MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
MENUNGGU.


(Kau adalah manusia angin, datang tiba-tiba dan pergi begitu saja.)


“Ayo kita pulang!” ajak Bibi Channa, perlahan Kim Hyena berdiri dengan di bantu oleh Bibi Lili dan Bibi Channa. Mereka memutuskan untuk pulang saja, dengan keadaan Kim Hyena yang masih menangis. Saat berjalan keluar, ternyata beberapa penggemar Kim Hyena masih berada di luar. Di antaranya ada yang melempar botol minuman kearahnya, penggemar sangat kecewa dan kesal dengan perilaku idolanya itu.


“Dia pantas mendapatkannya, lagian dia begitu sombong karena menjadi penari terkenal! Maka dari itu dia memenjarakan sahabatnya sendiri! Sekarang dia sudah mendapatkan balasannya, dengan kekasihnya yang meninggalkannya secara tiba-tiba.” Sindir para penggemar yang tidak memperdulikan perasaan Kim Hyena.


“Mungkin kekasihnya pergi karena tahu sifat aslinya, dasar pembunuh! Aku kecewa sudah mengidolakan mu.” Masih menyindir. Bibi Channa dan Bibi Lili hanya bisa diam, mereka memilih membawa Kim Hyena masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu, agar Kim Hyena tidak lagi mendengar ucapan pedas dari para penggemarnya.


“Jangan dengarkan itu Kim Hyena!” ucap Bibi Channa.


Kim Hyena hanya diam, dia sudah berhenti menangis, tapi kini hanya ada kebisuan saja, disisi lain hati Kim Hyena merasa sangat sedih karena para penggemarnya merasa sangat kecewa dengan sikapnya. Tapi Kim Hyena tidak bisa berkata jujur, demi menebus kesalahannya kepada Yoon Shi-a, dia harus rela di hina seperti itu. Sampai di rumah, Kim Hyena langsung berjalan masuk dengan pakaian yang sedikit berantakan, suami dan kedua putra Bibi Channa melihat kearahnya.


“Ibu ada apa dengan Kim Hyena?” tanya putra pertamanya kepada Bibi Channa.


Bibi Channa menceritakan detail masalah yang terjadi di konser tadi, mereka semua melihat Kim Hyena ikut sedih, selama ini Kim Hyena senang dan sekarang kesedihannya lebih parah. Di kamar, wanita cantik itu duduk di sofa kecil dekat jendela besar, dia melihat ke arah rumahnya juga langit malam, sambil menangis.


***


Berita Kim Hyena menyebar luas,setelah kejadian yang menyedihkan saat konsernya,


banyak orang yang mulai tidak menyukai Kim Hyena. Kini senyuman Kim Hyena kembali hilang seperti dulu, tapi dia tidak menyerah dan terus mengirim surat kepada Kim Leonard, menunggu balasan dan datang di tempat biasanya. Kim Hyena duduk di ruang tamu bersama dengan bibir Lili dan suami Bibi Channa yang sedang membaca koran. Saat melihat TV, ternyata beritanya tentang penari terkenal yaitu Kim Hyena, mereka juga menjulukinya penari terkenal yang menyedihkan.


“Berita terkini, penari internasional yang dulunya sangat terkenal akan kelincahan menarinya sehingga banyak sekali yang mengidolakannya! Tapi dengan kejadian semalam begitu sangat menyedihkan, bahkan para penggemar banyak yang merasa kecewa dengan prilaku sang penari! Tidak hanya itu banyak yang mengatakan bahwa penari Kim Hyena pernah membunuh calon suami sahabatnya sendiri dan memenjarakan sahabatnya tanpa alasan.” Berita menyebar luas.


“Penggemar mengatakan bahwa Kim Hyena saat ini sedang mengalami depresi, meski begitu sebagian orang juga sedih melihatnya saat ini karena dia adalah penari muda internasional pertama yang depresi! Dan orang menjulukinya sebagai, penari internasional yang menyedihkan.” Lanjut berita. Bibi Lili mengganti saluran televisinya, agar Kim Hyena tidak mendengar tentang kejelekannya di mata orang.


