MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
JANTUNG YANG LEMAH.


(Kini kita dalam lingkaran kenangan tak terkira, tanpa bertanya kuterima banyak jawaban.)


Saat tengah fokus mengetik, kakak naina menelfon sofia, karena ingin memberitahu tentang sesuatu.


“Sofia, bisa datang ke sini sekarang, ada yang ingin aku katakan.”


“Kurasa bisa, aku akan kesana!”


“Baiklah terima kasih, aku tunggu ya.”


Sofia kembali menutup laptoonya dan bersiap ke rumah kevin. Sampai di sana, ternyata kakak naina sudah menunggunya di luar gerbang.


“Ada apa kak?” tanya sofia yang kini sudah berhadapan dengan naina.


“Kami sudah mendapatkan donor jantung untuk kevin!”


“Benarkah! lalu, bagaimana?”


“Jantung itu dari cina dan masih dikirim ke indonesia, tidak tahu kapan datangnya!”


“Aku ikut senang! sekarang dimana kevin?” tanya sofia.


“Dia ada di kamarnya, dari tadi dia telefonan dengan teman lamanya yang ada di cina!”


“Kalau begitu aku ke kamar kevin dulu kak!”


Sofia berlari menuju kamar kevin, sampai di sana, sofia tidak sengaja mendengar percakapan kevin dengan temannya. Kevin mengatakan bahwa dirinya bersalah karena sudah memisahkan seseorang dari cintanya. Sofia masih tidak tahu, siapa orang yang di maksud kevin. TOK. TOK. TOK. Suara ketukan pintu membuat kevin kaget dan langsung berbalik mematikan panggilannya denga xiaoyou.


“Sofia! kapan kau datang?” tanya kevin gugup.


“Baru saja! aku diberi tahu kak naina, kalau ayahmu sudah menemukan donor untuk jantungmu!”


Sofia berjalan menuju laci meja dan mengambil sebuah obat milik kevin, karena dia tahu kevin selalu telat meminumnya. Dengan perlahan dia menyuruh kevin duduk di atas kasur dan menyuruhnya untuk meminum obatnya. “Kau harus sehat!” ucap sofia. Tangan sofia memegang dada kevin yang berdenyut sangat cepat.


“Apa kau masih merasa sakit?” tanya sofia. Kevin tersenyum dan menyentuh tangan sofia yang masih menempel di dadanya. “Tidak, setelah kau memegangnya!” Tidak lama mereka melepas pegangan itu dan kembali tersenyum.


“Katakan, siapa temanmu itu?”


“Dia xiaoyou, wanita yang selalu aku puji cantik. Kami sudah lama berpisah semenjak aku pindah kemari... “ Kevin masih terus menceritakan masa kecilnya dengan xiaoyou.


Jam masih terus berjalan, saat selesai bercerita, sofia dan kevin di panggil ke ruang tamu oleh kedua orang tua kevin. Disana sofia duduk diam dan sopan, hingga ibunya kevin membuka suara.


“Kami sudah memutuskan hari pernikahan kalian, mungkin kurang satu bulan lagi!”


Kevin dan sofia diam dengan wajah datar, biasanya kevin tersenyum bahagia, tapi sekarang dia hanya diam saat mendengar itu dari ibunya. Sofia melirik ke arah kevin dia menjadi heran melihat tingkah kevin yang berubah semenjak dari korea. Tiba-tiba. BUG.. Kevin jatuh pingsan, dengan sangat panik keluarga kevin memanggilnya. “Kevin... !” teriak bersamaan. Kevin segera di bawa ke rumah sakit dan di periksa detak jantungnya.


Ssat mengantar kevin, james menelfon sofia, sofia merasa tidak percaya sekaligus bahagia mendapat telfon dari james. Taoi saat ini keadaannya tidak tepat, meski begitu sofia mengangkat telfonnya sambil berjalan.


“Ada apa jame?” panggilan dari sofia.


“Aku ingin memberitahumu sesuatu.”


“Katakan, cepat.” ucap sofia terburu-buru dan sedikit meninggikan suaranya. James mengerutkan dahinya, dia merasa kalau sofia tidak suka dia menelfonnya.


“Kau sedang berlari?”


“Aku tidak ada waktu, maaf! aku matikan dulu.”


“Tung—” TUT.. TUT.. Panggilan sudah di akhiri sofia. james terdiam mendapat perlakuan seperti itu dari sofia.


