![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Kini hari sudah berganti lagi, sesuai dengan ajakan kemarin, Sofia dan Putri putri sudah menunggu di luar rumah Kim Leonard. TIINN.. TIINN.. Suara klakson mobil, saat jendela di buka ternyata itu adalah Jigs yang ingin menjemput Putri.
“Ayo kita berangkat.” Ucap Jigs kepada Putri.
“Tidak apa, aku berangkat dulu?” tanya Putri tidak enak dengan Sofia.
“Masuklah, tidak apa!” jawab Sofia tersenyum.
Putri masuk kedalam mobil Jigs, saat mau menjalankan mobilnya, Jigs berkata sesuatu kepada Sofia.
“Jangan khawatir, sebentar lagi James akan datang!” ucap Jigs tersenyum.
“Kalau begitu aku pinjam temanmu dulu ya!!” lanjutnya Jigs lalu melajukan mobilnya.
Tidak lama James datang menggunakan mobil convertible, dimana mobil yang tanpa atap, Sofia tersenyum dan segera masuk kedalam, lalu James melajukan mobilnya.
“Apa kau lama menungguku?” tanya James.
“Sedikit.” Jawab Sofia.
“Maaf!” ucap James tersenyum. James yang saat ini mengenakan jaket berwarna hitam, kaos putih dan kacamata hitam, sedangkan Sofia saat ini memakai, mantel berwarna coklat dengan poni rambut yang di jepit, dan rambut terurai.
“Apa ini mobilmu?” tanya Sofia.
“Bukan, aku menyewanya! Aku tidak punya mobil!” jawab James, Sofia tidak masalah dengan itu semua.
“Kita mau kemana?” tanya Sofia lagi penasaran.
“Romantic Road! Kau pasti akan suka nanti!” jawab James tersenyum menoleh ke arah Sofia. Beberapa jam menempuh perjalanan yang lumayan panjang akhirnya James dan Sofia sudah sampai tujuan, seperti biasa namanya wisata pasti banyak orang, James memarkirkan mobilnya, lalu mengajak Sofia masuk kedalam.
Benar sekali yang di katakan James, tempatnya sangat indah dan berkesan romantis dengan bangunan khas Jerman yang manis, juga rumah-rumah tua tradisional yang juga berkesan romantis, tidak salah jika banyak yang datang dan berfoto. James memesan sepeda onthel dua untuk dia pakai dan dipakai Sofia, karena perjalanan menelusuri bangunan-bangunan itu sangat jauh.
“Kenapa kita memakai sepeda?” tanya Sofia.
“Perjalanan ini cukup jauh, kita akan melihat bangunan romantis ini dengan bersepeda!” jawab James tersenyum. Sofia setuju dan mulai memakai sepeda itu, bersamaan mereka bersepeda dengan melihat-lihat sekitarnya.
“Ini bangunan tua yang sangat indah!” ucap Sofia tersenyum lebar, James ikut tersenyum melihat Sofia senang. Di pertengahan perjalanan Sofia dan James bergandengan sambil masih mengendarai sepeda onthel.
“Jangan sampai lepas! Ayo pertahankan.” Seru Sofia yang masih bergandengan tangan.
“Baiklah! Baiklah.” Jawab James yang berusaha seimbang.
“Wah... !!” teriak Sofia senang.
Sofia kagum melihat Wurzbug Residen yang mengagumkan dan telah dimasukkan ke dalam salah satu warisan UNESCO. Setelah melewati itu, mereka melewati perjalanan yang akan membawa nya ke Lembah Taubertal, dan menuju Rothenburg ob der Tauber, yang merupakan daya tarik wisata yang dicari di Romantic Road. Sofia dibuatnya kagum dan nyaman dengan james membawanya ke tempat indah seperti itu. Sofia dan James memilih berhenti dan berjalan kaki sambil menuntun sepedanya dan berjalan perlahan. Rothenburg ob der Tauber ini adalah kota kecil dengan rumah-rumah setengah kayu dengan gerbang yang cantik dari desain abad pertengahan, dengan pemandangan sungai di dekatnya yang membuatmu semakin terkesima. Selanjutnya masih ada kota kecil Dinkelsbühl yang punya pesona kota tua abad pertengahan.
“Bagaimana kau bisa tahu tempat seperti ini?” tanya Sofia.
“Aku sering berkeliling dimana saja, untuk mendapatkan foto yang bagus! Tapi lebih menyenangkan saat bersama seseorang seperti mu!” jawab James, membuat Sofia malu. Saat asik mengobrol, Kevin menelfon Sofia dan membuat suasana Sofia memudar.
