MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
TARIAN YANG BEGITU INDAH.


“Kita sudah samapai!” ucap Kim Leonard. Kim Hyena kenal dengan tempat itu, dia tidak percaya bahwa Kim Leonard mengajaknya di sana. Mereka sampai ditempat tersebut, Kim Hyena terkejut dengan tempat itu, tempat yang awalnya hanya biasa saja, kini menjadi luar biasa dan istimewa bagi Kim Hyena. Tempat itu ternyata tempat yang biasa di datangi oleh Kim Hyena untuk mencari ketenangan juga tempat pertama kali mereka bertemu. Tapi Kim Hyena terkesima karena tempat itu begitu indah karena banyak lampu kecil, Kim Leonard sudah mendekor tempat itu menjadi begitu indahnya.


“Kau suka?" tanya Kim Leonard.


“Iya ini sangat indah!!" jawab Kim Hyena tersenyum lebar.


“Aku sengaja mendekor ini semua, karena ini hanya untukmu!!” jelas Kim Leonard. Kim Hyena berjalan maju, melihat lautan yang luas di depan matanya, dengan adanya bayangan lampu kelap kelip yang ada di atas.


“Ada satu permintaan lagi.” Kata Kim Leonard, membuat Kim Hyena menoleh ke arahnya.


“Apa itu?” tanya Kim Hyena penasaran.


“Apa kau mau menari untukku? Aku ingin melihatmu menari.” Ucapan Kim Leonard membuat Kim Hyena bingung.


“Kau 'kan bisa melihatku menari saat konser!”


ucap Kim Hyena yang masih tidak tahu dengan pemikiran Kim Leonard.


“Aku tahu... Tapi aku ingin melihatmu menari hanya untukku.” Ucap Kim Leonard. Kim Hyena tersenyum dan menuruti permintaan Kim Leonard dia menaruh tasnya dan menyuruh Kim Leonard duduk menghadapnya. Kim Hyena menari dengan sangat indah di tambah rambut panjangnya yang tertiup angin, juga gerakan tangannya yang sangat menyentuh.


“Gerakan yang begitu indah, dengan wajah yang tenang, senyuman sederhana, rambut yang terurai terkena hembusan angin laut yang begitu deras! tapi perasaan apa yang tiba-tiba datang dan memudarkan semua rasa bahagiaku?” batin Kim Leonard.


Tidak terasa air mata Kim Leonard membasahi pipinya tanpa ia sadari, dia merasakan perasaan yang aneh di dalam hatinya. Kim Hyena yang melihat air mata menetes di pipi kim leonard, dengan segera dia berhenti menari dan menghampiri Kim Leonard, duduk di sebelahnya, lalu mengusap air matanya.


“Kenapa kau menangis, apa tarianku jelek, apa aku membuat kesalahan?” tanya Kim Hyena khawatir. Kim Leonard memegang kedua tangan Kim Hyena sambil menggeleng.


“Tidak, tarianmu sangat indah!!”puji Kim Leonard tersenyum.


“Terima kasih!!” ucap Kim Hyena juga tersenyum. Kim Leonard masih bingung dengan perasaan yang ia alami saat ini.


“Perasaan aneh apa ini?” batinnya. Kim Hyena yang sudah duduk di samping Kim Leonard dia menyandarkan kepalanya ke bahu kekar milik Kim Leonard.


“Kau tahu aku selalu berharap supaya orang yang aku cintai dan sayangi bisa melihat konserku dan melihatku menari bahagia di atas panggung!” ucap Kim Hyena.


“Selama ini tidak ada yang melihat ku menari bahagia di atas panggung, Bibi Yoona selalu tidak bisa karena penyakitnya, apa lagi orang tuaku..., tapi sekarang akan ada seseorang yang melihatku menari bahagia di atas panggung.” Lanjutnya.


“Kau benar orang itu adalah aku. Aku akan datang ke konsermu!!” ucap Kim Leonard.


“Versprechen (janji)!” ucap Kim Hyena.


“ich versprechen (aku janji)!” jawab Kim Leonard tersenyum.


“Kau sekarang bisa berbahasa Jerman, ya!” ucap Kim Leonard.


