![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Kevin yang masih fokus menatap ke arah kalung dan cincin yang di kenakan sofia saat ini.
“Em ... bagaiman dengan james, apa dia sudah kembali ke jerman?” tanya kevin. Sofia menatapnya dengan wajah datarnya.
“Belum, dia masih di sini dengan temannya.” Jawab sofia tersenyum.
“Apa kau tidak mempunyai perasaan dengan james?” tanya kevin lagi membuat senyuman sofia menghilang.
“Aku tidak suka membicarakan itu, jadi lupakan saja!” jawab sofia berusaha menutupi hubungan nya dengan james.
“Apa kau senang saat berada di sampingku?” pertanyaan terus keluar dari mulut kevin yang membuat sofia semakin tidak nyaman.
“Tentu saja tidak, setiap aku bersama seseorang aku merasa nyaman, entah itu bersama mu ataupun bersama james.” Jelas sofia. Kevin mengusap pipi sofia sambil tersenyum, sedangkan sofia hanya diam memandanginya. Tidak lama dada kevin terasa sedikit sakit, sofia yang melihat kevin mulai merasakan kesakitan, tangan sofia mulai memegang dada kevin dan merasakan denyut yang begitu keras, sementara kevin meraih tangan sofia yang masih memegangi dan merasakan denyut jantungnya.
“Aku senang kau bersama ku!” ucap kevin tersenyum. Sofia membalas senyuman itu. Dari kejauhan naina dan ibunya melihat pemandangan yang indah di depan mereka dan berpikir bahwa sofia sudah mulai dekat dengan kevin. James mengirim pesan singkat kepada sofia, dia ingin mengajak kekasihnya itu pergi ke karnival bersama jigs dan juga putri, sofia setuju tapi dia akan datang terlamabat karena menjaga kevin di rumah. Beberapa jam kemudian hari sudah malam, dan ini waktunya sofia pergi bersama james.
“Kau mau kemana?” tanya kevin.
“James mengajakku ke karnival!” jawab sofia.
Sofia berpamitan kepada naina dan ibunya, dengan tergesa-gesa dia berangkat menuju karnival karena james sudah menunggunya di sana bersama putri dan jigs. Sofia tidak tahu kalau kevin mengikutinya dari belakang. Sampai di sana, james tersenyum melihat kekasihnya sudah datang meski terlambat.
“Let's go in now (ayo kita masuk sekarang)!” ajak putri tidak sabar. Saat hendak masuk suara kevin membuat mereka semua berhenti melangkah dan menoleh ke arahnya.
“Kevin!” gumam sofia. jigs dan putri bingung dengan kedatangan kevin tiba-tiba sedangkan james mulai menunjukan wajah malasnya saat melihat kevin.
“Why are you here? (Kenapa kau bisa ada disini)?” tanya james.
“Aku tidak sengaja saja datang!” jawab kevin tersenyum. Sofia tahu bahwa itu bukanlah ketidak sengajaan karena dia tahu kalau kevin juga mencintainya, kevin cemburu jika melihat sofia bersama pria lain apa lagi bersama james. Tidak ingin merusak suasana akhirnya mereka membiarkan kevin ikut bersamanya.Putri dan jigs berpencar sendiri, sedangkan james, sofia dan kevin bersama-sama, Di sana mereka bermain bersama hingga sampai tengah malam.
“Sebelum kita pulang, aku ingin membeli minuman disana dulu, kalian tunggu disini.” Pinta sofia. Kini james dan kevin berdiri sambil melihat wahan yang sudah ada batasnya.
“Bagaimana keadaanmu, apa membaik?” tanya james soal penyakitnya. Kevin tersenyum mendapat pertanyaan itu dari james.
“Seperti yang kau lihat!” jawabnya. Mereka terdiam sejenak, lalu kevin melihat ke arah james yang tengah fokus melihat wahana yang ada di belakang kevin.
“I love Sofia (aku menyukai sofia)!” ucap kevin. James hanya tersenyum karena dia juga sudah tahu kalau kevin menyukai sofia. Sedangkan kevin heran melihat james malah tersenyum.
