MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
SEDIKIT LAGI.


Sofia menunduk dan pamit ke toilet sebentar.


“Permisi sebentar! Saya mau ke toilet dulu.” Ijin Sofia lalu berjalan pergi.


“Aku akan segera kembali!” ucap Kevin yang juga mengikuti Sofia.


“Aku juga!” ucap Laura yang juga ikut-ikutan saja karena penasaran. Sedangkan para orang tua hanya heran melihat tingkah anak muda jaman sekarang.


“Ada apa dengan anak jaman sekarang?” kata ibunya Laura dengan lirikan yang sinis.


“Kau tidak tahu karena kau tidak mengenali anak jaman sekarang, jadi aku mohon untuk diam saja.” Balas kakak Naina yang juga tidak suka dengan sikap keluarga Laura.


***


Sofia tidak pergi ke toilet, dia hanya ada di samping pintu masuk toilet, bersandar di tembok dengan perasaan yang bingung.


“Aku haru bagaimana? Identitas ku sudah terbongkar! Bagaimana kalau orang-orang itu menyebarkannya?” ucap Sofia sambil membenturkan pelan kepalanya ke tembok.


“Bagaimana aktingku bagus kan?” suara Kevin mengangetkan Sofia, dengan segera Sofia menoleh ke arahnya.


“Akting? Jadi kau sengaja membuka identitas ku?” tanya Sofia.


“Benar! Itu untuk pembalasanku! Bagus kan!” jawab Kevin masih santai dengan senyumannya. Kevin melangkah mendekat ke arah Sofia, sedangkan Sofia merasa gugup dan takut melihat Kevin semakin dekat hingga membuat Sofia terpepet tembok. Saat Sofia mau pergi ke arah kanan, tangan tangan kiri Kevin memukul tembok dan menghadangnya, dan saat Sofia mau pergi lewat kiri, tangan kanan Kevin juga sama menghadangnya.


“Apa.. Kau akan mencium ku?” sentak Sofia, Kevin masih dengan tatapan seriusnya dan semakin dekat dengan wajah Sofia. Sedangkan laura yang ternyata melihat mereka sedari tadi, terkejut dan tidak terima, apalagi sekarang Kevin akan menciumnya, dia saja tidak pernah mendapat ciuman dari pria lain.


“Apa, dia akan benar melakukannya! Pria ini benar-benar sudah tidak waras!!” batin Sofia, sambil menutup matanya.


“Bagaimana aktingku, bukankah aku sudah membodohi mu?” ucapnya saat wajah mereka sudah begitu dekat, Kevin menjauh dan tertawa lepas melihat Sofia menutup matanya. Sedangkan Laura merasa lega dan memegang dadanya, lalu pergi kembali ke ruang makan bersama yang lain.


“Kau pikir aku akan mencium mu?” tanyanya dengan tawanya, Sofia malu sekalipun kesal. Sofia memilih kembali ke ruang makan, dari pada bersama pria menyebalkan itu, bersamaan Kevin juga berjalan di belakangnya.


“Kenapa aku berpikir dia menciumku?” batinnya merasa malu. Saat mereka berdua kembali, mereka sudah tidak melihat Laura beserta keluarganya. “Dimana Laura?” tanya Kevin. “Mereka sudah pulang, mungkin karena sudah mendapat jawabannya darimu tadi!” jawab kakak Naina. Sofia dan Kevin kembali duduk.


“Kevin bilang kau seorang penulis, kau penulis buku apa?” tanya orang tua Kevin. Kevin hanya bisa tersenyum, sedangkan Sofia tidak bisa mengelaknya.


“Aku penulis novel romansa!” jawab Sofia.


“Omo.. Jangan bilang kau penulis novel penari Kim Hyena itu?” tanya ibunya, Sofia mengangguk pelan kepalanya. Seketika ibunya Kevin tersenyum dan berpindah duduk di sebelah Sofia, lalu memegang tangan Sofia.


“Bibi sudah lama mencari tahu penulis novel itu, karena identitasnya di tutupi! Bibi sangat menyukai semua novelmu, ceritanya sangat bagus juga romantis!! Bibi merasa muda kembali!!” jelas ibunya kepada Sofia dengan wajah yang sangat senang, sementara Sofia hanya tersenyum Kevin, kakak Naina dan ayahnya hanya melihatnya dengan tersenyum tipis, tapi Kevin merasa bahwa pembalasannya akan mengenainya sendiri.


