![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Di dalam pesawat. Sofia masih terdiam memikirkan sesuatu, entah apa itu? Sampai, ditengah lamunannya ponsel miliknya berbunyi sehingga membuat ia sadar kembali.
“Halo, ada apa pak Rangga?” tanya Sofia.
“Bagaimana? Apa kau sudah menulis novel barumu?” tanya balik pak Rangga.
“Belum, aku sedang berusaha. O, iya pak, apa bapak tahu di mana alamat perusahaan tuan Kim Leonard!” tanya Sofia.
“Untuk apa?” tanya balik pak Rangga.
“Ceritanya panjang, tolong pak beritahu aku ya, please!!” mohon Sofia sedikit tersenyum.
“Baiklah, nanti aku kirim.” Ucap pak Rangga, membuat Sofia senang.
“Terima kasih pak!!” ucap Sofia langsung menutup telfonnya.
“Dasar anak itu selalu saja.” Ucap pak Rangga heran dengan perilaku Sofia.
Pramugari menghampiri sofia dan menawarkan makan siang, awalnya pramugari itu bicara dengan bahasa Korea, tapi Sofia mengatakan, bahwa dirinya hanya bisa berbahasa Inggris saja. Beruntungnya pramugari itu bisa berbahasa Inggris.
“What do you want for lunch, miss??” tanya pramugari dengan bahasa Inggris.
“Em ... jajangmyeon, dan minumannya soda!” jawab sofia tersenyum.
“Tolong tunggu sebentar nyonya!” ucap pramugari itu. Beberapa lama kemudian, pesanan sofia datang, karena perut sofia sangat lapar, dia segera memakannya dengan lahap, karena perjalanan masih kurang beberapa jam lagi.
“Aku harus menahan pantatku yang akan terasa keram nanti!!” gumam Sofia.
***
Berlin — Jerman.
Pesawat yang dinaiki Sofia sebentar lagi akan mendarat di kota Berlin di Jerman. Ia bersiap-siap untuk berpetualang lagi. Lama kemudian akhirnya Sofia turun dari pesawat dan segera menuju ke perusahaan Kim Leonard dengan alamat yang diberikan oleh pak Rangga.
“Wah.. Aku tidak tahu kalau disini musim salju, ini artinya aku harus membeli jaket yang lebih tebal lagi! Tapi apa uangku cukup ya!” gumam Sofia setelah keluar dari bandara.
“Sudahlah, semoga saja cukup. Semangat Sofia sebentar lagi kau akan menjadi penulis terkenal!! Hahaha ... !” gumamnya lagi tersenyum. Udara di Berlin cukup dingin ditambah lagi musim salju, membuat Sofia hampir saja tidak kuat karena belum terbiasa menerima udara sedingin itu.
(D**i bawah butiran salju, aku rentangkan tanganku, dan berharap bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang yang juga mencintaiku, sama seperti cinta Kim Hyena kepada Kim Leonard.)
Tidak terasa Sofia sudah ada di depan perusahaan milik Kim Leonard, tidak ingin membuang waktu Sofia masuk kedalam dan bertanya kepada salah satu karyawan di sana.
“Excusme, you speak Inggris?” ucap Sofia.
“Yes!” jawab karyawan itu tersenyum. Sofia lega karena dia bisa bahasa Inggris, jika tidak Sofia harus mengeluarkan terjemahan lagi nanti. Mereka menggunakan bahasa Inggris saat bicara.
“I want to meet Mr. Kim Leonard!” ucap Sofia.
“Saya sekertarisnya, apa anda sudah membuat janji?” tanya sekretaris Kim Leonard.
“Belum, tapi saya seorang penulis dari Indonesia yang sudah melakukan perjanjian dengan tuan Kim Leonard!” Sofia berharap bisa bertemu secepat mungkin. Beruntungnya Sofia sekretaris Kim Leonard membolehkan dan mengantarnya menuju ruangan Kim Leonard. Sesampainya didepan ruangan Kim Leonard, Sofia tersenyum dan berterima kasih.
“Thank you!!” ucapnya.
“Sofia?” ucapnya tersenyum, yang ternyata masih mengenali Sofia.
“Yes!” jawab Sofia balas senyum.
“Sit down!” pinta Kim Leonard menyuruh Sofia duduk di sofa panjang, Sofia menurut dan duduk disana.
“Ada apa kau sampai datang kemari, apa sangat penting?” tanya Kim Leonard berpindah duduk di hadapan Sofia.
