MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
BACK AGAIN.


Setelah puas bersenang-senang, tiba-tiba james memeluk sofia, sedangkan sofia yang mendapat pelukan dari james hanya kaku terkejut dan terdiam.


“I hope we meet again (aku harap kita bertemu lagi)!” bisik james dengan senyuman yang masih memeluk sofia, pipi sofia memerah dan membalas senyuman itu dan pelukan itu. “Hangat sekali!” batin sofia merasakan pelukan mereka. Setelah itu, sofia pamit kembali ke rumah, karena dia juga harus berpamitan dengan kim hyena dan kim leonard. Sofia perlahan pergi dengan melambaikan tangannya ke arah james, begitu juga james membalas lambaian itu dengan nafas yang keluar embun.


***


Rasanya kevin tidak sabar dengan kedatangan sofia ke indonesia, kini sudah malam tapi dia masih terjaga dengan memikirkan sofia semalaman.


“Apa aku beli sesuatu untuk menyambut kepulangannya?” tanya nya sendiri.


“Ah.. tidak usah, kenapa aku harus membelikannya sesuatu! haish.. bisa gila aku nanti.” Gumam kevin. Akhirnya tanpa pikir panjang, kevin memutuskan untuk tidur saja, lagi pula sofia akan pulang dalam beberapa hari lagi.


***


“Berhati-hatilah! jika ada sesuatu langsung hubungi kami!” ucap kim hyena kepada sofia dan putri yang kini sudah bersiap. “Jangan cemas, semua akan baik-baik saja!” ucap sofia. Sofia berpelukan dengan kim hyena, setelah itu dengan putri, selesai melepas rindu dengan kim hyena, kini saatnya berpamitan dengan kim leonard dan kedua orang tuannya. “Sekali lagi terima kasih!” ucap kim leonard kepada kedua gadis itu terutama sofia. Putri dan sofia hanya tersenyum saja, karena sofia dan putri sudah di anggap seperti adik sendiri jadi tidak masalah jika kim leonard berpelukan sebentar dengan kedua gadis itu.


“Come here sometime again (kapan-kapan mainlah kesini lagi)!” ucap ayahnya kim leonard.


“Baiklah, tapi kami tidak bisa janji!” jawab sofia tersenyum. Setelah berpamitan kepada semuanya yang ada di rumah, seperti biasa kim leonard dan kim hyena mengantarnya ke bandara.


***


(Jika takdir, maka kita akan bertemu, tapi jika tidak takdir, kita hanya akan bertemu lewat mimpi.)


Sesampainya di bandara, sebelum sofia masuk ke dalam pesawat, dia ingin menanyakan sesuatu.


“Kapan kakak yoon shi-a menikah?” tanya sofia.


“Masih belum tahu, jika yoon shi-a mengabari, aku akan beri tahu kepadamu!” jawab kim hyena tersenyum. Kini sofia dan putri sudah mulai pergi dan berangkat menuju ke indonesia, cukup satu bulan untuk berlibur ke jerman.


***


Di dalam pesawat, putri masih terdiam, melihat putri seperti itu membuat sofia penasaran.


“Ada apa denganmu?” tanya sofia.


“Aku tidak akan bisa bertemu jigs lagi!” jawab putri yang kini mulai bucin.


“Hem... tidak usah cemberut, jika kalian jodoh pasti akan bertemu lagi kan.” Ucap sofia.


“Itu jika aku berjodoh dengannya, jika tidak?” tanya putri membuat sofia tidak bisa menjawabnya.


“Ya.. kau cari yang lain saja.” Balas sofia pelan. Seketika putri melihat temannya sepertinya menggunakan sebuah kalung, karena kepo tangan putri mengeluarkan kalung yang di masukan ke dalam baju yang dikenakan sofia.


“Kalung siapa ini?” tanya putri yang masih memegang kepala singa perak itu.


“ah.. ini kalung pemberian dari james!” jawab sofia yang meraih liontin itu.


“Kalian sudah dekat?” tanya putri.


“Begitulah!” jawab sofia.


