sofia mulai berkeliling mencari james, dia juga berusaha menghubunginya, tapi james tidak menjawabnya. Kini james sudah membeli tiket dan menunggu jam pemberangkatan nya menuju amerika. Mendapat telfon dari sofia, james menolak panggilan itu.


“Angkatlah, hiks... kenapa kau tidak menjawab nya hiks... ” Gumam sofia mulai takut kehilangan james untuk selamanya. Meski banyak orang yang melihatnya menangis dengan kebingungan, sofia tidak peduli dan melanjutkan pencariannya. Dia melihat ke arah jadwal pesawat, kurang 10 menit lagi pemberangkatan ke amerika.


“10 menit lagi bagi para penumpang yang menuju ke amerika, tolong bersiaplah dan jangan samapai ada yang tertinggal. Sekali lagi...” dalam bahasa inggris.


Sofia mendengar suara pemberitahuan itu, dengan segera sofia menuju ke ruang Announcement.


***


“Please say, that Mr. James Clark is waiting for Mrs. Sofia (tolong katakan, bahwa tuan james clark ditunggu nyonya sofia).” Sofia memohon kepada wanita bagian pemberitahuan di ruang announcement.


“Call for Mr. James Clark, please come, because Mrs. Sofia is waiting for you (panggilan untuk tuan james clark segeralah datang, karena nyonya sofia menunggu anda).” Ucap wanita itu memanggilanya dua kali, tapi tetap saja james tidak datang.


“I beg you please say again (aku mohon tolong katakan lagi) hiks... ” Sofia masih memohon dengan tangisnya.


“Call for Mr. James Clark, please come, because Mrs. Sofia is waiting for you (panggilan untuk tuan james clark segeralah datang, karena nyonya sofia menunggu anda).” Seperti tadi, pegawai wanita itu mengulanginya dua kali, dia ikut sedih melihat sofia menangis memohon padanya.


“Please come, she is crying (tolong datanglah, dia menangis).” Lanjutnya.


“Tolong katakan sekali lagi, aku mohon.” Ucap sofia.


“Aku sudah melakukannya!” Dengan ekspresi sedih melihat sofia.


“Apa kau tidak pernah jatuh cinta? dia akan pergi ke amerika selamanya, aku tidak akan punya kesempatan lagi, untuk mengatakannya, hiks... ” Sentak sofia yang mulai menangis menjadi disana, dia tertunduk di meja dengan menempelkan


kedua tangannya di kepalanya. Melihat cinta sofia, pegawai itu memanggil james sekali lagi menggunakan bahasa inggris.


“Tuan james clark, tolong kembali dan datanglah, nyonya sofia menunggu anda! dia sangat menyesalinya! aku mohon datanglah.” Pegawai itu sudah mencobanya lagi, tapi james masih tidak datang, seolah dia tidak mendengrnya. Tidak ada gunanya bagi sofia, meski dia sudah menggunakan cara itu, tetap saja james tidak datang.


“Terima kasih!” ucap sofia berjalan keluar dengan isak tangisnya. Dia masih berusaha menelfon james berkali-kali. “Kau ada dimana sekarang? hiks..” Sofia semakin bingung. Tapi tekatnya untuk mencari james masih belum rapuh, dia mencoba mencari di ruang tunggu. Ternyata james baru saja pergi dari situ.


“James... ! James... !” panggil sofia dengan suara tinggi hingga banyak orang yang melihatnya.


Sofia melihat jam di ponselnya yang ternyata pemberangkatan ke amerika 5 detik lagi, kini sofia tidak punya harapan lagi. Dia melihat ke arah dinding yang tembus pandang, pesawat james sudah terbang. Sofia menangis sambil memukul-mukul pelan dinding kaca itu. “Tidak, tidak.. hiks.. kembalilah.. hiks, hiks.” Gumam sofia. Tidak lama semua orang yang tadinya menunggu kini beranjak pergi karena jadwal mereka yang sudah sampai. Sofia masih memandang ke arah langit, harapannya sudah hilang.