![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Setelah kejadian itu, Kim Leonard tidak datang ke rumah Kim Hyena sama sekali. Satu minggu sudah lewat Kim Hyena merasa cemas dan kesal karena dalam satu minggu dia hanya bertemu dengan kim leonard dua hari saja. Kim Hyena mengirim pesan kepada kim leonard tapi tidak ada balasan.
“Ini sebabnya aku tidak suka jika lewat sms lebih baik lewat surat. Kau ada dimana?” tanya Kim Hyena pada diri sendiri.
“Apa dia masih malu bertemu dengan Bibi Lili dan Bibi Channa? Tapi itu 'kan sudah lama!” gumam Kim Hyena kesal. Bibi Lili yang melihat Kim Hyena kebingungan menjadi penasaran sendiri.
“Nona muda! Ada apa?” tanya Bibi Lili.
“Bibi! Sampai sekarang Kim Leonard tidak ada kabar, aku menjadi khawatir jika terjadi sesuatu.” Jawab Kim Hyena cemas.
“Mungkin dia ada urusan mendadak, Nona muda tenang saja!" Bibi Lili mencoba meyakinkan Kim Hyena.
“Tapi kenapa dia tidak mengabari ku. Kalau itu sangat penting sekali, setidaknya dia bisa mengabari ku lewat pesan.” Kesal Kim Hyena.
“Nona muda jangan khawatir, Kim Leonard tidak akan meninggalkan Nona begitu saja!” Bibi Lili tersenyum begitu juga Kim Hyena yang membalas senyumannya. Saat Kim Hyena bermain di rumah Bibi Channa, dia penasaran dengan keluarga Bibi Channa.
“Bibi, apa putra Bibi tidak pulang?” tanya Kim Hyena.
“Mereka bilang satu bulan lagi mereka akan pulang, karena di sana banyak sekali pekerjaan!!” jawab Bibi Channa.
“Sudah berapa lama Bibi berteman dengan Bibi Yoona?” tanya kim hyena lagi.
“Emm. Saat Bibi masuk SMA, Bibi bertemu Yoona, dia sangat baik sehingga mengajak Bibi bicara, dan lama-lama kami menjadi dekat.” Jawab Bibi Channa. tiba-tiba ponselnya berdering, dia melihat bahwa telfon itu dari Kim Leonard, dengan cepat Kim Hyena mengangkatnya karena itu dari Kim Leonard.
“Kau ada dimana? Kenapa kau tidak ada kabar selama ini, aku kadi khawatir.” Pertanyaan Kim Hyena membuat Kim Leonard tidak bisa menjawab.
“Tenang dulu, pertama aku minta maaf karena tidak mengabari mu, yang kedua ada yang ingin aku tunjukan padamu, yang ketiga aku punya permintaan.” Jawab Kim Leonard.
“Permintaan apa? Kau baru menelfonku lalu meminta permintaan, kekasih macam apa kamu?” Kim Hyena mengerutkan dahinya.
“Aku mengirimkan sesuatu, sebuah kotak berwarna biru ada di meja kamarmu kau lihat saja sendiri, disana ada suratnya juga!!” Kim Leonard langsung mematikan telfonnya. Kim Hyena penasaran sekaligus senang dengan cepat dia berlari menuju kamarnya.
“Bibi aku pulang dulu ya!!” pamit Kim Hyena kegirangan. Bibi Channa yang tadinya asik mengobrol dengan Kim Hyena melihat tingkahnya heran, karena Kim Hyena yang tersenyum sendiri dan berlari begitu saja.
“Bibi senang kau menemukan orang yang kau cintai Kim Hyena!!” gumam Bibi Channa tersenyum. Di dalam kamar Kim Hyena melihat kotak yang di maksud Kim Leonard.
“Kotak— kotak biru?” mata Kim Hyena mencari kotak biru yang di maksud Kim Leonard. Ternyata kotak itu berada di meja samping tempat tidur miliknya. Kim Hyena menghampiri kotak itu, dia melihat ada sebuah surat di atasnya, Kim Hyena membuka surat itu dan membacanya.
Aku ingin kau memakai baju yang ada di dalam kotak ini. Na**nti malam aku akan menjemputmu**.
From
Kim leonard.
