MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
MENCINTAIMU.


***


“Lihat saja kim hyena. Aku akan membuatmu menderita lihat saja nanti!” ucap Yoon Shi-a


Jin Woo hanya melihat dan tidak berani mengatakan sesuatu saat yoon shi-a marah, karena dia hanya orang suruhan saja, tidak lebih.


“Kau terus awasi kim hyena, jangan sampai terlepas sedikit pun. Kau mengerti.” Bentak Yoon Shi-a ke Jin Woo.


“Baiklah.” Jawab Jin Woo.


***


Pagi tiba. Seperti katanya, Kim Hyena mengajak Kim Leonard keliling korea sambil mencari tempat yang indah. Sebelum pergi, Kim Leonard memakaikan topi dan masker ke Kim Hyena, dia juga memakainya untuk menemani Kim Hyena.


“Kenapa kau memakaikan ku topi dan masker?” tanya Kim Hyena heran.


“Kita akan jalan-jalan keliling korea, dan disana pasti sangat ramai karena hari ini adalah hari weekend! jika disana ada salah satu penggemarmu maka kau tidak akan bisa lepas darinya ... kau mau?” jelas Kim Leonard.


Kim Hyena memikir nya, benar juga, jika seorang penari terkenal turun di jalan tanpa pengawal maka dia tahu nanti apa yang akan terjadi. Kim Hyena menuruti ucapan kim leonard. mereka berangkat dan memilih naik bis sambil merasakan bagaimana di kelilingi oleh orang banyak.


“Kau suka naik bus? Bagaimana rasanya?”


tanya Kim Leonard kepada Kim Hyena yang sedang tersenyum memandang ke arah jendela. Kim Hyena menoleh dan menjawabnya sambil tersenyum lebar, karena masker Kim Hyena masih dibuka olehnya membuat Kim Leonard bisa melihat senyum lebarnya.


“Iya aku suka! Dan ini juga sangat nyaman!!” kedua orang itu saling tatap dengan senyuman yang sangat lebar.


***


Sesampai di tempat yang mereka datangi, benar sekali di sana sangat ramai.


banyak orang yang sedang berjalan berlalu lalang. Saat sedang asik berjalan, sepasang kekasih terus melihat ke arah Kim Hyena dengan tatapan yang mencurigakan. Kim Hyena menunduk dan berbicara pelan ke pada Kim Leonard.


“Kim Leonard.” Panggil Kim Hyena pelan.


“Hmm..”


“Dari tadi sepasang kekasih itu melihat ke arahku terus, aku menjadi takut jika ketahuan.” Ucap Kim Hyena panik. Kim Leonard melihat ke arah sepasang itu, dan benar mereka masih melihat ke arah Kim Hyena. Sepasang itu menghampiri Kim Hyena, dan wanita itu bilang kepada Kim Hyena sambil tersenyum berharap kalau itu adalah Idol nya.


“Maaf, apa kau Kim Hyena? penari terkenal itu?” tanya-nya.


Kim Hyena masih terdiam, dengan sigap tangan kiri Kim Leonard merangkul Kim Hyena dari samping.


“Bukan, dia adalah kekasihku!” jawab Kim Leonard tersenyum. Kim Hyena terkejut dengan perlakuan Kim Leonard padanya, hatinya mulai berbunyi begitu keras. Seketika senyuman wanita itu hilang dan sepasang itu meminta maaf kepada Kim Leonard.


“Joesonghabnida (maafkan aku). Kami sudah mengganggu kencan kalian.” Ucap sepasang itu.


“Tidak masalah!” jawab Kim Leonard. Lalu sepasang itu pergi, tapi dengan perasaan yang masih yakin bahwa wanita itu adalah idolanya.


***


Lama berkeliling akhirnya sampai juga di tujuan yang mereka inginkan yaitu di pulau jeju, pulau yang terkenal dengan keindahannya, disana tempatnya begitu luas. Kini Kim Hyena dan Kim Leonard memandangi lautan yang begitu luas ditambah lagi hari sudah mulai senja, Kim Hyena menghirup udara yang begitu segar nya disana. Kim Leonard mengajak Kim Hyena duduk di batu besar yang ada di tepi, mereka pun duduk di sana sambil melihat pemandangan luas Pulau Jeju.