“Hanya sedikit!” balas Kim Hyena.


“Ada apa, apa ada masalah?” tanya Kim Hyena yang kini memandang ke arah Kim Leonard.


“Tidak ada, hanya saja perasaan yang begitu aneh mengganjal di hatiku.” Jawab Kim Leonard.


“Perasaan aneh apa?” tanya Kim Hyena masih tidak mengerti.


“Aku tidak tahu? Tapi aku harap ini adalah perasaan bahagian yang akan datang!” ucap Kim Leonard.


“Kau tenang saja aku yakin ini adalah perasaan bahagia!!” lanjut Kim Leonard yang melihat wajah Kim Hyena menjadi khawatir dengan ucapannya.


“Aku harap juga begitu!”jawab Kim Hyena. Kim Hyena sedikit takut akan apa yang terjadi nanti.


“Sudahlah jangan di pikirkan lagi, kita disini untuk bersenang-senang!!” ucap Kim Leonard yang dari tadi melihat wajah Kim Hyena menjadi bingung.


“Ayo, aku sudah menyiapkan soda untuk kita berdua!” ajak Kim Leonard. Kim Leonard menuangkan soda itu ke gelas yang di bawa oleh Kim Hyena, lalu dia mengisih gelas miliknya, setelah selesai terisi, mereka bersulang dan meminumnya. Sampai tengah malam mereka menghabiskan waktu bersenang-senang bersama. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, seperti biasa Kim Leonard mengantar Kim Hyena pulang terlebih dulu. Dan seperti biasa juga Jin Woo menjalankan perintah Yoon Shi-a, dia masih mengikuti mereka dan me mata-matainya. Setelah itu Jin Woo menelfon Yoon Shi-a untuk memberi tahu informasi tentang Kim Hyena saat ini.


“Ada apa?” tanya Yoon Shi-a.


“Aku sudah melihat kim hyena, tapi kurasa dia masih terlihat baik-baik saja.” Jawab Jin Woo.


“Biarkan saja, kita tunggu sampai waktu yang tepi.” Ucap Yoon Shi-a.


Yoon shi-a mematikan telfonnya, karena ibunya saat masih di luar negri. Yoon Shi-a tinggal di rumah lamanya, tapi tiba-tiba ibunya menelfon Yoon Shi-a, karena takut anaknya akan berbuat macam-macam setelah kejadian kematian Lee Jae Hoo, dia kenal betul sifat anaknya.


“ada apa Ibu?” tanya Yoon Shi-a lewat telfon.


“Apa di sana baik-baik saja?” tanya balik ibunya.


“Jangan khawatir, disini sangat baik!” jawab Yoon Shi-a.


“Ibu harap juga begitu, ingat ucapanku Yoon Shi-a, jangan berbuat macam-macam di sana, ibu tahu sifatmu.” Jelas ibunya.


“Jika aku melakukannya memangnya kenapa Ibu? Kim Hyena pantas mendapatkan hukuman atas semua yang dia perbuat.” Ketus Yoon Shi-a kesal.


“Ibu tahu, tapi itu semua bisa di selesaikan secara berdamai.” Kata ibunya.


“Terserah Ibu, aku ingin tidur, besok ada meeting pagi-pagi sekali! Jaga diri Ibu di sana baik-baik.” Ucap Yoon Shi-a, lalu menutup telfonnya. Meski Yoon Shi-a melakukan itu semua kepada Kim Hyena, tapi sejujurnya hati Yoon Shi-a juga ada sisi baiknya, dia melakukan itu karena hanya ingin temannya mengerti dan memahaminya. Tapi Kim Hyena tidak pernah memikirkannya sedetikpun tidak pernah.


“Aku tidak melakukannya Ibu, tidak dihadapan mu!” gumam Yoon Shi-a yang menahan air matanya. Segera dia menuju kamarnya dan tidur untuk menjalankan hari-hari esoknya.


Di dalam kamar Yoon Shi-a memikirkan Kim Hyena, dia merasa bahwa dia tidak ingin melakukan semua itu, tapi setiap melihat Kim Hyena tersenyum, Yoon Shi-a tidak bisa menerimanya.