![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Karena kevin mengajak sofia di kota shanghai, maka dia mengajaknya di Ocean Aquarium saja.
Shanghai Ocean Aquarium saat ini juga dikenal sebagai salah satu aquarium laut terpanjang dunia, bangunan dari SOA ini terdiri dari dua gedung yang masing-masing memiliki bentuk piramida.
SOA satu-satunya aquarium yang memiliki China Zone, area ini pun menjadi sangat spesial, karena menampilkan spesies serta kondisi ekologi yang ada di sungai Yangtze. Di tempat wisata di Shanghai ini terdapat beberapa spesies yang terancam punah di Cina.
***
Sebelum masuk kevin harus membeli tiket lebih dulu supaya bisa masuk kedalam, sementara sofia masih bingung, kevin mengajaknya kemana.
“Kau mengajakku kemana ini?” tanya sofia kepada kevin yang sudah membeli tiket.
“Kita masuk dulu, baru kau akan mengerti nanti!” kevin mengajak sofia masuk ke dalam.
Sofia sangat terpukau dengan yang ada di dalamnya, sebuah aquarium yang besar, serasa dia ada di dalam lautan.
“Wah... indah sekali! lihat ikannya begitu dekat dengan kita!” ucap sofia tersenyum lebar.
Kevin merasa senang melihat sofia tersenyum lebar seperti itu, ini kali pertamanya membuat wanita yang kini bersama nya terpukau seperti itu.
“Kau suka?” tanya kevin sambil berjalan menelusuri aquarium itu bersama sofia.
“Iya, aku suka!” jawab sofia sambil memegang aquarium itu yang ada ikannya.
Sofia melihat banyak sekali orang yang berkunjung di sana, juga banyak sekali orang yang ber selfi juga bersama ikan-ikan itu, kevin yang melihat sofia sedang memandang orang yang sedang berfoto, dia menyewa kamera di salah satu pengunjung di sana.
“Wǒ kěyǐ zū nǐ de xiàngjī yīhuǐ'er ma (bolehkah aku menyewa kameramu sebentar)?” tanya kevin kepada pengunjung itu.
Lalu orang itu melihat ke arah sofia.
“Nǐ de àirén xiǎng pāizhào ma (apa kekasihmu ingin berfoto)?” tanya orang itu.
“Shì de, shì zhèyàng (ya, begitulah)!” jawab kevin tersenyum gugup.
Orang itu memberikan kameranya kepada kevin, saat kevin memberikan uang kepadanya, orang itu menolaknya.
“Bùyòng, nǐ kěyǐ jièyòng, bùyòng zhīfù (tidak perlu, kau bileh meminjamnya, tidak perlu membayarnya)!” ucap orang itu.
“Xièxiè (terima kasih)!” balas kevin.
Setelah mendapatkan kamera, kevin menghampiri sofia, dan mengejutkannya dengan membawa sebuah kamera di tangannya.
“Kau dapat dari mana?” tanya sofia, karena sofia tahu kalau kevin tidak punya kamera.
“Seseorang meminjamkan kameranya padaku!” jawab kevin.
“Ayo kita kesana, dan berfoto bersama!” ajak kevin, sofia tersenyum dan mengikutinya.
Mereka berfoto bersama dengan ikan-ikan yang juga ada di aquarium, hingga meminta tolong kepada seseorang untuk memotret mereka berdua.
“Sebentar aku akan menyalinnya!” ucap kevin yang mulai menyalin fotonya di hanphone miliknya.
Puas berfoto, kevin mengembalikan kamera itu kepada sang pemiliknya kembali.
“Zàicì fēicháng gǎnxiè (sekali lagi terima kasih banyak)!” ucap kevin lagi bersalaman dengan orang itu lalu pergi bersama sofia lagi.
Di perjalanan menelusuri aquarium itu, kevin dan sofia menghabiskan waktu bersama dengan tertawa dan merasakan keindahan bersama-sama, sama seperti saat james dan sofia di jerman waktu itu.
Merasa puas, kevin dan sofia keluar dari aquarium dan kini saatnya menikmati kuliner di sana, tapi sofia lebih suka makan-makanan yang ada di pinggir jalan.
