MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
MENYESAL.


Saat Kim Hyena membaca surat dari Kim Leonard. air mata tidak terasa menetes di pipinya begitu saja.


“kenapa perasaanku tidak enak? Perasaan apa ini? Apa terjadi sesuatu pada Kim Leonard?” batin Kim Hyena seraya memegang dadanya, setelah membaca surat dari Kim Leonard. Kim Hyena mengusap air matanya dan merasa heran juga merasakan perasaan yang aneh.


“Kenapa aku tiba-tiba menangis? Dan perasaan apa ini?” gumamnya. Kim Hyena membalas surat dari Kim Leonard, karena tidak ingin memikirkan hal yang negatif tentangnya.


Kau juga jaga diri baik-baik, aku akan selalu menunggumu di tempat pertama kali kita bertemu..


From


Kim Hyena.


Kim Hyena segera mengirim suratnya kepada kim Leonard.


(Kata-kata yang tertinggal di mulutku, aku minta maaf, kata-kata itu begitu sulit ku ucapkan.)


Saat kim Hyena duduk di teras, matanya tertuju ke arah rumahnya, dia sibuk melihat rumah yang dulunya sangat indah akan tanaman dan kenangan, kini hanya berwarna hitam dan rusak karena hangus terbakar. Seorang wanita yang tidak terlalu tua menghampiri rumah Bibi Channa. Kim Hyena yang tadinya melamun melihat rumahnya, kini sadar dan terkejut, Kim Hyena langsung berdiri menghampiri wanita tersebut.


“Bibi.” Ucap Kim Hyena, ternyata dia adalah ibu Yoon Shi-a yang baru saja datang dari Amerika, karena mendengar bahwa anaknya masuk penjara. Mungkin karena keluarga Yoon Shi-a juga orang terpandang, dan banyak memiliki cabang perusahaan, maka dari itu berita Yoon Shi-a menyebar, sehingga terdengar oleh ibunya sendiri.


“Kim Hyena. Bibi datang ingin minta maaf, atas semua yang perbuatan Yoon Shi-a padamu!” ucap ibu Yoon Shi-a meminta maaf, dengan membungkuk ke arah Kim Hyena. Kim Hyena yang merasa tidak sopan kepada ibunya Yoon Shi-a, dia meraih pundaknya supaya ibunya Yoon Shi-a tidak menunduk di hadapannya.


“Tidak Bibi jangan seperti itu!” ucap Kim Hyena.


“Tapi perlakuan Yoon Shi-a sudah melewati batas!” ucap ibunya.


“Tidak Bibi, seharusnya aku yang meminta maaf.. Maaf Bibi karena ku kehormatan keluarga Bibi di pertaruhkan, karena ku juga Yoon Shi-a menjadi sangat membenciku.. ” Jelas Kim Hyena.


“Apa maksudmu?” tanya ibu Yoon Shi-a.


“Yoon Shi-a hanya ingin aku meminta maaf padanya atas ketidak sengajaan ku waktu kecil dulu, juga sekarang... Tapi aku tidak pernah memikirkannya. Aku sangat memiliki harga diri yang besar, dan itu membuat Yoon Shi-a marah.” Jawab Kim Hyena, air mata mulai menetes.


“Bibi sekarang tahu, itu juga kesalah Bibi karena tidak memberi tahu yoon Shi-a, sudahlah ini sudah terjadi, kalau begitu Bibi pergi dulu, jaga dirimu baik-baik!!” ibu Yoon Shi-a pamit dan pergi.


“Sekali lagi aku minta maaf Bibi!” ucap Kim Hyena.


“Bibi maafkan!” jawab ibunya Yoon Shi-a, lalu berjalan pergi. Bibi Channa yang melihat kedatangan ibu Yoon Shi-a, segera menghampiri Kim Hyena.


“Kenapa dia datang?” tanya Bibi Channa.


“Ibu Yoon Shi-a hanya ingin minta maaf padaku, tapi aku seperti merasa bersalah Bibi, aku tidak enak sendiri.” Jawabnya.


“Bibi mengerti!” ucap Bibi Channa.


“Bibi mau, kau tidak terlalu memikirkan semua ini Kim Hyena! karena itu akan membuatmu sakit!” ucap Bibi Channa.


