![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Seperti biasa Kim Leonard mengantarnya sampai di depan rumah, lalu ponsel Kim Hyena tiba-tiba berbunyi.
“Iya, ada apa?” tanya Kim Hyena lewat ponsel.
“Baiklah, terima kasih.” Lanjutnya. Setelah itu Kim Hyena mematikan ponselnya dan memasukannya kembali ke dalam tasnya.
“Siapa?” tanya penasaran Kim Leonard.
“Itu tadi dari perusahaan tari, katanya konserku di mundurkan lebih lama.” Jawab Kim Hyena.
“Kau bisa tidur dengan tenang malam ini!” ucap Kim Leonard.
“Iya, sangat tenang! Berhati-hatilah!” ucap Kim Hyena. Kim Leonard tersadar bahwa ingin mengatakan tentang mobil mereka.
“Besok malam aku akan ke bengkel mengambil mobil kita, sekalian, mungkin ada sedikit bukti di mobilmu.” Ucap Kim Leonard.
“Baiklah ini sudah malam, aku akan pulang! Tidurlah yang nyenyak!” ucap Kim Leonard.
“Iya, berhati-hatilah!” balas Kim Hyena melambaikan tangan, begitu juga Kim Leonard yang membalas lambaian tangannya. Kim Leonard pulang, sedangkan Kim Hyena berharap segera memiliki bukti dan mengakhiri semua pertengkaran ini.
***
Pagi-pagi Kim Hyena sedang menyiram tanaman yang ada di depan rumahnya, disana Bibi Channa yang tadi nya menyapu halaman kini menghampirinya.
“Selamat pagi Kim Hyena, apa semalam sangat menyenangkan?” sapa dan tanya Bibi Channa.
“Pagi bibi! Iya sangat menyenangkan aku suka dengan kejutan Kim Leonard!!” jawab Kim Hyena menghentikan aktivitasnya.
“O, iya Bibi konserku di mundurkan lebih lama.” Lanjut Kim Hyena.
“Baiklah, Bibi akan menunggu!” seraya
tersenyum dan dibalas oleh senyuman Kim Hyena.
***
Di kediaman Yoon Shi-a. Yoon Shi-a semakain geram, karena keadaan Kim Hyena yang baik-baik saja.
“Sebentar lagi konser Kim Hyena akan di mulai, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, kau tidak boleh bahagia Kim Hyena...” Gumam Yoon Shi-a. Yoon Shi-a mengeluarkan ponselnya dan menelfon Jin Woo.
“Nanti malam temui aku di suatu tempat, ada tugas besar untukmu.” Pinta Yoon Shi-a.
***
Setelah menyiram tanaman, Kim Hyena menuju ke ruang latihannya dan ingin latihan di sana, karena konsernya sebentar lagi.
“Aku berharap, semuanya akan baik-baik saja!” ucap Kim Hyena, lalu mulai memutar lagu dan menari. Bibi Lili mengetuk pintu ruang latihan Kim Hyena dengan membawa segelas minuman dan roti.
“Masuk Bibi!” Kim Hyena yang melihat Bibi Lili segera menyuruhnya masuk.
“Ini Nona muda, Bibi sudah menyiapkan minuman dan roti untukmu!” ucap Bibi Lili meletakannya di meja.
“Terima kasih Bibi, seharusnya tidak usah repot-repot.” Ucap Kim Hyena.
“Tidak apa-apa!” balas Bibi Lili.
“Baiklah, karena Bibi sudah membawakannya untukku, maka aku akan meminumnya dan memakannya! Sekali lagi terima kasih!” ucap Kim Hyena.
“Sama-sama nona muda, bibi akan kembali ke dapur!” Bibi Lili pamit kembali ke dapur. Kim Hyena memakan dan meminumnya sedikit, lalu melanjutkan latihannya, beberapa kali Kim Hyena salah gerakan karena pikirannya yang tidak fokus, entah dia memikirian apa.
“Ayo Kim Hyena, fokus!!” gumamnya menyemangati diri sendiri. Kim Hyena kembali latihan, dan akhirnya usahanya berhasil, semua gerakannya tidak ada yang salah.
***
Kini hari sudah kembali malam lagi, seperti yang diucapkan Kim Leonard dia kini menuju ke bengkel. Kim Leonard menghampiri salah satu pegawai di sana dan menanyakan tentang bukti yang ada.
“Bagaimana apa sudah selesai?” tanya Kim Leonard kepada pegawai itu.
“Sudah, dan ini aku sudah memeriksa mobil yang kau perintahkan, kabel remnya tidak putus secara sengaja tapi seseorang telah memutusnya.” Jelas pegawai itu. Pegawai itu memberikan sebuah saputangan warna hitam tapi hanya sebelah.
