![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Sebelum pergi, Bibi Lili memberikan alamat rumahnya kepada Bibi Channa untuk berjaga-jaga kalau suatu hari nanti Bibi Channa ingin berkunjung ke sana, dirumah Bibi Lili.
“Ini adalah alamat rumahku yang ada di Indonesia, jika kau ingin kesana, kau bisa melihat alamat ini!” ucap Bibi Lili, Bibi Channa meraih kertas itu. Dengan senyuman, ia balik menatap Kim Hyena.
“Bibi Channa! Aku mungkin tidak akan kembali lagi! Terima kasih sudah membantuku selama ini, jangan cemas, Bibi sudah menepati janji Bibi kepada ibu Yoona!” ucap Kim Hyena.
“Bibi akan merindukanmu! Jaga kesehatan disana baik-baik!” ucap Bibi Channa mulai menangis.
“Bibi juga, jaga diri baik-baik!” balas Kim Hyena. Bibi Channa memeluk Kim Hyena, begitu juga Kim Hyena membalas pelukannya, setelah memeluk Kim Hyena, kini giliran Bibi Lili yang dipeluk.
“Kalian berhati-hatilah!” ucap Bibi Channa yang sudah melepas pelukannya. Tak berselang lama, Kim Hyena dan Bibi Lili pergi ke Indonesia untuk selamanya.
“Aku tidak akan melupakan tempat ini, juga masa laluku! Dan aku tidak akan menyerah menunggumu.” Batin Kim Hyena menatap rumah yang sudah hangus terbakar.
\*\*\*
Back To The Author.
Air mata Sofia menetes membasahi pipinya setelah mendengar terakhir rekaman cerita dari Bibi Channa.
“Kenapa aku menangis? Hikss. Padahal aku tidak pernah menangis meski melihat drakor yang menyedihkan.” Ucap Sofia mengusap air matanya seraya tersenyum. Bibi Channa hanya tesenyum melihat Sofia menangis.
“Ini sudah delapan tahun, apa mereka belum bertemu sampai sekarang?” tanya Sofia.
“Belum, setelah empat tahun lamanya menunggu Kim Leonard. Kim Hyena memutuskan untuk pergi selamanya di Indonesia, setelah kepergiannya Bibi tidak
ada kabar darinya sama sekali.” Jawab Bibi Channa.
“Kau bilang kau kenal Kim Leonard?” lanjut Bibi Channa. Sofia teringat dengan itu, akhirnya dia cerita kepada Bibi Channa.
“Iya!! Dia yang menawariku untuk menjadi penulis terkenal, tapi saat aku bertemu dengannya sifatnya baik dan sopan tapi tidak menunjukan apa-apa. Jika aku lihat tuan Kim Leonard sangat bahagia seperti tidak ada masalah!! Tapi aku masih tidak yakin, apakah itu dia?” jawab sofia.
“Bibi.. Sebenarnya apa yang terjadi pada Kim Leonard? Kenapa dia sampai tidak membalas surat Kim Hyena?” lanjut tanya Sofia kepada Bibi Channa. Saat sofia tanya soal itu, wajah Bibi Channa berubah menjadi sedih seolah-olah merasa bersalah jika mengingatnya.
“Itulah kesalahan Bibi, Bibi tidak mengatakan kepada Kim Hyena bahwa terjadi kecelakaan pada Kim Leonard.” Jawab Bibi Channa. Sofia terkejut dengan ucapan Bibi Channa barusan.
“Apa?” ucap Sofia kaget.
\*\*\*
Back To Kim Leonard.
Setelah Jin Woo menyelesaikan tugas dari Yoon Shi-a, untuk membakar rumah Kim Hyena. Dia langsung pergi menuju apartemen Kim Leonard, menunggunya keluar sampai pagi tiba. Pagi-pagi sekali Kim Leonard berangkat menuju bandara dia tidak mengetahui akan keberadaan pria suruhan Yoon Shi-a. Saat Kim Leonard suka melewati jalan yang sepi dan cepat menuju bandara, tapi di perjalanan tersebut, mobil yang dikendarai oleh pria suruhan Yoon Shi-a, sengaja menabrak ke arah mobil Kim Leonard dari samping. BRUAKK.. Pria itu menabrakkan mobilnya ke Kim Leonard sebanyak empat kali, sehingga membuat benturan keras di kepala Kim Leonard dan banyak bercucuran darah di kepalanya. Pria itu tidak sadar bahwa aksinya di lihat oleh cctv yang ada dijalan, setelah melakukan hal itu, Jin Woo segera pergi menggunakan mobil yang sudah parah, dia membakar mobil itu, untuk menghilangkan jejaknya. Kim Leonard yang kini sudah semakin lemas tidak bisa apa-apa, hanya bisa sedih dalam hati karena mungkin dia tidak akan bisa menepati janjinya pada Kim Hyena.