***


“Masih belum tahu.”


Salah satu perawat keluar dari ruangan kevin, melihat seorang perawat keluar, keluarga kevin yang tadinya duduk menangis, kini berdiri terutama ibunya yang sangat panik.


“Jantungnya sangat lemah sekali, jika tidak segera di oprasi, maka nyawanya tidak bisa di selamatkan.” Mereja terkejut mendengarnya. Perawat itu kembali masuk ke ruangan lagi.


“Sayang... bagaimana ini? hiks... ” Teriak ibunya panik sambil memukul-mukul pelan suaminya.


“Aku akan menghubungi temanku dulu!” ayah kevin pergi menjauh dan menelfon ayah xiaouyou. Sedangkan sofia, naina dan ibunya masih menunggu sambil menangis. Sofia tertunduk dan berdoa dengan keselamatan kevin. Tidak lama ayah kevin menghampiri mereka bertiga dengan wajah tersenyum lega.


“Sebentar lagi donornya akan datang!” uacap ayahnya, lalu memberitahu kepada dokter yang masih berusaha menyelamatkan nyawa kevin. Ayah kevin memberitahu ke salah satu perawat, dan perawat itu menyampaikannya kepada dokter yang ada di dalam ruangan kevin. Mendapat kabar itu, dokter keluar dari ruangan dan memberitahu kepada keluarga kevin.


“Kami akan menunggunya, tapi jika bisa, harus secepat mungkin, karena jika terlambat sedikit maka semuanya akan sia-sia.”


“Tolong selamatkan kevin dokter! aku mohon.” Ucap sofia memohon.


“Aku akan berusaha semampuku!” tersenyum.


Beberapa jam kemudian, donornya datang, dan dengan segera oprasi kevin di lakukan meski itu harus memilih antara hidup dan mati. Kevin mulai di oprasi, sedangkan, sofia, naina, ibu dan ayahnya menunggu di luar dan berharap oprasinya berjalan lancar. Xiaoyou menelfon kevin dan kebetulan ponsel kevin di bawa oleh naina.


“Hai kevin! kau sedang apa?” dalam bahasa cina.


“Ini aku naina! kevin sedang menjalani oprasinya.” Jawab naina yang juga bisa menggunakan bahasa cina.


“Benarkah? semoga kevin bisa melewati oprasinya kak!”


“Terima kasih, dan semoga saja!”


Naina mengakhiri panggilan mereka, melihat kakak naina telefonan mengingatkan sofia akan james yang tadi menelfonnya. Sofia pamit menelfon sebentar dan berjalan menjauh, lalu mencoba menelfon balik james, tapi tidak ada jawaban, hari juga menjelang malam. Sofia masih berusaha menelfon james, tapi masih tetap tidak ada jawaban.


“Ada apa denganmu?” batin sofia panik sendiri.


Sofia kembali duduk dan menunggu kabar dari dokter. TIK. TOK. TIK. TOK. Jam masih berjalan maju dengan sangat cepat tanpa kita sadari. Kini sudah pukul 09:00 malam, sudah enam jam mereka menunggu oprasi kevin.


***


Di kamar hotel, james duduk terdiam sambil memandang cincin yang dia berikan pada sofia, dan kini cincin itu kembali lagi kepadanya. James mengingat masa-masa indah bersama sofia saat di jerman. Melihat temannya yang sedang melamun dengan ditemani air mata, jigs menepuk pundaknya pelan.


“Jangan melamun terus!” dalam bahasa jerman.


“Tidak juga.” Mencoba menutupi perasaannya.


“Kau besok jadi?” tanya jigs. James terdiam sejenak.


“Iya.” Jawab james datar, lalu memasukkan cincin itu ke dalam kopernya, lalu pergi tidur.


***


Di rumah sakit, sofia masih menunggu oprasi kevin yang masih berlanjut tanpa kabar sama sekali. Sementara ibunya berdoa dengan isak tangisnya, berharap anaknya baik-baik saja.


TUT— Dokter dan perawat kebingungan karena jantung kevin semakin melemah saja, dengan sangat berhati-hati dokter berusaha memulihkan kembali detak jantung kevin. Keluarga kevin dan juga sofia yang melihat dari jendela luar pintu, ikut panik melihat detak kevin semakin melemah.


“Dokter detaknya semakin melemah dok, bagaimana ini?” tanya suster panik.