“I want to ask something, can I??” tanya Sofia sedikit gugup.
“Of course!!” masih tersenyum kepada Sofia.
“Do you often get letters from someone?(Apa anda sering mendapatkan surat dari seseorang?)” tanya Sofia. Kim Leonard berusaha memikirkannya, lalu dia ingat bahwa ada seseorang yang tidak dikenal mengirim surat padanya.
“Iya, sepertinya dia wanita, setiap hari minggu dia selalu mengirim surat kepadaku. Tapi satupun aku belum membukanya, karena itu pasti dari orang yang salah kirim.” Jelasnya.
“Apa anda kenal dengan mantan penari terkenal asal Korea?” saat Sofia membicarakan tentang penari, kepala Kim Leonard mulai sakit.
“Aku tidak mengenalnya.” Jawab Kim Leonard, Sofia terkejut. Itu berarti Kim Leonard masih amnesia.
“Tolong, anda ingat penari terkenal itu, aku mohon.” Ucap Sofia memohon. Tapi Kim Leonard malah memegang kepalanya.
“Aku tidak pernah memiliki hubungan dengan seorang wanita manapun, apalagi penari terkenal!” jelas Kim Leonard yang masih kesakitan.
“Kim Hyena, apa anda tidak kenal nama itu?” lanjut Sofia.
“Tolong hentikan, berhentilah berkata tentang penari, itu membuat kepalaku sakit.” Ucap Kim Leonard kesakitan.
“Itu karena anda pernah menjalin hubungan dengan seorang penari!!” Sofia berusaha meyakinkan Kim Leonard.
“Tolong hentikan, pergilah dari sini.” Pinta Kim Leonard dengan suara sedikit tinggi.
“Anda hanya amnesia, tolong berusahalah mengingat sesuatu, kasihan Kim Hyena sudah menunggu anda selama 8 tahun. Dia selalu berharap anda datang memenuhi janji anda.” Jelas Sofia sangat memohon agar Kim Leonard mau berusaha mengingatnya kembali. Meski sudah berusaha, tapi jawaban Kim Leonard sama saja, malahan dia menyuruh sofia untuk segera pergi dari ruangannya.
“Pergilah dari sini.” Sentak Kim Leonard dengan kepala yang sakit dan kini mulai mereda.
“Maaf jika membuat kepala anda sakit. Tapi ingatlah, anda hanya amnesia! Ingatan anda bisa kembali kapanpun! Aku pamit dulu! Maaf.” Lanjut Sofia, tidak bisa apa-apa melihat Kim Leonard kesakitan setelah mendengar soal penari. Sofia bingung harus bagaimana lagi meyakinkan dan mengembalikan ingatan Kim Leonard lagi. Didalam ruangan Kim Leonard mengingat nama Kim Hyena yang di ucapkan Sofia, nama itu sama dengan surat yang selalu ia terima tapi tidak pernah dibuka. Kim Leonard ternyata masih menyimpan surat itu, berharap kalau orangnya datang mengambil suratnya, tapi sampai sekarang orang itu tidak datang, malah terus-menerus mengirimkan suratnya kepada Kim Leonard. Kim Leonard mengingat ucapan Sofia.
“Apa benar aku mengenal wanita itu?” gumamnya sambil mengingat pertemuannya dengan Kim Hyena waktu di Indonesia.
Dia menuju laci dan membuka laci tersebut,
ternyata benar banyak sekali tumpukan surat dari Kim Hyena, dia membuka dan membacanya, berusaha mengingat meski kepalanya sakit. Selesai membaca semua surat itu dan menahan rasa sakit di kepalanya. Akhirnya ingatan Kim Leonard kembali lagi, dia mulai meneteskan air matanya.
“Kim Hyena!!” tersenyum tipis, dengan tergesa-gesah Kim Leonard berlari keluar mencari keberadaan Sofia. Sedangkan Sofia yang dari tadi bingung memikirkan cara, dia duduk di taman yang terpenuhi oleh salju, taman itu tidak jauh dari perusahaan Kim Leonard. Sudah lama berputar-putar mencari, akhirnya ketemu juga, dari belakang Kim Leonard memanggil nama wanita yang tengah duduk di tengah-tengah turunnya salju.
“Sofia!” Sofia menoleh mendengar namanya dipanggil.
“Aku sudah ingat semuannya!!” ucapnya tersenyum. Sofia terkejut sekalipun tersenyum lega dan bahagia mendengarnya.