“Terima kasih!! Kira-kira dimana tempat kantor polisi terdekat?” tanya Kim Leonard.
“Kau beruntung, kau tinggal lurus lalu belok ke kiri, disana ada kantor polisi.” Jawabnya.
“Kalau begitu aku titip mobilku dulu aku akan berjalan saja!” ucap Kim Leonard. Lalu Kim Leonard berjalan segera menuju kekantor polisi, saat di pertengahan jalan Kim Leonard berhenti dan menoleh ke suatu lorong yang tidak terlalu sempit. Kim Leonard terkejut ternyata dia adalah Yoon Shi-a bersama seorang pria, karena merasa curiga Kim Leonard memilih bersembunyi sambil merekam sekalipun memvidio percakapan mereka.
“Dengarkan aku besok malam kau bakar rumah Kim Hyena, jika bisa kau bakar juga Kim Hyena saat di dalam rumahnya. Dan tinggalkan jejak bahwa itu ulah Kim Hyena karena depresi, juga jangan sampai ada jejak milikmu sedikitpun.” Pinta Yoon Shi-a.
“Setelah itu kau segera tinggalkan Korea untuk selamanya. Ini aku beri kau uang lebih!” lanjutnya.
“Baiklah.” Jawab Jin Woo. Kim Leonard tesenyum lega, dan pergi meninggalkan mereka berdua, tapi ternyata kepergiannya diketahui oleh Yoon Shi-a. Sampai di kantor polisi Kim Leonard memberikan saputangan tersebut untuk di periksa sidik jarinya. Yoon Shi-a curiga dan waspada.
“Pasang ini dimana saja asalkan sampai di rumah Kim Hyena.” Yoon Shi-a memberikan rekaman kecil kepada Jin Woo.
***
Pagi hari mobil Kim Hyena sudah datang bersama Kim Leonard, sedangkan Bibi Lili baru saja pulang dari pasar. Kim Leonard dan Kim Hyena berdiri di depan meja televisi, Bibi Lili menaruh tas belanjanya tepat di depan Kim Hyena dan Kim Leonard.
“Ada apa?” tanya Kim Hyena.
“Aku sudah mendapatkan bukti kuat!” jawab Kim Leonard.
“Benarkah!!” Kim Hyena senang dan juga sedih karena harus melawan sahabatnya sendiri.
Kim Leonard menceritakan semua yang ia ketahui tentang rencana Yoon Shi-a besok. Kim Hyena terkejut dan merasa sedih mendengarnya, saat Kim Hyena pergi ke dapur sebentar. Kim Leonard melihat ke arah tas belanja Bibi Lili, dia melihat seperti lampu kecil berwarna merah, karena merasa penasaran diapun mengambilnya. Ternyata sebuah penyadap, Kim Leonard tahu bahwa ini pasti perbuatan Yoon Shi-a.
“Ada apa Kim Leonard?” suara Kim Hyena dari belakang mengagetkan nya. Dengan segera Kim Leonard menyembunyikan penyadap itu.
“Tidak ada..!” jawabnya.
***
“Sial... ” Ucap pria suruhan Yoon Shi-a yang merasa kesal karena penyadapnya mati.
***
Back to Jin Woo.
Bibi Lili berjalan di keramaian pasar, dengan membawa tas belanjanya, karena bahan-bahan dirumah sudah habis, maka dari itu Bibi Lili pergi ke pasar. Saat Bibi Lili berjalan di kerumunan orang, Jin Woo mengambil kesempatan itu, dia berjalan tepat di belakang Bibi Lili, dengan melihat ke kanan dan kiri, setelah memastikan bahwa aman, Jin Woo meletakan penyadap itu ke dalam tas belanja Bibi Lili. Setelah berhasil, dia berhenti dan berjalan kebelakang.
“Aku sudah melakukannya.” Ucap Jin Woo melapor kepada Yoon Shi-a lewat telfon.
“Bagus!!” jawab Yoon Shi-a tersenyum licik.
................
TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MEMBACA MEMORY [INGATAN] 🙏💞
JANGAN LUPA.
• LIKE👍
• COMENT💬
• VOTE❤️
• RATE ⭐ LIMA
• DAN MASUKKAN KE FAVORIT KALIAN😘
LAIN KALI, SAYA AKAN BUAT CERITA YANG LEBIH BAGUS LAGI, JANGAN LUPA MAMPIR,
MESKI BUTUH PERJUANGAN MENUNGGU SETIAP EPISODENYA😁😁😁
SEKALI LAGI TERIMA KASIH🙏❤️❤️🤗🤗