![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Waktu masih begitu panjang, Sofia dan James masih menikmati kesenangannya di Brandenburg Gate. Langkah Sofia terhenti melihat para musisi jalanan yang tengah asik bernyanyi disana, Sofia tersenyum dan terbawa suasana dengan musiknya.
“Disini memang banyak sekali event-event yang menarik! Dan salah satunya ini!” jelas James. Lalu James mengajak Sofia ikut perang bantal di sana bersamanya.
“Kau ingin ikut perang bantal?” ajak James, Sofia tersenyum.
“Apa itu ada?” tanya Sofia.
“Tentu saja! Ayo!” ajak James menarik tangan Sofia.
Saat berjalan menuju orang-orang yang sedang menikmati perang bantalnya, Sofia terkagum melihat para murid beserta gurunya datang untuk mempelajari juga berwisata. Sesampainya disana, James memberikan sebuah bantal kepada Sofia, dia juga bawa satu bantal.
“Are you ready (Apa kau siapa)?” ucap James bersiap-siap memukul Sofia dengan bantalnya.
“Ready (siap).” Jawab Sofia juga bersiap-siap.
“One, two, three!!” ucap bersamaan Sofia dan James, saat hitungan ketiga, mereka mulai memukul satu sama lain menggunakan bantal empuknya, hingga terbawa suasana. Tidak hanya bermain dengan James, Sofia juga perang bersama orang-orang yang juga ikut permainan tersebut, meski orang-orang itu asing, tapi Sofia merasa senang. Sedangkan Putri dan Jigs memilih berjalan menikmati suasana, hingga mereka berdua duduk karena merasa lelah.
“We didn't know each other before (sebelumnya kita belum mengenal satu sama lain).” Ucap Jigs, membuat Putri bingung.
“What if we get acquainted again (bagaimana jika kita berkenalan lagi)?” tanya Jigs, Putri tersenyum dan menganggukkan pelan kepalanya.
“Kau orang mana?” tanya Jigs kepada Putri.
“Indonesia! Dan kau, apa asli Jerman?” tanya balik Putri.
“Iya!” jawab Jigs, mereka berdua saling tersenyum. Putri melihat ada para tentara Jerman yang tengah berdiri di antara orang-orang yang berwisata di sana.
“Kenapa ada tentara?” tanya Putri sambil menunjuk ke arah tentara itu, seketika Jigs menoleh ke arah yang di tunjuk putri.
“O.. Itu bukan tentara asli! Mereka sama seperti kita, hanya seorang wisatawan! Mereka hanya menyewa dan memakai seragam tentara Jerman.” Jelas Jigs tersenyum, kini Putri mengerti.
“Memang ada apa saja disini?” tanya Putri.
“Banyak sekali, jika kau ingin bertanya soal wisata, temanku James yang tahu banyak!” jawab Jigs.
“Maksudmu James yang bersama temanku Sofia?” tanya Putri lagi, Jigs mengangguk.
“Kalau begitu, aku tidak bisa menikmati wisata disini!” ucap Putri cemberut.
“Kenapa?” tanya Jigs.
“Karena aku tidak mau mengganggu hubungan temanku dan temanmu itu! Kau tahu ini kali pertamanya temanku bergaul dengan seorang pria!” jelas Putri.
“Kenapa cemas! Aku juga bisa menemanimu!” ucap Jigs, Putri dibuatnya malu dengan tawaran pria tampan, mantan kekasihnya saja tidak setampan pria yang ada di depannya saat ini.
Disisi lain, Sofia yang sudah mulai lelah, akhirnya memilih berhenti juga diikuti oleh James, kini mereka duduk sejenak. Sekali lagi James mengeluarkan kameranya dan mulai memotret keadaan sekitar, tapi tidak hanya memotret saja, dia juga mencari makna di baliknya.
“Apa kau hobi memotret? Atau kau seorang fotografer?” tanya Sofia.
“Aku suka memotret dan kebetulan aku juga seorang fotografer!” jawab James yang tadinya sibuk memotret kini melihat kearah Sofia sambil tersenyum.
“Pantas saja! Kau orang Jerman? Atau seorang wisata dari luar negeri sama sepertiku?” tanya Sofia lagi.
