MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
AKHIR CERITA.


Setelah selesai bersenang-senang semalaman, Kim Leonard dan Kim Hyena memilih menginap semalaman dirumah Sofia.


“Kami tidak bisa lama-lama, mungkin besok pagi kami kembali ke Jerman!” ucap Kim Hyena pada Sofia.


“Iya tidak apa, tapi untuk malam ini kalian menginap saja di rumahku.” Pinta Sofia. Kim Hyena setuju begitu juga Kim Leonard. Keesokan harinya Kim Hyena dan Kim Leonard berpamitan kepada Sofia dan juga keluarga Sofia.


“Aku akan mengantar kalian sampai bandara!”


ucap Sofia.


“Baiklah!” jawab Kim Hyena tersenyum.


“Senang mengenal kalian, terima kasih sudah mau menerima kami dengan sangat ramah! Aku akan kembali, kapan-kapan aku akan berkunjung lagi kemari!” ucap Kim Hyena juga Kim Leonard.


“Hati-hati di jalan!” balas keluarga Sofia.


Lalu Sofia ikut pergi mengantar Kim Leonard dan juga Kim Hyena ke bandara, dengan menaiki mobil Kim Leonard, entah itu mobil siapa yang pasti bukan dari hasil mencuri. Kim Hyena dan Kim Leonard sebetulnya tidak ingin pulang terlalu cepat ke Jerman, tapi mereka sudah memesan tiket dan terlanjur satu hari. Saat pulang Sofia akan naik grab sendirian lagi tidak ada pasangan, menyedihkan.


***


Sampai di bandara yang terkenal di Indonesia, yaitu Soekarno Hatta di Jakarta, mereka pamitan satu kali lagi.


“Maaf tidak bisa lama disini, tapi lain kali aku akan datang lagi dan menginap lebih lama lagi ya!!” Kim Hyena tersenyum dan memeluk sofia.


“Dan semoga kau selalu sukses menjadi seorang penulis.. !” ucap Kim Leonard.


“Terima kasih!” jawab Sofia.


“O,iya, dan aku akan doakan supaya kau cepat mendapatkan pasangan yang cocok denganmu!!” goda Kim Hyena.


“Iya.. Terima kasih!” ketus Sofia.


“Nanti kapan-kapan giliran aku yang berkunjung! Omong-omong sekarang kalian tinggal di mana?” tanya Sofia.


“Di Jerman, disana kan rumah suamiku!” jawab Kim Hyena.


“Kalau begitu, aku akan berkunjung di Jerman.” Ucap Sofia.


“Aku akan merindukanmu lagi!” ucap Kim Hyena kepada Sofia.


“Aku juga, tapi kakak jangan khawatir, aku akan bermain disana!” ucap Sofia. Dengan waktu singkat mereka menjadi teman akrab.


Kim Leonard menjadi obat nyamuk melihat dua wanita yang sedang asik melepas rindunya, hingga tidak sadar akan orang yang tengah berdiri menunggu mereka selesai. Lalu mereka mulai berpamitan dan pergi ke arah masing-masing. Kim Hyena dan Kim Leonard sudah berangkat, sedangkan Sofia yang sudah keluar dari bandara, tiba-tiba mendapat telfon dari temannya yaitu Putri.


[“Ada apa?”] tanya Sofia.


[“Aku ingin mengajakmu ke mall, aku mau beli sesuatu!”] jawab Putri.


[“Apa sekarang?”] sedikit malas.


[“Apa kau lupa akan janjimu padaku ha.. ?”] ucap putri mengingatkan janji Sofia.


Sofia ingan dan mulai tersenyum lebar.


[“iya aku ingat... Baiklah aku akan kerumahmu!”] ucap Sofia.


[“Baiklah!”] Sofia mematikan telfonnya dan segera menuju ke mall yang di maksud oleh Putri, mall taman anggrek, mall paling terbesar dan termewah di Jakarta. Beberapa jam kemudian setelah bertemu dengan Putri kini mereka masuk ke dalam mall.


“Memang kau mau beli apa?” tanya Sofia di sela-sela berjalannya menyusuri mall dengan Putri.


“Aku mau beli boneka K-Pop idolaku!!” jawab Putri tersenyum lebar. Putri berhenti dan menunjuk toko yang sangat ramai akan pengunjung, toko itu juga memiliki tiga tangga.


“Itu, akhirnya ketemu juga!” gumam Putri senang.


