![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
***
Back to Jin Woo.
Setelah bergegas menuju rumah Kim Hyena pada malam hari, Jin Woo melihat jendela atas, dia melihat bahwa ada sebuah bayangan seperti manusia, tapi itu adalah manekin yang sudah diletakkan oleh Kim Leonard. Jin Woo menyiramkan bensin ke seluruh rumah Kim Hyena, selesai menyiramkan semuanya, Jin Woo membakarnya dengan api, dengan begitu cepat api itu menyebar luas di seluruh rumah Kim Hyena.
“Baiklah, tinggal misi selanjutnya.” Gumamnya lalu pergi ke apartemen Kim Leonard.
***
Pagi-pagi sekali Kim Hyena bersama kedua Bibi itu pergi memberikan semua bukti kejahatan Yoon Shi-a.
“Tolong tangkap mereka Pak! karena dia berencana untuk membakarku beserta rumahku.” Pinta Kim Hyena ke polisi.
“Siapa namamu dan nama orang yang akan kau laporkan?” tanya polisi itu kepada Kim Hyena.
“Namaku Kim Hyena, dan orang yang aku laporkan, adalah Yoon Shi-a!” jawab Kim Hyena datar.
“Kim Hyena, maksudmu penari terkenal itu, kau!” ucap polisi itu, ternyata salah satu penggemar Kim Hyena.
“Boleh aku minta tanda tanganmu?” polisi itu tersenyum lebar ingin meminta tanda tangan Kim Hyena. Dengan senang hati Kim Hyena memberikannya, juga berfoto bersama, setelah itu, mereka kembali ke topik awal. Polisi itu meraih dan melihat semua bukti yang di bawa oleh Kim Hyena, karena bukti Kim Hyena cukup, polisi itu pergi bersama Kim Hyena untuk menangkap Yoon Shi-a.
***
Di sisi lain, rumah hangus Kim Hyena kini banyak sekali orang yang datang melihatnya, terutama para wartawan yang mengira bahwa penari internasional Kim Hyena juga ikut tewas di dalamnya, tapi nyatanya saat petugas kebakaran mencarinya ke dalam, jasad Kim Hyena tidak ditemukan. Yoon Shi-a yang lagi-lagi melihat lewat televisi, kini senyuman terukir di wajahnya.
“Tidak masalah jika kau tidak ikut terbakar, tapi ini saatnya untuk aku berbicara.” Gumam Yoon Shi-a tersenyum licik. Yoon Shi-a berdiri dan pergi menaiki mobilnya. Yoon Shi-a yang mengetahui bahwa Kim Hyena tidak ada di dalam rumah merasa kesal, tapi itu semua tidak masalah baginya. Para wartawan melakukan syuting live dan banyak yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya para wartawan. Tiba-tiba suara datang dari belakang, mengagetkan mereka semua.
“Aku tahu, apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Yoon Shi-a, semua orang yang ada disana menoleh ke arah Yoon Shi-a. Dengan sigap para wartawan menghampirinya dan menanyainya.
“Apa kau tahu, apa yang terjadi? Bisa kau katakan kepada kami semua?” tanya wartawan.
“Iya. Kim Hyena mengalami depresi berat, sehingga dia ingin bunuh diri tapi selalu saja tidak bisa. Aku juga sering melihatnya minum-minuman alkohol dan obat-obatan.” Jelas Yoon Shi-a tersenyum licik. Semua orang terkejut dengan yang di ucapkan oleh Yoon Shi-a.
“Apa kau dekat dengan Kim Hyena? Bagaimana kau tahu?” tanya wartawan.
“Sangat dekat, aku adalah sahabat masa kecilnya sampai sekarang.” Wajah Yoon Shi-a berubah menjadi datar.
“Apa kau tahu alasan Kim Hyena depresi?” wartawan masih bertanya.
“Dia depresi... Karena aku tidak memaafkannya atas perbuatannya padaku.” Kembali tersenyum tipis. Wartawan masih bingung, seakan tidak percaya dengan ucapan Yoon Shi-a.