“Indonesia!” jawab Sofia tersenyum.
Tidak begitu lama, kini Sofia sudah sedikit dekat dengan James, tapi entah kenapa dia merasakan kenyamanan saat berada di sisinya. Sofia yang melihat awan yang menjelang sore, seketika dia berdiri dan membuat James juga ikut berdiri.
“Ada apa?” tanya James.
“Aku harus kembali, karena ini sudah menjelang sore! Lagipun aku tidak tahu wisata apa lagi yang ada di Jerman.” Jelas Sofia. Putri yang berpikiran sama dengan Sofia, dia mencari keberadaan Sofia, dan akhirnya bertemu juga, segeralah Putri dan Jigs menghampiri Sofia yang masih berdiri bersama James.
“Syukurlah kau sudah datang! Ini saatnya kita kembali.” Ucap Sofia yang berbicara menggunakan bahasa Indonesia bersama Putri. James dan Jigs hanya melongo mendengar percakapan dua wanita itu menggunakan bahasa yang tidak di mengerti oleh para pria itu.
“Aku akan menelfon kak Kim Hyena!” ucap Sofia, saat hendak menelfon, James menghentikannya.
“Aku tidak tahu bahasa kalian, tapi aku tahu kalian ingin kembali ke rumah! Maka kami akan mengantar kalian.” Tawar James.
“Benarkan Jigs.” Lanjutnya menoleh ke arah Jigs, Jigs tersenyum dan setuju dengan ucapan James. Sofia dan Putri sangat berterima kasih sekali karena mereka mendapat tumpangan, jadi mereka tidak perlu menyusahkan Kim Leonard yang masih bekerja.
“Sebentar aku akan menelfon seseorang!” ijin Sofia menelfon Kim Hyena.
“Ada apa Sofia?” tanya Kim Hyena yang sudah mengangkat telfonnya.
“Kakak tolong bilangkan kepada kakak Kim Leonard supaya tidak menjemput kami.” Ucap Sofia meminta tolong.
“Baiklah!!” jawab Kim Hyena, lalu mereka pamitan dan mematikan telfon masing-masing.
Selesai menelfon Kim Hyena, Jigs dan James menuju ke parkiran mobil, sedangkan Sofia dan Putri menunggu di luar parkiran, tidak lama mobil datang dan kedua wanita itu masuk kedalam dan duduk di belakang. Di perjalanan Sofia dan Putri sekalian melihat pemandangan awan yang berwarna orange karena hari sudah menjelang sore.
“Apa ini mobil kalian?” tanya Sofia.
“Tidak! Ini mobil Jigs!” jawab James, Sofia tersenyum begitu juga Putri. Lama di perjalanan, kini mereka sudah sampai di rumah Kim Leonard, saat James melihat rumah itu, sepertinya dia pernah kemari.
“Apa ini rumah kalian?” tanya James, mereka berempat sudah turun dari mobil untuk berpamitan.
“Tidak, ini rumah kakak Kim Leonard! Mana mungkin ini rumah kami, kan aku disini hanya berlibur!” jawab Sofia.
“Kim Leonard! Aku mengenalnya!” ucap James yang sudah ingat.
“Benarkah, bagaimana bisa?” tanya Sofia.
“Karena aku yang memotret mereka saat menikah, juga foto prewedding!” jawab James tersenyum, Sofia membalas senyumannya. Disisi lain Putri berpamitan kepada Jigs, mereka juga semakin dekat saja.
“Bagaimana kalau besok kita pergi berwisata lagi! Aku akan mengajakmu ketempat yang begitu indah di sini?” ajak Jigs.
“Boleh saja!” jawab Putri senang, lalu mereka saling memberikan nomer handphone.
“Jika kau mau aku bisa menjadi pemandu wisata pribadimu mulai besok?” tawar James kepada Sofia.
“Apa itu tidak merepotkan untukmu?” tanya Sofia.
“Tidak! Lagi pula pekerjaanku hanya memotret saja, jadi jika tidak ada panggilan aku punya banyak waktu luang!” jawab James dengan senyuman manisnya.
“Baiklah!” dengan senang hati Sofia menerima tawaran James, sama seperti Putri dan Jigs, Sofia dan James juga saling membagi nomernya.