***


Makan malam sudah berakhir, kini Sofia masih berbincang-bincang dengan ibunya Kevin juga kakak Naina, sedangkan Kevin masih asik minum-minuman alkohol.


“Sofia.. ! Sofia.. ! Namanya selalu saja memenuhi pikiranku, kenapa harinya sangat beruntung sekali?” Gumam Kevin yang mulai tidak sadarkan diri.


“Bibi aku akan pulang, ini sudah malam keluargaku akan mencariku nanti!” ucap Sofia.


“Baiklah! Biarkan Kevin mengantarmu ya!!” pinta ibunya senang.


“Tidak perlu bibi, aku akan naik grab saja!” ucap Sofia.


“Baiklah, tapi dimana Kevin?” tanya Sofia.


“Ah.. Mungkin dia ada di ruang biliardnya, kau tanya saja tempatnya kepada pelayan disini!” ucap kakak Naina. Sofia mengerti dan segera pergi menemui Kevin, saat dia sampai disana, Sofia melihat Kevin yang masih asik minum-minuman, tapi pikirannya masih sadar.


“Kau tidak apa?” tanya Sofia, Kevin menoleh saat mendengar suara Sofia. Dengan satu tarikan Sofia langsung berada di pelukan Kevin yang sedang terduduk di bawah.


CUP. Ciuman tiba-tiba mendarat di bibir Sofia, Sofia membulatkan matanya, dia berusaha melepas ciuman itu, tapi Kevin malah menjadi dengan ciuman mereka, dengan kekesalannya Sofia menggigit bibir Kevin dan itu membuat Kevin melepaskan ciuman mereka.


“Kau.. Kau mencari kesempatan! Dasar pria babo!!” teriak Sofia memikih pergi dan pulang sendiri tanpa memberi tahu kakak Naina dan ibunya. Senyuman terukir di wajah Kevin, dia sadar dengan ciuman yang ia lakukan barusan, dia suka melihat Sofia kalau sedang marah. Sofia sudah pulang, Kevin yang sadar pergi ke ruangan dimana kakak Naina dan ibunya ada disana.


“Cepat sekali kau mengantar Sofia!” ucap ibunya.


“Aku tidak mengantarnya!” jawab Kevin.


“Kau tidak mengantarnya, apa kau tidak mau mengantarnya?” ucap ibunya memarahi Kevin.


“Dia yang tidak mau!” jawab Kevin lalu memilih pergi dari pada mendapat pertanyaan banyak dari dua wanita itu.


“Ibu, aku rasa ada yang aneh dengan pertemuan Kevin dan Sofia!” ucap kakak Naina.


“Hem, apa mereka.. ” Balas ibunya, kini pemikiran ibunya dan kakak Naina sama.


***


“Beraninya dia melakukan hal yang tidak pernah kulakukan, dia merebut ciuman pertamaku!!” gumam kesal Sofia saat sampai dirumahnya. Tidak lama kim hyena menelfon Sofia.


“Ada apa kakak Kim Hyena?” tanya Sofia.


“Kau tidak mau datang ke Jerman! Kini aku mengandung anak pertamaku dari Kim Leonard!” jawab Kim Hyena.


“Apa! Kau sudah mengandung! Aku sangat senang mendengarnya! Emm..Tapi aku pikirkan dulu ya, jika sudah kupikirkan aku akan menghubungimu!” ucap Sofia sambil tersenyum.


“baiklah!” lalu mereka berpamitan, setelah mendapat telfon dari Kim Hyena, kini Sofia mendapat telfon dari Putri, Sofia terkejut saat mendengar tangisan Putri.


“Kau kenapa?” tanya Sofia panik.


“Aku, aku.. ” Putri membalasnya dengan terbata-bata.


“Iya, kau kenapa?” tanya Sofia bertambah panik.


“Aku putus...... ” Jawab Putri yang menangis menjadi.


“Sudahlah!” ucap Sofia menyuruh putri melupakannya, tapi tangisan putri malah menjadi, Sofia tidak tega melihat temannya terus-terusan menangis.


“Em.. Bagaimana kalau besok kita pergi ke jerman, kau bilang ingin bertemu dengan Kim Hyena kan!!” ajak Sofia. Seketika tangisan hilang dari Putri, dan kesenangan yang datang.


“Kau sungguh-sunggu, kau tidak membohongiku karena ingin menghiburku saja?” tanya Putri.


“Tidak, aku sungguh-sungguh! Bagaimana kau mau atau tidak?” tanya balik Sofia.


“Baiklah, kau memang sahabat terbaiku!” jawab Putri tersenyum.