“Kenapa kau selalu menggangguku? Aku sedang berwisata disini!” ucap Sofia kesal menggunakan bahasa Indonesia, James hanya menoleh sebentar dan fokus lagi ke depan.
“Siapa?” tanya James menggunakan bahasa Inggris.
“Kau bersama siapa?” tanya Kevin panik sendiri.
“Dia pemandu wisata pribadiku.” Jawab Sofia.
“Iya, memang kenapa?” tanya Sofia.
“Kenapa harus pria?” tanya balik Kevin.
“Dia baik, tampan dan aku nyaman bersamanya, apa urusannya denganmu! Sudah dulu, aku tidak mau ada yang menggangguku saat aku berlibur! Dah.. !” ucap Sofia langsung mematikan telfonnya. Setelah Sofia mematikan telfonnya, James bertanya padanya.
“Siapa, apa kekasihmu?” tanya James.
“Bukan, dia pria parasit yang selalu menggangguku!” jawab Sofia tersenyum, James membalas senyumannya. Sedangkan di Indonesia, Kevin masih penasaran dengan pria yang bersama Sofia.
“Tampan, baik! Siapa pria itu! Kenapa harus pemandu pribadi?” gumam Kevin sedikit cemburu mungkin.
Di Jerman, Sofia melanjutkan perjalanannya bersama James, hingga dia berhenti di salah satu tempat yang indah di Romantic Road. James mengeluarkan kameranya yang ada di tas kecil hitam miliknya, dia mulai memotret pemandangan yang cukup indah menurutnya, hingga kameranya mengarah di wajah Sofia yang sibuk menghirup udara segar di sana. James memotret Sofia berkalai-kali-kali, hingga Sofia tersadar, dan langsung melihat ke arah James.
“Kau memotret ku?” tanya Sofia tersenyum.
“Emm.. Begitulah! Tersenyumlah, aku akan memotret mu sekali lagi!!” ucap James.
“Tapi aku malu.” Balas Sofia.
James menghiraukan ucapan Sofia, dia masih tetap memotretnya, hingga tangan Sofia menghalangi kamera itu, tapi James tetap berusaha memotretnya, hingga candaan mulai lagi datang. Mereka berdua menyusuri jalan sambil melihat rumah tua romantis itu.
“Apa kau pernah ke Indonesia?” tanya Sofia yang masih berjalan.
“Pernah satu kali, karena aku dengar disana wisatanya juga indah!!” jawab James tersenyum.
“Benar sekali! Pasti orang tuamu bangga dengan sikapmu yang mandiri, pekerja keras, dan baik hati!!” ucap Sofia.
“Andai mereka masih ada, mungkin yang kau ucapkan benar!” balas James.
“Maafkan aku!” ucap Sofia yang menyadari kalau orang tua james sudah tiada.
“Tidak apa!” jawab James. Mereka kembali menyusuri jalan, dengan wajah yang canggung.
“Dan bagaimana dengan mu?” tanya James kembali senyum.
“Keluargaku masih utuh semuanya, mereka sangat lucu, dan aku sangat beruntung memiliki mereka!!” jawab Sofia.
“Maaf jika aku lancang! Bagaimana dengan pekerjaanmu?” tanya James lagi.
“Em.. Aku bekerja sebagai kariyawan biasa!!” jawab Sofia menutupi identitas terkenalnya.
James mengangguk berusaha mengerti, sudah lama sekali mereka berjalan dan berbincang, hingga tidak sadar bahwa mereka sudah kembali ke tempat pintu masuk, james dan Sofia segera menuju parkiran mobil. Saat sudah masuk ke mobil, James melajukan mobilnya.
“Kita mau kemana?” tanya Sofia.
“Aku akan mengajakmu di tempat selanjutnya!” jawab james tersenyum melihat ke arah Sofia, seketika pipi Sofia memerah melihat senyuman manis James.
“Baiklah.” Ucap Sofia pelan dan kembali melihat ke arah lurus.
Sementara James dan Sofia masih berada di perjalanan, Putri dan Jigs juga terlihat mulai dekat satu sama lain, dan merasakan kenyamanan. Kini mereka sedang asik berlibur di taman english garden, di sana pemandangannya juga tidak kalah dengan yang didatangi James dan Sofia tadi, meski Jigs tahu tempat ini dari James.
(Cinta ada dua ucapan, ada yang bilang bahwa cinta itu membuat orang lemah, dan ada yang bilang cinta itu kekuatan.)