“Aku ingin roti itu!” ucap sofia menunjuk ke arah pedagang kaki lima yang berjualan seperti roti.
Kevin dan sofia menghampiri pedagang itu, dan ternyata itu adalah kue bulan yang sudah banyak yang tahu dan minat.
“Qǐng gěi wǒ liǎng gè yuèbǐng (tolong berikan dua kue bulan)!” pesan kevin.
Pedagang itu memberikan kue yang di pesan kevin, lalu kevin membayarnya dan memberikan kuenya kepada sofia.
Mereka kembali berjalan sambil menikmati kue bulan yang tadi di beli, karena waktu masih panjang, kevin akan mengajak sofia pergi ke tempat selanjutnya.
“Kau sangat pandai berbahasa china!” ucap sofia sedikit kagum.
“Tentu saja, karena aku juga dari china!” balas kevin.
Di pertengahan perjalanan, james menelfon sofia, saat sofia melihat ponselnya, kevin juga melihat orang yang tengah menelfon sofia.
“Apa dia mau balas dendam atas semua yang ku perbuat waktu mereka menghabiskan waktu bersama!! pria ini benar-benar!” batin kevin kesal.
“How are you(Apa kabar)?” tanya sofia tersenyum.
“good! how about you(Baik! kau bagaimana)?”
jawab james menanyakan balik kabar sofia.
“I am good (aku baik)!” jawab sofia masih tersenyum.
“What do you think about china (bagaimana menurutmu tentang cina)?” tanya james.
“I like it (aku suka sekali)! It's so beautiful here, I was just at the Ocean Aquarium in Shanghai (disini sangat indah, aku baru saja di ocean aquarium)!” jelas sofia.
Kevin yang kembali menjadi kacang kini dia mulai membuka suaranya.
“Ayo kita naik bis!” ajak kevin menaiki bus
“Okay, I'll turn it off first (baiklah, aku matikan dulu)!” pamit sofia, lalu james mengakhiri oanggilan mereka.
Sofia berjalan cepat mengejar kevin yang sudah sedikit jauh darinya, lalu mereka mulai menaiki bis dan menuju tempat selanjutnya yaitu di the bund.
The Bund menawarkan sensasi menikmati indahnya sungai Huangpu yang menjadi jantung kota Shanghai dengan deretan bangunan berasitektur menawan di kanan kirinya.
Tiada waktu terbaik untuk menikmati indah langit Shanghai selain ketika saat-saat matahari terbit dan terbenam. Warna biru dan jingga terpantul akan dengan indah di sungai Huangpu memberikan kesan hangat dan menjadi latar belakang yang indah.
Sesampainya di the bund, sofia di buatnya terkagum-kagum lagi, dengan melihat gedung besar yang ada di depannya dan sungai Huangpun.
“Di sini segar sekali, pemandangannya juga tidak kalah indah dengan tadi!” ucap sofia yang kini melihat ke arah sungai.
“Kau ingin melihat keindahan langitnya saat matahari terbenam?” tanya kevin.
“Aku mau, kita tunggu saja di sini sampai malam!” ucap sofia.
Mereka asik melihat pemadangan itu, hingga malam perlahan menjelang, awan yang tadinya berwarna biru, perlahan kini warna jingga.
“Wah.. indah sekali!” ucap sofia sangat girang.
Kevin yang melihat sofia tersenyum sangat lebar, dia juga ikut tersenyum, seketika tanpa adanya aba-aba, kevin meraih pipi sofia dan perlahan menciumnya dengan lembut, sofia terkejut dan hanya bisa diam.
Ciuman yang lebih lembut dari pertama mereka berciuman dulu, dan ciuman yang berbeda dengan milik james, sofia tidak percaya bahwa dia sudah dicium oleh dua pria.
(Aku mengingat terus banyak hal, sama seperti sebuah potret.)
Entah kenapa sofia tidak bisa bergerak, hatinya sangat bingung dan terguncang, disisi lain dia ada james yang kini sudah menjadi kekasihnya, disisi lain juga ada kevin yang serasa seperti kekasih juga.