![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Entah apa yang dirasakan sofia, tapi saat james bersamanya, rasa nyaman menyelimuti tubuh sofia, dan saat ini hanya dengan ucapan seperti itu dari james saja, hatinya sudah dag, dig ,dug hatiku.
Saat ini jam masih pukul 18:00 malam, sofia bersiap-siap dengan awalan memilih baju yang akan dia pakai nanti, sofia sangat bingung baju apa yang nanti dia pakai.
Sampai jam 18:30, akhirnya sofia sudah mendapatkan baju yang pantas untuknya, sejak dia bertemu dengan james, sofia sudah tidak pernah memakai topi mahkotanya itu.
Tik.. tok.. tik.. tok.., jam terus berjalan, kini sofia sudah sangat siap, dengan memakai baju yang sangat sederhana tapi cocok dan bagus ia kenakan.
“Wah.. cantik sekali adikku! mau kemana?” tanya kakaknya yang sudah berdiri di depan kamar sofia, sofia tersenyum setelah menoleh ke arah kakaknya.
“Aku mau pergi!!” jawab sofia yang tidak memberi tahu kakaknya kalau dia akan bertemu james.
“Sudah ya.. aku pergi dulu!!” pamit sofia kepada kakak dan orang tuanya, lalu segera menuju hotel yang saat ini james tinggal di sana.
***
Kevin yang sudah bersiap mengajak sofia jalan berdua, dia memilih menaiki grab sesekali, karena dia tahu sofia wanita yang sederhana.
“Kau mau kemana?” tanya ayahnya yang melihat kevin mau pergi dengan berpakaian rapi dan tampan.
“Aku mau pergi keluar!” jawab kevin.
“Apa kau membawa mobil, karena aku ingin pinjam mobilmu sebentar!” ucap naina.
“Pakai saja, aku tidak membawa mobil hari ini! aku pergi dulu!” pamit kevin.
Naina, ibu dan ayah kevin merasa heran, baru pertama kalinya mereka melihat kevin tidak mau membawa mobilnya.
“Dia pasti bertemu dengan sofia!” ucap naina yang membuat kedua orang tuanya menoleh.
“Sofia?” ucap bersamaan.
“Iya, kalian tidak melihat mata kevin, dia seperti menyukai sofia!” jelas naina.
“Ibu setuju jika kevin menikah dengan sofia, benarkan!” ucap ibunya kepada ayah kevin.
Ayah kevin hanya menuruti ucapan ibunya saja, juga keinginan kevin.
Seperti yang diucapkan kevin, dia segera menuju di depan gang rumah sofia, karena rumah sofia ada di kampung jadi pasti ada gapuranya.
***
Sofia yang sudah sampai di hotel dia lupa akan ajakan kevin padanya, karena mungkin waktu itu kevin mengajaknya saat tengah malam dan membuatnya lupa saat ini.
Sofia sudah berada di lobi hotel dan ternyata di sana sudah ada james yang menunggu kedatangannya, saat melihat sofia james terpukau dengan kecantikan sofia dengan segera dia menghampirinya.
“Kau terlihat cantik!” puji james membuat sofia menahan rasa malunya.
Lalu james mengajak sofia di atap hotel, dimana tempatnya kosong dan kini di sewa oleh james, sampai di atas, sofia sangat terpesona dengan kejutan itu.
“Indah sekali!” ucap sofia yang tidak habis berhenti melihat pemandangan itu, james menghias tempat itu dengan lampu berwarna kuning dan terbentuk seperti gorden, tempat duduk yang seperti restoran bintang lima, di tambah pemandangan kota malam yang terlihat dari atas hotel.
Tiba-tiba hujan turun, tapi untungnya james sudah membuat penutup sendiri karena dibuatnya untuk menggantung lampu-lampu itu.
James memutar lagu romantis dan menyuruh sofia duduk berdua bersamanya, saat mereka sudah duduk, james memegang tangan sofia dan menatapnya.
“I am sorry (aku minta maaf)!” ucap james sama dengan kevin.