“Mianhae ... Kim Hyena (maaf ... Kim Hyena).”
Kata-kata terakhirnya, lalu perlahan menutup matanya. Tidak lama kemudian polisi dan ambulan datang membawa Kim Leonard sedangkan polisi tidak butuh waktu lama untuk menangkap pelakunya.
\*\*\*
Back To The Author.
“karena kecelakaan itu Kim Leonard mengalami amnesia, dan dibawa ke tempat asalnya yaitu Jerman.” Lanjut Bibi Channa.
“Kenpa Bibi tidak mengatakannya kepada Kim Hyena? Dan Bibi tahu dari mana kalau Kim Leonard mengalami kecelakaan?” tanya Sofia.
“Bibi tahu lewat koran, itu sudah menjadi kebiasaan Bibi yang selalu mengumpulkan koran yang sudah bertahun-tahun lamanya untuk dibaca! Saat Bibi mau membuang koran-koran itu, Bibi melihat salah satu koran yang ada namanya Kim Leonard. Bibi penasaran dan membacanya, setelah membacanya Bibi memutuskan untuk mendatangi rumah sakit yang merawat Kim Leonard, tapi saat Bibi kesana Kim Leonard sudah dibawa ke Jerman dalam keadaan koma, dari situlah Bibi tahu mungkin saja Kim Leonard mengalami amnesia.” Jawab Bibi Channa.
“Dan Bibi tidak mengatakan kepada Kim Hyena karena saat Bibi hendak mengirim surat, suami Bibi kena serangan jantung mendadak, jadi Bibi segera membawanya ke rumah sakit uang Bibi dan anak-anak Bibi juga habis karena dibuat oprasi, pada saat itu biaya oprasi suami Bibi sangat mahal, pada saat itu juga Bibi merasa bersalah karena tidak memberi tahu pada Kim Hyena, Bibi mengetahui semuanya saat tiga tahun kepergian Kim Hyena dari Korea.” Jelas Bibi Channa. Bibi Channa menangis saat mengingat kejadian itu, dia merasa bersalah kepada Kim Hyena.
“Kalau boleh tahu, Yoon Shi-a dan pria suruhannya itu, dipenjara berapa lama?” tanya Sofia masih banyak penasaran.
“Pria itu dipenjara sembilan tahun, sedangkan Yoon Shi-a hanya lima tahun.” Jawabnya.
“Itu artinya Yoon Shi-a sudah bebas sejak dulu!” ucap Sofia, Bibi Channa baru menyadarinya dan kini mereka saling menatap.
“Apa wanita yang ku lihat semalam adalah Yoon Shi-a?” batin Sofia.
“Bibi jangan khawatir, besok aku akan berangkat ke Jerman dan menyatukan kembali kisah cinta Kim Hyena dan Kim Leonard!!” ucap Sofia dengan penuh semangat. Meski Sofia tidak pernah merasakan apa yang namanya cinta, tapi dia tahu cara menyatukan kembali orang yang saling mencintai. Tiba-tiba telfon berbunyi, Sofia meminta ijin sebentat untuk mengangkatnya.
“Ah.. Dari kakak!” gumam Sofia, mengangkat telfonnya.
“Ayah bilang padaku, kapan kau pulang?” tanya kakaknya.
“Aku masih tidak tahu? Mungkin sedikit lama!” jawab sofia.
“iya, iya,! O,iya hutangmu sudah lunas, kau senang!” ucap kakaknya, senyuman lebar terukir di wajah Sofia.
“terima kasih kakak! Aku akan mengganti uangmu.” Ucap Sofia tersenyum.
“Terserah, aku tutup dulu!” kakaknya langsung mematikan telfonnya. Sofia terkejut dengan telfon yang dimatikan oleh kakaknya tiba-tiba.
“Seharusnya aku yang melakukan kebiasaan itu!” gumam Sofia.
“Ahh sudahlah, yang penting hutangku bebas!” ucapnya tertawa lebar, lalu dia teringat dengan Bibi Channa yang sedang menunggunya selesai telfon. Sofia kembali menghampiri Bibi Channa, dan duduk di tempatnya semula.