MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
MENDAPATKAN YANG TERBAIK.


Di dalam mobil kevin hanya ada james dan kevin, sofia sengaja tidak ikut, dan membiarkan mereka berdua agar dekat.


“Are you a real German (apa kau asli orang jerman)?” tanya kevin yang masih menyetir.


“Yes! end you?” tanya balik james yang melihat wajah kevin tidak seperti orang indonesia.


“I have Chinese and Indonesian blood (aku berdarah cina dan indonesia)!” jawab kevin datar.


“How long have you known Sofia (sudah berapa lama kau mengenal sofia)?” tanya james.


“Long enough (cukup lama)!” jawab kevin. Mereka berhenti bicara sejenak, sambil memikirkan sesuatu entah apa itu.


“Listen, I took you because Sofia, not because of my desire (dengar aku mengantarmu karena sofia, bukan karena keinginanku)!” kata kevin.


“I know ( aku tahu)!” balas james. Kevin teringat dengan kalung yang james berikan kepada sofia.


“Kenapa kau memberikan kalung kepada sofia?” tanya kevin.


“Aku tidak tahu! hanya saja aku ingin selalu ada disisinya!” jawab james, seketika kevin tertawa mendengarnya.


“Apa kau menyukainya?” tanya kevin masih tertawa.


“Mungkin!” jawaban james membuat kevin terdiam.


Melihat kevin terdiam, james tersenyum kecil dan puas, seperti melawan dengan cara halus, setelah itu mereka sampai di hotel yang sofia suruh tadi, james turun dari mobil, sedangkan kevin masih setia duduk di dalam.


“Terima kasih!” ucap james melihat ke luar jendela.


“Iya!!” jawab kevin.


“Ada yang ingin kutanyakan padamu?” tanya james.


“Apa?” tanya balik kevin.


“Dari semua pertanyaan mu tadi, sepertinya kau menyukai sofia, benar?” tanya james tersenyum.


“Sama sepertimu, mungkin!” jawab kevin tersenyum, lalu melajukan mobilnya. James masuk ke dalam hotel dan mulai memesan kamar, sedangkan kevin merasa kesal juga takut kalau dia tidak bisa mendapatkan sofia. “Kenapa dia harus datang?” gumamnya kesal.


***


Karena besok hari minggu, sofia berniat mengajak dua teman prianya itu untuk pergi bersama, dan bersenang-senang. Sofia yang sudah menunggu hampir satu jam berdiri di depan cafe yang ada di luar jalan. Kedua pria itu berpikir akan mengatakan perasaan yang sesungguhnya kepada sofia.


Tidak lama dua pria itu datang bersamaan dengan membawa segerombol bunga masing-masing di genggaman tangan kedua pria itu. James mengulurkan bunga yang ia bawa dari arah kanan sofia, sedangkan kevin dari arah kiri. Kini posisi sofia berada di tengah-tengah bunga yang sama-sama indah.


James dan kevin terkejut melihat satu sama lain, sedangkan sofia mengerutkan kedua alisnya, memandang ke depan dengan tatapan bingung.


“Kenapa dia ada disini?” tanya kevin kepada sofia menggunakan bahasa indonesia.


“I thought we were only two (aku pikir kita hanya ber dua)!” ucap james yang diketahui kevin.


“Kau pikir kau bisa berduaan dengan sofia saat masih ada aku disini?” ucap kevin tidak terima.


Sofia mengajak mereka berdua duduk di cafe belakang sofia dan menjelaskannya, dua pria itu tidak bisa menolak. Sofia mengajaknya ke tempat yang sedang ramai pengunjung dan peminat di indonesia, di monas dengan berjalan kaki sambil menikmati perjalanan mereka bersama-sama.


“And you, do you always like to comment on people ( dan kau, apa kau selalu suka mengomentari orang)?” tanya balik james. Sofia yang mendengarnya hanya tersenyum, karena sofia berjalan lebih dulu, mereka pikir sofia tidak mendengarnya, selama perjalanan sofia mendengar mereka saling mengejek.


(Saat hati dan pandangan terbuka, kita tidak akan memikirkan masa lalu.)


Hingga sampai ke tujuan, sofia berhenti dan menoleh kebelakang, seketika obrolan mereka juga ikut berhenti.