Kim Hyena tersenyum dan membuka kotak tersebut, benar di dalamnya ada sebuah baju dress yang sangat indah. Kim Leonard berniat memberi kejutan untuk Kim Hyena maka dari itu dia sengaja tidak menemui Kim Hyena selama itu, dasar pria, karena dia harus menghias sesuatu terlebih dulu. Karena sudah hampir malam Kim Hyena bersiap dan memakai baju yang di berikan oleh Kim Leonard. Kim Leonard yang sudah datang menjemput Kim Hyena, Kim Leonard terlihat tampan mengenakan kaos berwarna hitam dilapisi dengan jas berwarna putih.
“Apa kabar Bibi!” sapa Kim Leonard kepada Bibi Lili.
“Baik! Bagaimana denganmu?” tanya balik Bibi Lili
“Aku baik Bibi!” tersenyum.
“Kau mau mengajak Kim Hyena kemana?”
“Aku ingin mengajaknya ke suatu tempat,
karena sebentar lagi dia akan konser!"
jawab Kim Leonard.
“Pantas saja kau terlihat rapi dan tampan!” puji Bibi Lili kepada Kim Leonard.
“Terima kasih atas pujiannya!” jawab Kim Leonard tersenyum.
Suara langkah kaki membuat Bibi Lili dan Kim Leonard menoleh ke arahnya. Kim Hyena terlihat cantik dengan baju dress berwarna hitam dan rancangan mutiara yang melekat di bajunya, Kim Leonard memesan baju dress itu asli biatan jerman, karena itu khusus untuk Kim Hyena, juga riasan Kim Hyena yang natural membuatnya semakin terlihat cantik. Kim Leonard yang melihat penampilan Kim Hyena terpesona oleh kecantikannya ditambah lagi rambut kim hyena yang terurai memakai bando warna hitam dengan poni panjangnya terselip di belakang telinga.
“Aku sudah siap, ayo berangkat.” Ucap Kim Hyena tersenyum membawa gaya elegannya. Kim Leonard tersadar dari lamunannya, dan membalas senyuman Kim Hyena.
“Ayo..” Jawabnya.
“Bibi kami berangkat dulu!” pamit Kim Hyena, Bibi Lili mengangguk pelan.
“Bibi kami pergi dulu!” pamit Kim Leonard.
“Jaga Nona mudaku baik-baik, jangan sampai dia menangis!” pinta Bibi Lili tersenyum.
“Siap Bibi!” balas Kim Leonard tersenyum. Saat keluar rumah, Bibi Channa menyapa mereka berdua.
“Kalian mau kemana?” tanya Bibi Channa.
“Kami mau berkencan Bibi!!” jawab Kim Hyena tersenyum, Bibi Channa ikut tersenyum.
“Ooo! Sebab itu kau berlari tadi.” Kata Bibi Channa.
“Iya, maaf Bibi!” kata Kim Hyena, tidak enak dengan tadi.
“Tidak masalah!” jawab Bibi Channa.
Mereka berangkat menggunakan mobil milik teman Kim Leonard, karena mobilnya masih berada di bengkel bersama dengan mobil Kim Hyena. Bisa dikatakan bahwa ini adalah kencan pertama mereka, dan bisa dikatakan, bahwa ini juga kencan terakhir mereka. Di dalam mobil, Kim Hyena sangat senang sekaki, ini kali pertamanya merasakan kencan bersama sang kekasih.
“Kita mau kemana?” tanya Kim Hyena yang tidak sabaran.
“Nanti kau lihat sendiri!” jawab Kim Leonard yang masih fokus menyetir. Kim Hyena melihat dress yang ia kenakan, begitu indah di matanya, Kim Hyena tidak pernah tahu dress ini di Korea.
“Dress nya sangat indah, kau beli dimana? Aku tidak pernah melihatnya?” tanya Kim Hyena.
“Aku memesan di butik temanku yang ada di Jerman, dress itu keluaran terbaru di Jerman saat ini!” jelas Kim Leonard.
“Benarkah, maka dari itu kau lama tidak menemuiku?” tanya Kim Hyena.
“Iya, benar.” Jawab Kim Leonard.
Kim Hyena membuka jendela mobil dan melihat keluar jendela. Dia mengingat pertama kali saat di ajak oleh Kim Leonard, saat itu Kim Hyena memandang ke arah jendela dengan datar tanpa senyuman, tapi kini dia tersenyum lebar.