“Jadi... Kau akan kesana bukankah itu ramai sekali?” ucap Sofia.


“Iya, tapi aku tidak peduli! Ayo kesana aku tidak mau sampai kehabisan nanti!” ucap Putri sambil menarik-narik tangan Sofia.


“Aku tidak mau, itu ramai sekali, bagaimana kalau aku menunggu saja disini kau masuklah dan beli boneka yang kau mau oke!” ucap Sofia. Memang Sofia tidak suka jika melihat toko yang sangat ramai, dia akan menunggu toko tersebut sampai sepi kembali. Tapi tidak dengan temannya yang satu ini, dia tidak sabaran.


“Ayolah! Kau kan sudah janji mau belikan apa saja yang aku mau, apa sekarang kau mengingkari janjimu setelah menjadi penulis terkenal.” Ketus Putri cemberut.


“Jika tidak mau, maka aku akan berteriak bahwa kau penulis novel Kim Hyena!” belum sempat mengatakannya, mulut Putri sudah di sumbat oleh tangan Sofia.


“Baiklah!” Sofia tidak punya pilihan lain diapun menuruti Putri, meski dia tidak suka dengan toko yang sangat ramai pasti rasanya sesak.


Saat didepan toko banyak sekali orang di sana yang berebut boneka K-Pop itu.


putri masuk dengan berdesak-desakan, Sofia yang ditinggal Putri duluan diapun juga mencoba menerobos orang-orang itu. Tapi saat mencoba menerobos malah dia yang kena senggol oleh orang sehingga membuatnya oleng dan hampir terjatuh karena toko itu memiliki tangga membuat Sofia terjatuh. Tapi saat Sofia membuka mata dia merasakan bahwa dirinya tidak jatuh, melainkan jatuh di punggung seorang pria. Pria itu membalikan badannya dan menangkap tubuh Sofia, belum sempat Sofia melihat wajahnya, pria itu langsung pergi begitu saja.


“Terima kasih!” ucap Sofia yang ternyata di kacangin. Pria itu berjalan pergi sambil melambaikan tangannya kepada Sofia tapi tidak menunjukan wajahnya. Sofia hanya melihat belakangnya saja, kini dia dibuat penasaran.


“Siapa dia, kenapa pergi begitu saja?” gumam Sofia yang masih melihatinya dari tadi. Lalu Putri menghampiri Sofia yang masih terdiam setelah sudah mendapatkan boneka yang diinginkannya.


“Ada apa?” tanya Putri membuat Sofia terkejut.


“Tidak, hanya saja aku melihat pria aneh!” jawab Sofia tersenyum tipis.


“Benarkah? Apa kekasihmu?” tanya Putri menggoda Sofia.


“Tentu saja bukan! Kapan kau melihatku suka dengan pria?” tanya Sofia.


“Maka dari itu carilah pacar!” ejek Putri karena dirinya kini sudah memiliki kekasih sedangkan Sofia sampai sekarang belum mendapatkannya sama sekali. Bukaan berarti Sofia tidak normal, ya.


“Lalu kita mau kemana?” tanya Sofia kepada Putri.


“Kita akan jalan-jalan disini, ini kan mall terbesar di Indonesia, kita harus menikmatinya!” jawab Putri.


“Bukankah kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan?” tanya Sofia lagi.


“Memang, tapi apa kau tidak mau bersenang-senang denganku, aku kan rindu denganmu!” jawab Putri jujur.


“Benarkah!” ucap Sofia jadi terharu, Sofia memeluk Putri, begitu juga Putri yang membalasnya. Kini di tengan banyak orang kedua gadis itu berpelukan tanpa rasa malu meski banyak yang melihat ke arah mereka.


“Sudah-sudah lepaskan, ayo pergi!” ajak Sofia melepas pelukannya. Mereka pergi berjalan mengelilingi mall sambil mencari barang yang mereka masih inginkan. Dengan sangat sabar Sofia mengikuti langkah dan keinginan sahabat lamanya itu.


Lama mengelilingi mall, Sofia dan Putri kini menggenggam belanjaan yang cukup banyak di tangan mereka. Sebenarnya belanjaan itu milik Putri, milik Sofia hanya dua kantong plastik saja. Itu saja cuma bahan makanan untuk keluarganya dan untuknya.


(Tidak ada yang tahu, bagaimana takdir seseorang, kita sebagai manusia hanya bisa menjalaninya saja, berharap sesuatu yang baik untuk takdir kita masing-masing.)