“And I'll try to get to it (dan aku akan berusaha mendapatkan nya).” Lanjutnya yang membuat senyuman james menghilang.
“Okay ... I accept it (aku menerimanya)!” balas kevin tersenyum. Tidak lama sofia datang dengan membawa minuman di tangan nya, setelah itu mereka kembali pulang ke temlat masing-masing.
***
Esoknya seperti bisa lagi sofia datang ke rumah kevin untuk menemuinya, kebetulan dokter juga datang untuk memeriksa keadaan kevin saat ini. Sofia tidak sengaja mendengar pembicaraan antara dokter dan kuarga kevin di ruang tamu.
“Kami masih belum menemukan donornya, tapi jangan khawatir kami akan berusaha mencarinya lagi.” Jelas dokternya.
“Omo ... bagimana ini sayang, apa kevin akan selamat hiks .... ?” tanya ibunya yang mulai menangis.
“Apa aku akan menjadi orang yang menghancurkan hidup kevin jika dia tahu kalau aku dan james akan menikah, apakah kevin akan ... ” batin sofia merasa takut dan sedih. Setelah dokter itu pergi, sofia menghampiri keluarga kevin karena ingin mengambil minuman. Melihat adanya sofia, ibunya langsung menghapus air matanya.
“Maaf, aku ingin mengambil minum di dapur.” ucap sofia.
“Ah .. iya, silahkan!” balas ibunya.
***
Hingga lima hari sudah lewat, selama itu sofia hanya menghabiskan waktunya bersama kevin bersenang-senang dengannya sampai lupa dengan calon suaminya james. Sofia hanya jarang bertemu dengan james. Sofia menghampiri kamar kevin dan tidak sengaja melihat kevin yang merasa kesakitan lagi. Kevin meraih empat obatnya dan meminumnya bersamaan, mungkin karena rasa sakitnya dia sampai meminum empat obat. Sedangkan sofia merasa sedih dan kasihan melihat kevin. Dia tidak jadi masuk ke dalam, sofia memilih kembali saja ke rumahnya.
“Bagaimana, kevin masih belum mendapatkan donor, aku tidak bisa menerima cintanya, jika aku menerimanya bagaimana dengan perasaan james? tapi jika aku meninggalkan nya aku takut kalau kevin akan terkejut dan tiada.” Batin sofia mulai menangis.
Sampai di rumah semalaman sofia menangis di kamarnya, kakak dinda yang mendengar tangisan sofia di depan pintu kamarnya, dia tidak bisa menahannya dan memutuskan untuk masuk kedalam. Sofia terkejut melihat kakaknya yang tiba-tiba masuk.
“Jangan berbohong padaku sofia, katakan apa yang terjadi?” tanya dinda yang mulai tidak sabar. Sofia tidak bisa mengelak lagi dari kakaknya, saat sofia menangis kakaknya selalu ada untuknya.
“Kevin mengidap penyakit jantung kak.” Kata sofia, seketika kakaknya terkejut.
“Kevin?” ucap kakaknya tidak percaya.
“Iya, dan aku baru tahu ... kalau dia mencintaiku.” ucap sofia mulai menangis.
“Aku harus bagaimana kak, jika aku menikah dengan james bagaimana dengan perasaan kevin dan jika aku memilih kevin, aku akan menyakiti james.” lanjut sofia dengan isak tangis. Kakaknya langsung memeluk sofia dan ikut sedih melihat adiknya.
“Pada akhirnya kalian bertiga akan sama-sama merasakan sakit sofia! ikuti kata hatimu saja, dan terkadang kita harus berkorban demi kebahagiaan orang lain.” Saran kakaknya. Sofia terdiam.
“Berhentilah menangis, besok kau dan james harus pergi mendaftar pernikahan bukan.” Ucap kakaknya. Sofia berusaha menutup matanya tapi sukit baginya untuk menutup mata dan masuk ke dalam alam mimpi, karena kenyataan adalah kenyataan berbeda dengan mimpi, mimoi yang kita inginkan dan cerita yang kita buat sendiri.