![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Saat asik memandang pulau dengan saling berpelukan, Kim Hyena teringat akan sesuatu, sampai sekarang Kim Hyena tidak tahu asal usul Kim Leonard.
“Kau tidak mau menceritakan tentang dirimu padaku?”ucap Kim Hyena.
“Emm, baiklah! Namaku Kim Leonard, aku berdarah Jerman dan Korea, Ibuku Korea dan Ayahku Jerman, tapi kami memilih tinggal di Jerman. Aku meneruskan perusahaan novel dan majalah milik Ayahku di Jerman. Karena aku adalah anak satu-satunya, kedatanganku kemari hanya ingin berlibur!!” jelas Kim Leonard.
“Jika kau berdarah Jerman, apa kau bisa mengajariku bahasa Jerman?” Kim Hyena tersenyum manis dihadapan Kim Leonard.
“Tapi itu banyak sekali nanti.” Jawab Kim Leonard.
“Tidak apa, beri tahu sedikit saja!!” paksa Kim Hyena sambil tersenyum manis.
“Baiklah, lagi pun aku tidak bisa menolak mu!” Kim Leonard menjelaskan bahasa Jerman ke Kim Hyena.
- DANKE (terima kasih)
- WAS (apa) - WER IST (siapa)
- warum (mengapa) - FREUND(teman)
- BESTER FREUND (sahabat)
-BITTE (tolong) - ES TUT UNS LEID (maaf)
- ICH VERSPRECHEN (aku janji)
- WIR SEHEN UNS (sampai jumpa)
- ICH LIEBE DICH (aku mencintaimu)
- ICH VERMISSE DICH (aku merindukanmu)
Kim Hyena menganggukan kepalanya.
“kalau begitu... Ich liebe dich!!” ucapnya tersenyum.
“Ich auch (aku juga)!” jawab Kim Leonard lalu memeluk Kim Hyena.
“Hari sudah mulai malam, ayo kembali, aku tidak ingin membuat cemas Bibi Lili dan Bibi Channa nanti!!” ucap Kim Hyena.
“Baiklah, ayo!” Kim Leonard berdiri dan berjalan menuju halte bus, saat sedang berjalan santai menuju halte bus. Tiba-tiba hujan turun dengan begitu derasnya segera Kim Leonard membawa Kim Hyena berlari ke tempat halte bis sambil menunggu bus datang.
“Akhir-akhir ini hujan turun dengan deras, apa ada yang sedih?” tanya Kim Hyena dengan diri sendiri.
“Memangnya kalau hujan, maka itu ada yang sedih?” tanya Kim Leonard.
“Mungkin, Bibi Yoona bilang kepadaku, saat itu umurku 7 tahun. Bibi mengatakan bahwa turunnya hujan deras itu di karenakan adanya seseorang yang sedang menangis, orang itu begitu menderita sehingga dia menangis dan sangat sedih.” Jelas Kim Hyena.
“Tapi itu hanya mitos belaka untuk menghibur anak-anak, tapi banyak orang yang berkata seperti itu!” lanjutnya.
“Kalau begitu kau jangan sedih, agar tidak turun hujan nantinya!” ucap Kim Leonard.
“Tapi ini bukan kesedihanku! karena saat ini aku sudah merasa senang, karenamu!” balas Kim Hyena tersenyum, Kim Leonard membalas senyuman Kim Hyena. Saat ini mereka berdua duduk memandangi hujan, Kim Hyena mengulurkan tangannya dan merasakan titik air hujan yang jatuh di tangan nya.
“Pertama kalinya aku merasakan titik air hujan ditanganku, rasanya sangat menyenangkan dan membuat hati tenang!”
ucap Kim Hyena sambil memejamkan matanya.
“Kalau begitu rasakan!!” ucap Kim Leonard.
Kim leonard berdiri dan berjalan maju membuatnya menjadi kehujanan, Kim Leonard melihat ke atas,memejamkan matanya dan merentangkan kedua tangannya.
“Apa yang kau lakukan? nanti kau bisa sakit” teriak Kim Hyena khawatir.
“Kenapa?” tanya Kim Leonard memegang kedua pundak Kim Hyena.
“Aku takut, jika kau akan pergi meninggalkan
ku sama seperti yang lain.”