Putri tidak tahu bagaimana selera temannya itu, dia hanya bisa mendengarkan cerita sofia saja itu sudah cukup.


***


“Setelah satu bulan kita bertemu lagi!” ucap kevin.


“Kenapa kau kesini? jika kau ingin menjemput ku, maaf aku tidak mau pulang bersamamu.” Ucap sofia, belum apa-apa sudah menolak.


Kevin membuka setengah kacamatanya dan menatap sofia dengan tatapan tajamnya lalu menutupnya kembali.


“Jujur saja, aku kemari bukan untuk menjemputmu, melainkan mengantar kakak naina ke suatu tempat dekat bandara ini! tapi perkataan mu benar juga!” jelas kevin.


“Apa?” tanya sofia.


“Aku dengan senang hati akan mengantarmu pulang!” tawar kevin terseringai.


Grab yang dipesan baru saja datang, putri mulai masuk kedalam mobil, sofia yang melihatnya dia menghiraukan tawaran kevin dan hendak masuk kedalam juga, tapi dengan sengaja putri tidak membolehkan sofia masuk.


“Aku rasa tidak muat, jadi pergilah saja dengan kevin! oke dah.. !” ucap putri yang sudah masuk kedalam mobil lalu menyuruh sopir untuk segera pergi. Sofia merasa kesal dengan putri yang sudah pergi meninggalkannya bersama pria sombong itu.


“Jadi, apa kau mau aku antar?” tanya kevin dari belakang telinga sofia.


Sofia terkejut, lalu membalikan badannya, tidak ada pilihan lain dia menerimanya karena sudah merasa lelah sekali, kevin tersenyum dengan jawaban sofia. Mereka masuk kedalam mobil dan mulai pergi dari bandara, di dalam sofia hanya diam saja.


“Kau senang berada di jerman?” tanya kevin.


“Tentu saja!” jawab sofia.


“Karena ada pria pink itu?” tanya kevin sedikit mengejek.


“Namanya james! dia pria tampan dan baik, tidak sepertimu!” balas sofia kesal. Lama mengemudi, kini kevin sudah mengantar sofia sampai di depan rumah, dan juga dia tahu rumah sofia.


“Terima kasih tumpangannya!” ucap sofia tanpa senyum. Kevin tersenyum lalu dia melihat kalung yang di pakai sofia saat ini, kalung pemberian dari james.


“Kalung mu bagus sekali, kepala singa perak!” ucap kevin. Sofia melihat kalungnya, lalu berpikir untuk memanas-manasi kevin.


“Bagus kan! ini pemberian dari james, padahal ini benda paling berharga baginya, tapi dia memberikannya padaku!” ucap sofia.


Kevin mulai malas dengan pembicaraan itu, kenapa harus james lagi. Sofia akhirnya pamit masuk kedalam, sedangkan kevin masuk kedalam mobil dengan perasaan kesal.


“Aku penasaran dengan pria itu! apa dia lebih tampan dariku, hingga sofia tergila-gila dengannya!” gumamnya kesal, lalu melajukan mobilnya.


***


“Aku pulang!” ucap sofia membuat keluarganya menoleh dengan senang.


“Kau sudah pulang!” ucap bersamaan keluarganya.


Seperti biasa juga sofia selalu di sayang oleh keluarganya, karena merasa lelah, sofia langsung pamit masuk ke kamarnya dengan jalan yang lemas. Didalam kamar, sofia sangat rindu dengan kasurnya itu, lalu dia ingat dengan putri.


“Lihat saja jika aku bertemu denganmu.” Gumamnya kesal.


Perlahan mata sofia tertutup dan masuk ke dalam mimpinya, tidak tahu apa yang di mimpikan sofia. Ayah, ibu dan kakak sofia, mereka sibuk membuka koper sofia yang ternyata dia sudah membelikan oleh-oleh dari jerman untuk keluarganya, sofia sengaja meletakkan kopernya kepada keluarganya, begitu senangnya keluarga sofia mendapat oleh-oleh dari jerman.