“Berita mu sudah menyebar Kim Hyena, apa kau tidak apa-apa?” tanya Bibi Lili.


“Tidak apa Bibi, lagi pula semua itu benar yang diberitakan, aku memang menyedihkan.” Jawab Kim Hyena datar.


“Kau yang sabar Kim Hyena, orang-orang memang seperti itu.” Kata suami Bibi Channa.


Tidak lama kemudian Bibi Channa masuk ke dalam, sambil membawa sebuah surat, dan memberikannya kepada Kim Hyena.


“Ini ada surat untukmu, tapi Bibi tidak tahu dari mana?” ucap Bibi Channa sambil memberikan suratnya kepada Kim Hyena. Kim Hyena membuka surat itu dan ternyata surat itu dari perusahaan tarinya.


“Besok perusahaan tari memanggilku dengan peringatan Bibi.” Jawab Kim Hyena. Mungkin ini saatnya bagi Kim Hyena untuk meninggalkan dunia menarinya.


***


Keesokan harinya, Kim Hyena berangkat menuju perusahaan tari, dengan wajah dinginnya yang dulu sudah hilang dan kini kembali lagi. Kim Hyena duduk menghadap ke orang-orang penting disana dan yang mempunyai hak gelar tari Kim Hyena.


“Bagaimana? Setelah yang terjadi di konser itu, semua orang jadi membencimu, juga reputasi mu kini menurun drastis.” Kata manejer. Kim Hyena masih diam mendengar semua ucapan menejernya.


“Dengan berita mu yang sudah mulai menyebar, kita tidak bisa apa-apa lagi! Banyak para penggemar yang kecewa dengan itu semua.” Kata menejer satunya. Karena Kim Hyena merasa bersalah pada semua orang dan tidak mau gembira di atas penderitaan orang lain, terutama sahabatnya, dia pun sudah memutuskannya. Kim Hyena memberikan sebuah surat pengunduran dirinya dan di letakan surat tersebut di meja para tetua.


“Aku mengundurkan diri dari gelar tari ku, kau bisa mencari pengganti yang lain, yang lebih baik dariku. Terima kasih aku pergi dulu.”


Ucapnya ketus lalu segera pergi. Tidak ada pilihan lain selain mengabulkan keinginan penari tersebut. Sebelum pulang Kim Hyena mampir ke tempat biasanya hingga hari hampir menjelang malam dia pulang, dia terus dan terus berharap, bahwa kesedihannya akan segera berakhir.


***


Five Years Later.


Empat tahun berlalu, kini Kim Hyena sudah bukan lagi penari terkenal, dia ingin bicara kepada Bibi Channa dan Bibi Lili.


“Bibi Lili bolehkah aku ikut bersamamu tinggal di Indonesia selamanya?” tanya Kim Hyena, yang tahu kalau Bibi Lili akan kembali pulang ke Indonesia.


“Tentu saja boleh.” jawab Bibi Lili. Bibi Lili tersenyum dan tidak keberatan karena Kim Hyena selalu memperlakukannya seperti keluarga bukan seperti pembantu.


“Terima kasih!!”ucap Kim Hyena masih tanpa senyuman.


“Lalu. Bagaimana dengan Kim Leonard?” tanya Bibi Channa. Mendengar itu, Kim Hyena menghela nafasnya, seakan dia tidak memiliki kesempatan dan harapan lagi, untuk bersama dengan Kim Leonard, meski begitu dia masih memilih setia dengan menunggu malaikat penolongnya itu.


“Aku tidak tahu, tapi aku akan selalu menunggunya.” Jawabnya.


Sebelum pergi ke Indonesia untuk selama-lamanya, Kim Hyena meletakan sebuah memori di meja kamar yang ia tempati, dan berharap bahwa ada yang menemukan memori tersebut. Empat tahun itu Kim Hyena tidak berhenti mengirim surat kepada Kim Leonard dan selalu menunggunya di tempat biasanya. Meski dia tahu bahwa itu semua percuma.


(Aku akan selalu menunggumu meski itu percuma, karena aku percaya akan janjimu padaku, aku tidak peduli akan ucapan orang padaku, yang ku ingin hanya bertemu denganmu dan mendengar cerita yang sebenarnya.)