“Aku akan usahakan Bibi!” jawab Kim Hyena. Setelah itu mereka berdua masuk kedalam rumah.


***


“Bibi apa ada surat dari Kim Leonard?” tanya kim hyena kepada Bibi Channa.


“Tidak ada, apa surat Kim Leonard belum datang?” Kim Hyena menggeleng, lalu dia ingat tempat biasanya.


“Bibi aku akan pergi ke tempat biasanya! mungkin Kim Leonard ada disana!” pamit Kim Hyena.


“Jangan pulang terlalu malam!” balas Bibi Channa. Kim Hyena pamit pergi dulu dan segera menuju tempat pertama kali mereka bertemu. Saat sampai disana Kim Hyena tidak melihat siapapun, tapi dia memutuskan untuk menunggunya samapi malam. Kim Hyena dengan sabar dan setia menunggu tanda-tanda dari orang yang dia tunggu yaitu Kim Leonard.


“Kenapa dia tidak mengirim surat...?” Gumamnya.


Kini hari sudah malam tapi Kim Hyena masih menunggu, lalu seorang wanita muda duduk di sebelahnya. Wanita itu ternyata seorang wartawan tapi sedang menyamar, dia menyiapkan rekaman tersembunyi untuk merekam percakapan mereka.


“Bolehkah aku duduk?” ucap wanita itu. Kim Hyena tersenyum, wanita it duduk.


“Bukankah kau penari terkenal itu, aku salah satu penggemarmu!!” ucapnya lagi. Kim Hyena mulai takut jika dia berteriak, dan membahas soal konfliknya dengan Yoon Shi-a.


“Tidak usah takut, aku tidak akan berteriak cukup aku saja yang tahu!! Tapi kenapa kau duduk disini sendirian, itu pun disaat malam hari?” lanjutnya.


“Aku sedang menunggu seseorang!!” jawab Kim Hyena, karena tidak tahu kalau wanita itu adalah seorang wartawan.


“Maaf, tapi siapa yang kau tunggu?” tanya wartawan wanita itu.


“Dia orang yang sepesial bagiku, dia adalah kekasihku!!” jawab Kim Hyena dengan sangat santai dan tersenyum tipis.


“Wah... Ternyata kau memiliki kekasih, itu artinya aku penggemar pertama yang mengetahui bahwa penari internasional Kim Hyena ternyata memiliki kekasih! Tapi kenapa dia tidak datang? Ini'kan sudah malam?” tanyanya tersenyum.


“Aku tidak tahu, mungkin dia sibuk!” jawab Kim Hyena.


“Tapi aku tidak peduli, meski pagi ataupun malam, aku akan tetap menunggunya datang.” Ucap Kim Hyena tersenyum.


“Cinta mu begitu besar kepada kekasihmu! Sampai-sampai kau percaya bahwa dia akan menemuimu lagi, setelah pergi entah kemana!” ucap wanita itu.


“Kalau boleh, aku pamit pergi lebih dulu!” ucap Kim Hyena tersenyum.


“Silahkan!” balas wanita itu, lalu Kim Hyena pergi menaiki mobilnya, sedangkan wanita itu membuka ponselnya dan menelfon seseorang.


“Hallo pak, saya mendapatkan berita yang sangat besar.” Ucap wanita itu kepada bosnya.


“Berita apa?” tanya bosnya.


“Ternyata penari Kim Hyena sudah memiliki kekasih, juga saat ini kekasihnya pergi entah kemana, tapi dia setia menunggunya!” jelas wartawan wanita itu terseringai.


Setelah puas telfonan dengan bosnya, dia menutup telfonnya, senyuman terukir di wajahnya, tidak lama lagi berita itu akan menyebar luas di mana-mana. Sedangkan kim hyena masih gelisah, kenapa Kim Leonard tidak mengirimkan surat balasan, tapi dia tidak peduli dan terus menunggu. Di dalam mobil, Kim Hyena masih sedikit kecewa dengan keterlambatan Kim Leonard yang lupa mengirim surat.


“Kenapa dia bisa lupa? Apa dia sesibuk itu?” tanya Kim Hyena sendiri. Kim Hyena menjadi terpikirkan soal janji mereka berdua saat di halte bis, juga surat pertama yang di tulis Kim Leonard untuknya.


“Aku akan menunggumu!” gumam Kim Hyena yang masih fokus menyetir.