“Iya, aku sangat— suka!! Bagaimana denganmu kau suka?” tanya balik Kim Hyena.


“Iya, aku suka! Aku juga suka padamu!!”


ucapan Kim Leonard membuat Kim Hyena yang awalnya memandang lurus kedepan kini menoleh ke arah Kim Leonard dengan ketidak percayaan nya.


“Aku tidak tahu, tapi jika aku berada di dekatmu aku merasa nyaman, dan jika aku melihat mu tersenyum aku juga merasakannya. Aku terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi padaku? Tapi kini aku tahu bahwa itu semua karena aku mencintaimu!!” lanjut Kim Leonard yang memandang lekat mata Kim Hyena.


(Aku tidak tahu apa itu cinta,tapi aku tahu,jika aku mencintai seseorang, atau pun menyayangi nya, mungkin mereka akan hilang begitu saja.)


Aku juga merasakan hal yang sama denganmu, tapi aku tidak tahu apakah ini cinta?” ucap Kim Hyena. Mereka masib saling menatap satu sama lain.


“Tapi, saat kau berusaha membuatku tersenyum dan juga menyuruhku untuk selalu tersenyum, aku mulai merasakan nya!” lanjut kim hyena.


“Na.. Neoleul joh-ahae (aku..mencintaimu)!!”


Kim Hyena tersenyum begitu juga Kim Leonard. Kim Hyena mendekat dan mencium bibir Kim Leonard lebih dulu. Ciumannya di balas oleh kim leonard dengan sangat lembut. Sepasang itu tidak memperdulikan di sekeliling nya meski ada orang yang melihat ke arah mereka, tapi mereka menghiraukannya seakan dunia hanya milik mereka berdua. Lama berciuman, akhirnya mereka melepaskannya, dan kini saling menatap.


“Kau belum menjawab cinta ku?” ucap Kim Hyena. Kim Leonard memegang satu pipi Kim Hyena sambil tersenyum melihatnya.


“Aku juga mencintaimu!” jawab kim leonard.


“Bagaimana kalau sekarang kita cari makan, aku lapar!” ucap Kim Hyena sedikit memelas.


“Baiklah ayo!” Kim Leonard berdiri dan menggandeng tangan Kim Hyena, mereka mencari makanan.


“Kau ingin makan apa?” tanya Kim Leonard kepada Kim Hyena, sambil berjalan mencari makanan.


“Sebenarnya ... aku ingin makan Jajangmyeon!” jawab Kim Hyena.


“Kalau begitu ayo kita cari!” ucap Kim Leonard tersenyum. Mereka mencari makanan yang di maksud Kim Hyena, tapi tidak ada, saat sudah mulai menyerah, ternyata mereka menemukan restoran Jajangmyeon disana Sesampainya mereka segera memesan dan duduk di sana.


“Berikan ponselmu!” ucap Kim Hyena.


“Untuk apa?” tanya Kim Leonard heran.


“Aku ingin mengirim foto kita waktu itu!” jawab Kim Hyena. Kim Leonard memberikan ponselnya kepada Kim Hyena.


“Selesai!” gumam Kim Hyena sambil tersenyum, lalu diberikannya lagi ponsel Kim Leonard. Kim Hyena melihat foto mereka di hanphone miliknya, senyuman mengembang di bibir Kim Hyena.


“Aku baru sadar bahwa kau sangat tampan!” puji Kim Hyena membuat Kim Leonard tersenyum mendengarnya.


“Benarkah!” ucap Kim Leonard masih tidak percaya dirinya dipuji oleh Kim Hyena. Kim Hyena menganggukan kepalanya.


“Jika waktu itu kau tidak dingin, aku yakin sudah dari dulu itu terucapkan di mulutmu!!” ucap Kim Leonard percaya diri.


“Terserah.” Balas Kim Hyena malas.


Tidak lama makanan mereka sudah datang, kini pembicaraan berhenti dan hanya suara mie yang sedang mereka makan saat ini. Selesai makan, Kim Hyena dan Kim Leonard memilih kembali ke tempat pertama mereka datang tadi, disana mereka kembali melihat pulau, di tambah lagi dengan perut yang kenyang dan angin sepoi-sepoi yang bisa membuat orang mengantuk.