![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
(Itu hari yang indah, setiap kali kau bersuara, hari yang indah, seperti gambar sinematik.)
“Dia sangat baik, apalagi kepada wanita, jika wanita yang bertemu dengannya, pasti mereka akan suka dengannya!! begitulah menurutku tentang james.” Jelas sofia tersenyum lebar.
“James? aku pikir kau bercerita tentang kevin.” Ucap putri. Sofia yang tadinya senyum kini senyumannya menghilang, dan keheranan dengan james yang muncul di pikirannya.
“Kenapa aku cerita soal james?” tanya batinnya.
“Kau suka dengan james? tidak apa-apa jika kau menyukainya, dia pria baik dan tampan!” ucap putri, sofia masih diam.
***
Danau zurich begitu sepi bagi james, memang sebelum sofia datang dia sudah kesepian, tapi saat dia bertemu sofia, rasanya dia tidak sendirian lagi. Cukup lama james memandangi danau tersebut, dengan mengingat hari-hari indahnya bersama sofia, tidak lama james mengeluarkan kameranya dan melihat foto-foto sofia dengan senyum-senyum yang terukir di bibirnya.
***
Sofia yang kini berjalan menuju rumahnya, sesekali melihat kalung pemberian james, dia meremas liontin yang berbentuk kepala singa itu, dan merasakan kedinginan dari liontin perak itu.
“Aku tidak tahu, kenapa dengan hatiku! tapi aku merindukanmu.” Batin sofia yang berjalan perlahan sambil menutup matanya.
***
Di kamar kevin, kevin tersenyum mengingat dirinya saat bersama dengan sofia, sekilas dia mengingat kalung yang di pakai sofia, kalung pemberian dari james pria jerman itu, dan senyuman menghilang.
“Apa di matamu dia lebih baik dariku?” gumam kevin sambil terbaring ke tempat tidurnya.
***
Satu bulan berlalu, kini kevin jarang menemui sofia karena dia sibuk bekerja, sedangkan sofia juga sibuk menulis novel milik kevin.
“Jangan lupa kabari aku jika kau sudah melahirkan anak pertama mu! o.. juga soal pernikahan yoon shi-a!” ucap sofia kepada kim hyena lewat telfon.
“Baiklah! ngomong-ngomong kau saat ini di mana, kenapa seperti tergesa-gesa?” tanya kim hyena tahu kalau sofia tengah berjalan.
“Aku baru saja di toko novel, biasa! dan saat ini aku mau ke halte bis, karena kendaraan online susah sekali saat ini!” jawab sofia.
“Kalau begitu kita lanjutkan lagi nanti!” ucap kim hyena.
“Baiklah! dah.. !” balas sofia mengakhiri panggilannya. Saat sedang berjalan, sofia bertabrakan dengan pejalan kaki yang lain, dia seorang pria. “Maaf! maaf.” Ucap sofia. Sofia menoleh, begitu juga dengan pria itu, dengan terkejut melihatnya, sofia tersenyum.
“James!” ucap sofia.
“Sofia!” balas james tersenyum. Mereka tidak percaya bahwa mereka akan dipertemukan lagi di indonesia, sofia gugup sekalipun senang.
“Since when did you come to Indonesia (sejak kapan kau datang ke indonesia)?” tanya sofia yang tidak jadi mengejar bis.
“I just arrived! as you can see (aku baru tiba! seperti yang kau lihat)!” jawab james melirik koper yang ia bawa.
“Baiklah! kenapa kau datang kemari? apa pekerjaan fotografer?” tanya sofia.
“Ya.. begitulah!” jawab james senyum.
James melihat kalung yang ia berikan kepada sofia, ternyata masih dipakai oleh wanita itu, sofia yang merasa kalau james melihat ke arah kalungnya dia tersenyum.
“Jangan cemas, aku masih menjaganya!” ucap sofia.
“Aku baru saja di toko novel, dan ini baru mau pulang! apa kau ingin mampir di rumahku dulu! karena diluar sangat panas!” ajak sofia.
“Tidak usah, terima kasih!” tolak james.
“Aku memaksa!” balas sofia.