“Aku tidak akan meninggalkan mu, aku berjanji!” ucap Kim Leonard menjulurkan jari kelingking nya.
“Yagsogada (janji)!” ucap Kim Hyena, Kim Leonard tersenyum. Kim Hyena meraih jari kelingking Kim Leonard sambil tersenyum. Bus datang, di pertengahan perjalanan, hujan pun sudah mulai redah, Kim Leonard memutuskan untuk mengantar Kim Hyena pulang.
***
Jin Woo datang ke rumah Yoon Shi-a dan memberi informasi terbaru tentang Kim Hyena.
“Katakan apa yang kau tahu?” tanya Yoon Shi-a.
“Kau tahu pria yang selalu bersama Kim Hyena?” tanya balik Jin Woo
“Hmm, kenapa?” tanya balik Yoon Shi-a.
“Kini mereka sudah resmi pacaran.” Jawab Jin Woo. Yoon Shi-a tersenyum sinis mendengar kabar itu, Yoon Shi-a meraih sebuah kertas dan pena, untuk menulis sebuah surat.
“Kalau begitu ambil surat ini dan lempar ke rumah Kim Hyena seperti biasa.” Pinta Yoon Shi-a memberi sebuah surat yang baru saja ia tulis, Jin Woo meraih surat itu, mematuhi perintah Yoon Shi-a dan segera pergi menuju rumah Kim Hyena.
“Kau pikir aku akan membiarkanmu bahagia..
tidak semudah itu Kim Hyena, tidak semudah itu!” gumam Yoon Shi-a pada diri sendiri.
***
Kim Hyena dan Kim Leonard sudah sampai di depan rumah Kim Hyena, dari tadi mereka terus bergandeng tangan, karena di perjalanan pulang hujan tiba-tiba meredah dengan sendirinya.
“Masuklah kerumah!” pinta Kim Leonard, Kim Hyena tidak mau melepaskan tangannya yang masih bergandengan dengan Kim Leonard.
“Lalu bagaimana kau pulang?” tanya Kim Hyena, karena dia tahu kalau mobil mereka sedang ada di bengkel.
“Tidak usah khawatir, aku sudah menelfon temanku untuk menjemput ku!” jawab Kim Leonard tersenyum.
“Baiklah.” Kim Hyena melepas gandengan nya meski itu sedikit berat.
“Jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku..”
Kim Leonard pamit pergi, sedangkan Kim Hyena tersenyum memandang ke arah Kim Leonard yang sedang pergi menjauh. Kim Hyena yang masih belum masuk kerumahnya dan asik memandangi Kim Leonard yang sudah pergi menghilang.
“Aku jadi bicin sendiri!” gumam Kim Hyena tersenyum lebar.
Jin Woo yang sedari tadi bersembunyi menunggu Kim Hyena masuk rumah, baru dia akan bisa memulai misi dari Yoon Shi-a. Ponsel Jin Woo berbunyi, karena dia bersembunyi tidak jau dari rumah Kim Hyena, Kim Hyena bisa mendengar suara ponselnya, seketika Kim Hyena menoleh ke arah belakang mencoba memeriksa apakah ada orang di sana.
“Aku yakin aku mendengar suara ponsel!” gumam Kim Hyena yang masih melihat di sekeliling situ, tapi dia tidak menemukan adanya orang di sana. Jin Wook segera mematikan ponselnya dan takut jika sampai ketahuan.
“Sial, dia membuatku hampir ketahuan!” gumam kesal Jin Woo. Jin Woo kembali menelfon Yoon Shi-a, dia tidak mau sampai kena marah Yoon Shi-a.
“Kenapa kau mematikan telfonku?” tanya Yoon Shi-a marah.
“Kau hampir saja membuatku ketahuan, saat ini aku sedang bersembunyi, Kim Hyena masih ada di luar rumah!” jawab Jin Woo pelan.
“Haaa ... kau ini, baiklah cepat selesaikan!” pinta Yoon Shi-a mematikan telfonnya. Kim Hyena yang masih memastikan adanya orang atau tidak, kini dia menyerah.
“Mungkin aku kelelahan, sudahlah!!” ucap Kim Hyena tersenyum lalu masuk kedalam.