![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Beberapa jam mereka sampai di rumah sakit, para perawat yang melihat kedatangan kevin dengan menggendong sofia yang terluka, mereka segera menyuruh kevin untuk menidurkan sofia di atas kasur, dan segera membawanya di UGD, saat perjalanan menuju UGD kalung pemberian dari james jatuh ke lantai.
Sofia sudah di bawa masuk ke ruangan UGD, sementara kevin menunggu di luar dengan panik, james yang baru sampai, dia melihat kalaung miliknya tergeletak di lantai, james mengambil kalungnya dan berlari menuju ruangan sofia saat ini.
Sesampainya di sana, james melihat keberadaan kevin saat ini, kevin menoleh ke arah james dengan tatapan marahnya.
“How is sofia (bagaiman keadaan sofia)?” tanya james kepada kevin.
Dengan gerakan kilat kevin memukul pipi james dengan sangat keras, hingga ujung bibir james terluka sedikit, james tidak membalasnya karena dia tahu saat ini tidak tepat untuk membalasnya.
“Karena keberadaan nya sofia kecelakaan, kau tahu!!” sentak kevin menggunakan bahasa inggris.
James terdiam, karena ucapan kevin benar, jika saja dia tidak menampakan dirinya pada sofia, mungkin sofia tidak akan mengalami semua ini, tapi apalah daya kita sebagai manusia yang tidak bisa menghindari takdir yang di berikan oleh sang kuasa, meski tanpa sengaja james bertemu dengan sofia.
Salah satu perawat keluar dari ruangan sofia saat ini, dan berbicara dengan bahasa mandarin, hanya kevin yang tahu, james tidak ahli dalam bahasa mandarin.
“Shéi shì qíngfù de jiātíng (siapa keluarga dari nyonya tadi)?” tabya perawat.
“Yīshì (Saya)!” jawab kevin.
“Wǒmen jiāng kāishǐ tā de zhìliáo, tā méi xuèle (kami akan memulai perawatannya, dia kehabisan darah)!” jelas perawat.
“Qǐng jiù tā (tolong selamatkan dia)!” ucap kevin, suster itu mengangguk dan pergi untuk mengambil cadangan darah.
“What the nurse said (apa yang dikatakan oleh perawat itu)?” tanya james kepada kevin.
Sebenarnya kevin tidak ingin mengatakannya kepada james karena rasa kesalnya pada james masih ada, tapi karena dia juga dekat dengan sofia, akhirnya kevin mengatakannya, dia menghembuskan nafas panjangnya.
“The nurse said Sofia was bleeding a lot, that's all (perawat itu bilang, sofia kehabisan banyak darah, itu saja)!” jelas kevin.
“Do they have any blood reserves (apa mereka sudah ada cadangan darah)?” tanya james panik.
“Sudah!” jawab kevin membuat james merasa lega.
Kini mereka berdua masih menunggu perawatan sofia, james dan kevin duduk berjauhan, deg, dada kevin terasa sakit lagi, kini dia memegangnya sambil meremas bajunya, james tidak sengaja melihat nya, dan kini dia penasaran juga.
“Sebenarnya ada apa denganku?” batin kevin penuh tanya.
Kevin beranjak dari duduknya, tanpa dia sadari, dari belakang james mengikutinya, dan ternyata kevin masuk di ruang pemeriksaan, kini james sudah berdiri di depan pintu ruangan itu, meski dia menguping itu percuma karena james tidak tahu bahasanya.
Lama menunggu kevin keluar, akhirnya keluar juga, melihat kevin sudah keluar james masuk ke dalam dan bertanya kepada dokter yang tadi memeriksa kevin.
Dokter itu menyuruh james duduk, meski james tidak tahu bahasanya tapi dia tahu kalau dokter itu mengisyaratkan nya untuk duduk.
“Can you speak English (apa anda bisa berbahasa inggris)?” tanya james kepada dokter wanita itu
“yes (ya)!” jawab dokter.
“I want to ask, what was the guy talking about who just walked in here (saya ingin bertanya, apa yang di bicarakan pria yang barusan masuk kedalam sini)?” tanya james.
“I'm his friend (saya temannya)!” jawab james tersenyum.
Karena james mengatakan bahwa dirinya adalah teman kevin, akhirnya dokter itu menceritakan nya kepada james.
“He told me to check it earlier, and when I checked it turned out that he had heart disease (dia tadi menyuruhku untuk memeriksa nya, dan saat saya periksa ternyata dia memiliki penyakit jantung)!” jelas dokternya.
James terkejut mendengar penjelasan itu, ternyata kevin memiliki penyakit jantung.
“Is it true? Since when? (apa itu benar? sejak kapan?)” tanya james memastikan nya lagi.
“Not long enough, he recently developed heart disease (tidak cukup lama, baru-baru ini dia terkena penyakit jantung)!” jawab dokter.
James terdia tidak percaya mendengarnya.
“He should have asked me not to tell anyone (seharusnya dia memintaku untuk tidak bilang kepada siapa pun)! but because you're his friend you should know, if left alone he could lose his life (tapi kau temannya kau harus tahu, jika di biarkan saja dia bisa kehilangan nyawanya)!” jelas dokter.
“I understand, thanks for all the information aku mengerti, terima kasih atas semua informasinya)!” ucap james berdiri dan pamit pergi.
Setelah keluar dari rumah sakit, james berjalan sambil memikirkan ucapan dokter tadi, sampai di ruangan UGD ternyata sofia sudah di pindahkan di ruang inap.
James tidak melihat kevin ada di luar menunggu, tapi saat james lebih maju dia melihat adanya kevin yang duduk di samping sofia berbaring.
“Aku tidak bisa mengatakannya saat kau membuka mata, tapi akan ku katakan sekarang.. kalau aku mencintaimu sofia, aku mohon bangunlah segera!!” ucap kevin.
James tidak tahu bahasa indonesia, tapi dia mengingat ucapan kevin yaitu ‘aku mencintaimu’ hanya itu yang akan di hafalkan, dengan cepat james mengartikan nya ke ponselnya, lama menunggu loading, kini sudah ada hasilnya.
James duduk diluar sambil menundukkan kepalanya, menunggu kevin keluar dari ruangan sofia, kevin keluar dan melihat ke arah james yang tengah menunduk lalu terseringai melihatnya.
James yang sadar bahwa seseorang sudah keluar dari ruangan, dia berdiri di hadapan kevin.
“Maaf sebelumnya karena aku mencari tahu diam-diam!” ucap james, kevin masih tidak tahu yang di katakan james saat ini.
“Katakan saja apa maksudmu?” tanya kevin tidak sabar.
“Aku tahu kau memiliki penyakit jantung saat ini!” jawab james, kevin terkejut dia tidak bisa apa-apa, marah pun tidak ada gunanya saat ini.
“Haish.. karena kau sudah tahu, aku mohon padamu jangan sampai sofia tahu, ini hanya rahasia kita berdua saja!!” pinta kevin memohon dengan senyuman.
“Kau menyukai sofia?” tanya james.
“Kalau itu kau tidak perlu tahu, itu pribadiku!” jawab kevin terseringai.
“Aku pergi dulu membeli makanan!!” lanjutnya pamit kepada james, lalu berjalan pergi.
James tersenyum kecil, kini dia sudah tahu semuanya, apa yang akan dia lakukan saat ini, james mengeluarkan kalungnya yang ada di saku celana, dia memandangi kalung itu cukup dengan liontin kepala singa itu cukup lama, puas memandanginya james memutuskan untuk masuk ke ruangan dimana sofia masih tertidur di sana.