“Come on, take a photo with your camera (ayo berfoto dengan kamera mu)!” ajak sofia.


James setuju, melihat james setuju, kevin juga ikutan setuju, mereka meminta tolong kepada seseorang yang ada disana untuk memotret mereka bertiga. Awalnya sofia berada di kanan dan james di tengah dekat kevin, kevin tidak terima dan berpindah di sebelah sofia lalu bersiap foto. Selesai berfoto, sofia mencoba bermain gelembung sabun, tidak terasa kalau dua pria itu menikmatinya, meski banyak yang melihat ke arah mereka, banyak kaum wanita yang melihat ketampanan james dan kevin, juga merasa iri pada sofia seperti dikawal oleh dua bodyguard tampan. Selesai bermain, mereka mencoba makan pangsit di pinggir jalan, ini kali pertamanya buat james, kevin pernah memakannya tapi hanya satu kali.


“Cobalah, ini sangat enak!” ucap sofia kepada james. James mencobanya, dan sesekali menyuapi sofia juga. “Haish.. pria ini mencoba membuatku cemburu, dia pikir aku tidak bisa!” batin kevin. Kevin juga menyuapi minuman kepada sofia, kini mereka saling berebut suapan kepada sofia.


“Stop it (hentikan)!” teriak sofia yang mulutnya penuh dengan makanan hingga belepotan. James dan kevin berhenti karena melihat sofia yang kini penuh dengan makanan karena mereka.


“You guys, what's wrong with you (kalian, ada apa dengan kalian)? haish.. just spoil the atmosphere (merusak suasana saja)!” ucap sofia lalu berdiri dan pergi pulang sendiri.


Kedua pria itu mengejar sofia, tapi sofia masih marah dan memilih pulang sendiri, kini bukannya senang malah membuat wanita itu marah. Sofia yang berjalan sambil membersihkan mulutnya yang banyak sekali sisa noda makanan dengan tisu, dan bertemu putri di rumahnya.


***


Di dalam kamar putri, sofia menceritakan semuanya kepada temannya itu.


“Bukannya berteman, mereka malah bersaing dan kau tahu apa yang paling parah! aku yang dijadikan bahan percobaannya.” Jelas sofia.


“Aku rasa kau bukan bahan percobaannya!” ucap putri tersenyum.


“Maksudmu?” tanya sofia tidak tahu.


“Aku rasa mereka menyukaimu dan saling berebut untuk mendapatkan hatimu dengan cara melakukan yang terbaik di matamu!” jelas putri. Sofia terdiam, berpikir bahwa itu semua tidak mungkin, karena mereka hanya teman saja tidak lebih, lagipun sofia tidak pernah mendapatkan seorang pria, dan ini dua pria tampan sekaligus.


“Ha.. itu tidak mungkin! kau ini asal saja bicaramu!” balas sofia.


“Terserah!” ucap putri.


Memang, akhir-akhir ini sofia merasakan bahwa dirinya sedang merasa ada yang berbeda dalam hatinya, tapi dia tidak tahu terhadap siapa.


***


James dan kevin juga pergi masing-masing sambil berpikir, bagaimana membuat sofia memaafkan mereka.


“Why me, why do I want to make Sofia interested (kenapa denganku, kenapa aku ingin membuat sofia tertarik)?” tanya batin james.


Sama dengan perasaan james, kevin juga merasakan hal yang sama di dalam hatinya. Sofia masih memikirian tentang ucapan putri tadi, dia merasa itu hanya omong kosong saja.


“Ha.. dua pria itu membuatku bingung saja! kenapa aku dipertemukan dengan mereka jika jadinya seperti ini!” gumam sofia dengan melihat ke atas langit-langit. Kini dia sedang berjalan menuju rumahnya, dengan perlahan dia berjalan dengan mendongakkan kepalanya karena merasa bingung sendiri dan kasihan dengan dirinya.


“Haish.. jika aku memikirkan nya, itu hanya membuatku pusing! tapi saat itu aku merasa rindu dengannya!” gumam nya lagi. Tidak terasa sofia sudah sampai di rumahnya, melihat putrinya sudah kembali, ayah sofia dan ibunya merasa bingung.


“Kau terlihat sangat lelah sekali!” tanya ayahnya.


“aku masuk dulu!!” pamit sofia masuk ke kamar dan berbaring dengan wajah lesu.