MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
DUA PRIA YANG BERBEDA.


Lama berbincang Kim Leonard dan Kim Hyena akhirnya tidur karena hari sudah sangat larut malam.


***


Esoknya tubuh Putri begitu capek dan rasanya tulang-tulangnya akan patah, seketika matanya melirik kearah Sofia yang masih tertidur pulas.


“Bangun... ” Teriak Putri di telinga Sofia, Sofia bangun dan terkejut.


“Kenapa kau berteriak di telingaku?” tanya Sofia kesal.


“Habisnya kau masih tertidur, ini sudah kesiangan, kau bilang selama kita di Jerman kita akan berkeliling disini!” ucap Putri, Sofia cemberut mengingat ucapannya itu. Dengan perasaan yang masih mengantuk Sofia berjalan menuju kamar mandi, berharap nanti rasa ngantuk nya akan hilang. Selesainya, Sofia dan Putri menuju ruang makan, ternyata Kim Hyena dan para pelayan menyiapkan makanan untuk Sofia dan Putri meski kedua wanita itu telat ikut sarapan pagi tadi.


“Selamat pagi! Duduk dan makanlah!” pinta Kim Hyena tersenyum, Sofia dan Putri segera duduk.


“Selamat pagi!!” jawab bersamaan Sofia dan Putri.


“Apa kakak Kim Leonard sudah berangkat kerja?” tanya Sofia.


“Belum, dia masih duduk di sofa!” jawab Kim Hyena, lalu mereka melanjutkan makannya. Selesai makan mereka bertiga menghampiri Kim Leonard yang sedari tadi duduk di sofa sendirian sibuk dengan tab kerjanya.


“Kalian mau pergi lagi?” tanya Kim Leonard yang melihat Sofia dan Putri sudah rapi.


“Iya! Aku tidak mau membuang kesempatan ini!” jawab Putri, Kim Leonard tersenyum.


“Kalau begitu, aku akan mengantar kalian ditempat yang bagus di Jerman! Tapi aku hanya mengantar saja!” ucap Kim Leonard. Sofia dan Putri menerima ajakan itu, segera mereka masuk kedalam mobil dan menuju tempat yang di maksud Kim Leonard. Lama menelusuri perjalanan, kini mereka sampai tujuan.


\*\*\*


“Dimana ini?” tanya Sofia.


“Ini Brandenburg Gate, salah satu wisata yang sering dikunjungi oleh orang-orang!” jelas Kim Leonard. Meski itu hanya gerbang, tapi ternyata itu adalah gerbang Berlin dan lambang dari penyatuan antara Berlin Timur dan Berlin Barat.


“Jika kalian ingin pulang, kalian hubungi saja aku, aku akan menjemput disini!” ucap Kim Leonard.


“Iya, terima kasih!” ucap bersamaan Putri dan Sofia, Kim Leonard pergi dan menuju kantornya, sedangkan Sofia dan Putri masih terkagum melihat gerbang itu. “Ayo kita coba masuk kesana!” ajak Putri tak sabaran. Mereka masuk di pinggir gerbang itu, dan banyak sekali orang yang berfoto disana juga nongkrong. “Aku akan kesana sebentar!” ucap Putri meninggalkan Sofia sendiri. Saat asik memandangi sekeliling situ, tiba-tiba Kevin menelponnya lagi.


[“Ada apa lagi?”] tanya Sofia.


[“Kau sedang apa disana?”] tanya Kevin lembut.


[“Tumben sekali kau tidak mengajakku bertengkar?”] tanya balik Sofia.


[“Apa kau ingin aku selalu marah kepadamu?”] tanya balik Kevin mulai kesal.


[“Tidak juga! Em.. Aku sedang ada di Brandenburg Gate, maka dari itu jangan menggangguku.”] Ketus Sofia.


[“Sombong sekali, aku juga bisa kesana!”] balas Kevin.


[“Tunggu aku pergi dari sini, maka kau boleh kemari!”] ucap Sofia.