James menuangkan minuman dan bersulang dengan sofia lalu meminumnya bersama-sama, karena sudah ada musik, james mengajak sofia berdansa dengannya, dengan senang hati sofia menerimanya, karena meski ini kali pertama bagi sofia, tapi sofia ingin merasakan bagaiman rasanya berdansa dengan seseorang.
Mereka berdansa dengan indah, itu berkat james yang pandai berdansa, mereka tidak tahu kalau di luar ada satu hati yang tengah menunggu.
Kevin masih setia menunggu meski hujan-hujanan, karena besok ternyata hari ulang tahunnya dan dia ingin memberi tahu pada sofia tentang keinginanya saat bersamanya.
Sofia dan james yang sudah berdekatan, james mengatakan sesuatu yang sangat di tunggu oleh para bucin.
“I love you (aku mencintaimu)!” kata james kepada sofia.
Seketika mata sofia membulat tidak percaya, perlahan james mendekat dan semakin dekat, hingga kecuoan terjadi antara bibirnya dan bibir sofia.
“Kenapa hatiku merasa senang mendapat ciuman ini? sepertinya.. sepertinya aku juga jatuh cinta!” batin sofia yang masih berciuman dengan james.
Hingga malam pukul 10:00 malam, kini sofia resmi pacaran dengan james, james ingin mengantar sofia pulang, taoi sofia menolak, karena hujan sudah berhenti, maka dari itu sofia ingin pulang dan menenagkan hatinya dulu.
***
Sesampainya di daerah rumahnya, dari kejauhan sofia melihat seorang pria seperti kevin yang sedang duduk seperti habis kehujanan, dengan segera sofia berlari mendekat, dan benar pria itu adalah kevin, kevin yang mendengar suara kaki mendekat ke arahnya, dia mendongak ke atas dan melihat adanya sofia.
“Kevin, maaf kan aku! aku lupa kalau kau mengajakku keluar! tolong maafkan aku!” ucap sofia yang kini ikut duduk di samping kevin.
Kevin tersenyum dan tidak lama dia tertidur di pelukan sofia, sofia terkejut, dan menepuk pelan pipi kevin.
“Kevin! kevin! bangunlah, kenapa kau tidak pulang saja saat hujan turun.
“Aku tidak membawa mobil! aku kira kau ketiduran!” balas kevin yang ternyata masih tersadar, tapi terlihat lemas.
“Maaf!” ucap sofia.
Sofia mengantar kevin pulang ke rumahnya, saat dia ke rumah kevin sambil menopang kevin yang terlihat lemas, ibu dan naina langsung panik dan membantu sofia membawa kevin ke kamarnya, kevin masih terbaring lemas.
“Apa yang terjadi?” tanya ibunya panik kepada sofia.
“Maaf kan aku, ini semua salahku! aku lupa jika ada janji dengan kevin malam ini!!” jawab sofia, ibu dan naina mengeri karena tidak semua orang selalu ingat akan janji mereka.
Beberapa jam kemudian, sofia yang masih menunggu kesadaran kevin hingga tengah malam, akhirnya kevin membuka matanya dan ingin berbicara berdua dengan sofia di kamarnya.
“Kau dari mana?” tanya kevin.
“Sama sepertimu, james juga membuat kejutan untukku!” jawab sofia.
“Apa lebih bagus dari kejutan ku?” tanya kevin membuat sofia bingung harus menjawab apa.
“Sama bagusnya! dan jangan memintaku memilih lagi, aku tidak suka!” ucap sofia.
“Tidurlah, ini sudah malam dan aku harus pulang jika tidak keluargaku akan mencari ku nanti!” lanjut sofia.
Saat beranjak dari duduknya, tangan kevin meraih tangan sofia.
“Besok adalah ulang tahunku, aku akan me maafkan mu, tapi dengan satu syarat, apa kau akan mengabulkannya?” tanya kevin.
Karena sofia merasa bersalah sofia menganggukan kepalanya dan menerima tawaran itu, lalu kevin tersenyum dan melepaskan sofia untuk pergi.