“Baiklah!” sama seperti sofia saat dipaksa kakak naina, james juga tidak bisa menolaknya. Akhirnya sofia mengajak james kerumahnya, dari kejauhan ternyata kevin melihat sofia dan james dari dalam mobil saat lampu merah. “Sofia! dengan siapa dia? tapi wajahnya seperti bukan dari indonesia! apa pria jerman itu?” gumam kevin, karena lampu hijau kevin akhirnya melaju.
***
Tidak lama setelah menaiki bis, kini sofia sampai di rumahnya bersama james, saat masuk ke dalam rumah, ibu dan kakaknya yang saat ini libur kerja mereka terpesona dengan ketampanan james. Sofia mengajaknya duduk di sofa dan meminta tolong kepada ibunya untuk dibuatkan minum, selesai membuatkan minum, ibu dan kakaknya duduk di sofa bersama sofia dan james.
“Ibu kakak perkenalkan dia james dari jerman, saat aku di jerman dialah yang menemaniku berwisata di sana!” ucap sofia memperkenalkan james.
“And james, they are my mother and brother, my father is at work right now ( dan james, mereka adalah ibu dan kakakku, ayahku sedang bekerja saat ini.)!” ucap sofia balik memperkenalkan keluarganya ke james. Karena ibu dan kakak sofia tidak bisa bahasa inggris, mau tidak mau sofia harus menjadi terjemah disini.
“Bilang kepadanya, dia sangat tampan!” pinta ibunya tersenyum.
“Ibuku bilang kau sangat tampan.” Ucap sofia kepada james.
“Thank you, and aunty is also very beautiful (dan bibi juga sangat cantik)!” balik puji james. Belum sempat sofia bicara kepada ibunya, ternyata ibunya sudah tahu.
“Pasti dia bilang ibu cantikan! dia sangat baik sekali!” ucap ibunya.
Sofia menceritakan semua tentang james, soal ibu dan ayahnya yang sudah lama meninggal dan juga yang lainnya. Tapi sebagai gantinya, ibu sofia memperlakukan james layaknya anaknya sendiri, keluarga sofia sangat baik dan perhatian kepada james, sampai-sampai lupa dengan sofia, james sangat senang, dia merasa kalau keluarganya kembali. Karena lama memanjakan james, kini ibu dan kakaknya masuk untuk tidur siang.
“Sofia memang pandai, dia langsung memiliki dua teman pria tampan sekaligus!” bisik ibunya kepada kakaknya sambil tertawa kecil.
“Jadi, kau akan tinggal dimana?” tanya sofia.
“Aku masih tidak tahu, tapi aku akan mencari hotel saja!” jawab james tersenyum.
Karena james melihat kotoran di pipi sofia, dia mencoba membersihkannya dengan tangannya dan membuat sofia tersipu malu. Tidak lama kevin tiba dirumah sofia, dia mengetuk pelan pintu depan rumah sofia yang terbuka dan melihat pemandangan tidak mengasikan baginya. Mendengar suara ketukan, sofia dan james menoleh ke arah suara tersebut.
“Ah.. kebetulan sekali! masuklah.” Pinta sofia ramah. Kevin masuk dan duduk sedikit jauh dari james dengan tatapan tajam, james yang mendapat tatapan itu merasa bingung.
“Siapa dia? apa pria yang mengganggu sofia saat berwisata denganku?” batin james. Sofia yang melihat dua pria itu saling menatap, kini menyadarkan mereka.
“stop staring at each other (berhentilah saling menatap)!” ucap sofia menggunakan bahsa inggris, kevin orang cina tidak di ragukan kalau dia bisa bahasa inggris.
Sofia memperkenalkan mereka satu sama lain, dan menyuruhnya berjabat tangan, dua pria itu berjabat tangan.
“He's not that handsome (dia tidak begitu tampan)!” gumam kevin didengar oleh james dan sofia.
“What ( apa)?” ucap james terkejut, sofia hanya menghela nafasnya saja.
“Sudahlah, apa boleh aku minta tolong?” tanya sofia.
“Apa?” ketus kevin.
“Tolong carikan james hotel disini!” jawab sofia, kevin tidak bisa menolak permintaan sofia, dia mengantarkan james ke hotel yang sudah dipilihkan sofia.