[“Memang kau siapa mengatakan itu?”] ucap Kevin. Sofia yang teleponan sambil berjalan membuatnya menyenggol seseorang. “Sorry!” kata Sofia melihat orang yang dia tabrak. Ternyata James yang sedang asik memotret, kini hasilnya jelek gara-gara Sofia menyenggolnya. Sofia mematikan telfonnya yang masih terhubung oleh Kevin, sedangkan Kevin bingung kenapa Sofia mematikan tiba-tiba.


“Em.. Maaf aku membuat fotomu jadi jelek!” ucap Sofia menyesal.


“Tidak apa! Kenapa kau bisa disini?” tanya James.


“Aku sedang berlibur bersama temanku, dan sekarang entah di mana dia!” ucap Sofia. Tidak lama Putri datang berjalan bersama seorang pria tidak dikenal. “Sofia! Perkenalkan dia Jigs, kami baru bertemu!” ucap Putri. Jigs memperkenalkan dirinya kepada Sofia, dan saat melihat James, ternyata mereka saling kenal, karena mereka berteman, sama seperti Sofia dan Putri. Hal itu cukup membuat ke empat orang tadi terkekeh kecil, karena pertemuan yang tak terduga.


Sofia memperkenalkan Putri kepada James.


“Dia adalah temanku, Putri!” ucap Sofia, James mengulurkan tangannya kepada Putri, Putri meraihnya dengan senyuman.


“James!” ucapnya.


“Wah, kebetulan sekali kita bertemu teman dengan teman!!” ucap Jigs dengan bahasa Inggris.


“Apa aku boleh mengajak temanmu?” tanya Jigs meminta ijin kepada Sofia.


“Kenapa meminta ijin padaku? Itu terserah Putri! Tapi jangan macam-macam, kami orang Indonesia akan menghajar mu jika kau macam-macam dengan temanku!” ucap Sofia. Jigs dan James yang mendengar dan melihat Sofia sangat galak mereka membulatkan matanya, sementara James tersenyum tipis. Lalu Jigs mengajak Putri pergi jalan-jalan, sedangkan Sofia dan James masih berdiam diri.


“So (jadi)!” ucap James menghentikan keheningan.


“So (jadi)?” tanya Sofia.


“Bagaimana kalau selama kau berada di Jerman, aku akan memperkenalkan negara Jerman padamu!!” tawar James kepada Sofia.


“Baiklah! Mulai sekarang?” tanya Sofia tersenyum.


“Oke, ayo!” jawab James tersenyum, lalu mengajak Sofia berkeliling di sekitar situ dan memperkenalkan nya kepada Sofia. Sedangkan Putri dan Jigs juga pergi jalan-jalan dengan suasana romantis mereka.


“Kau suka melihat keindahan ini?” tanya Jigs kepada Putri.


“Aku sangat suka!!” jawab Putri tersenyum lebar.


“Sepertinya kita memiliki sifat yang sama!” ucap Jigs.


“Benarkah?” balas Putri, lalu melanjutkan obrolan dan tawa mereka.


***


Kevin yang masih bingung, dan penasaran apa yang di lakukan Sofia saat ini. Dia menelfon Sofia, tapi ponsel Sofia tidak aktif.“ Kenapa dia matikan! apa segitunya dia menganggap ku perusuh!” gumam Kevin. Kevin masih tidak bisa tidur, dia terus memikirkan Sofia, dan mengingat awal pertemuan mereka, tanpa disadari Kevin senyum-senyuman sendiri. “Dia cantik saat tidak memakai topi!” ucap Kevin, mengingat ciuman pertamanya dengan Sofia. Dan ditemani dengan senyum-senyum sendiri tidak jelas.


***


James dan Sofia masih bersama, dengan canda dan tawa, mereka melakukan nya bersama-sama, hingga tidak sadar bahwa hati yang satu telah mengharapkannya di sana.


“Aku tidak tahu, kenapa aku bertemu dua pria yang berbeda? Kevin memiliki sifat angkuh dan sombong, tapi James memiliki sifat sebaliknya!” batin Sofia yang masih tertawa lepas dengan James dan merasakan nyaman.


(Seperti kilatan cahaya, seseorang meneriakan cintanya,tidak peduli seberapa gelapnya,karena sinar rembulan di bawah kita.)