“Kim Hyena pernah melenyapkan calon suamiku, disaat hari pernikahanku, tapi karena dia seorang penari terkenal mungkin dia membayar polisi untuk tidak dipenjara.”
Jelasnya.
“Maka dari itu dia mengalami depresi.” Lanjutnya seraya tersenyum.
“Tapi banyak yang tahu sifat Kim Hyena, dia sangat baik dan sopan, apa itu semua juga omong kosong?” tanya wartawan.
“Mungkin saja!!” jawab Yoon Shi-a. Suara dari belakang menghilangkan senyum licik di wajah Yoon Shi-a, begitu juga kebingungan para wartawan disana.
“Benarkah?” suara Kim Hyena bersama polisi dibelakang nya, seketika semua orang di sana melihat ke arah tersebut, begitu juga Yoon Shi-a yang tadinya tersenyum tipis, kini senyumannya hilang dan berubah menjadi amarah.
“Tangkap dia pak.” Pinta Kim Hyena, polisi itu menangkap Yoon Shi-a, tapi Yoon Shi-a meronta tidak terima. Di sana para kamera juga wartawan menyoroti mereka berdua. Kim Hyena menyuruh polisi itu untuk berhenti karena Yoon Shi-a ingin mengatakan sesuatu.
“Katakan. Apa yang ingin kau katakan?” ucap Kim Hyena dingin, memberikan satu kesempatan untuk Yoon Shi-a berbicara. Yoon Shi-a tersenyum tipis.
“Aku tidak sangka, bahwa penari terkenal Kim Hyena, sama sekali tidak tahu tentang kesalahannya! Wah... Hebat sekali!” ucap Yoon Shi-a.
“Katakan dengan jelas, aku tidak mau berbelit-belit!” ucap Kim Hyena juga sudah muak dengan ini semua.
“Apa sampai sekarang kau tidak tahu apa kesalahanmu?” tanya Yoon Shi-a. Kim Hyena masih terdiam dan menatapnya lekat-lekat.
“Ani (tidak).” Jawaban Kim Hyena singkat membuat Yoon Shi-a murka saja.
“Cih, apa kau pernah berfikir untuk mengatakan maaf padaku? Apa sulit bagimu untuk mengucapkan kata maaf?” bentak Yoon Shi-a. Yang tadinya tangan Kim Hyena bersilang di depan, kini setelah tahu, tangannya merasa lemas membuatnya terlepas. Kim Hyena baru sadar bahwa dia selama ini memang tidak pernah mengatakan maaf, karena sifatnya yang selalu memiliki harga diri yang tinggi, betapa terkejutnya dengan ucapan dari sahabatnya itu.
“Dari kecil kau selalu di puji meski aku yang melakukan hal baik, tapi orang menganggap bahwa kau yang melakukannya, sedangkan aku hanya buruk di mata orang.” Suara Yoon Shi-a meninggi.
“Wae?” lanjutnya dengan suara tinggi.
“Orang jahat saja masih mau mengatakan maaf jika mereka bersalah atau pun tidak, tapi kau yang dianggap orang baik oleh banyak orang, tapi nyatanya tidak pernah merasa bersalah, memalukan bukan!” jelas Yoon Shi-a yang masih panjang.
“Apa kau pernah mengatakan maaf padaku meski yang kau lakukan itu sengaja atau tidak sengaja, apa kau pernah memikirkannya ha ...”
Bentak Yoon Shi-a. Air mata Kim Hyena mulai menetes, dia tidak bisa mengatakan satu katapun, begitu juga air mata Yoon Shi-a yang bercampur dengan kemarahan.
“Padahal, aku hanya ingin mendengar dan menunggumu meminta maaf atas apa yang kau perbuat padaku. Kau merebut impianku kau merebut kekasihku, hidupku ... ”
“Kau bukan orang baik Kim Hyena, kau bukan orang baik.” Ucap Yoon Shi-a.
“Aku tidak menyangka kalau kau ternyata tidak pernah memikirkannya, dengarkan aku, aku akan selalu membencimu sampai kapan pun, ingat itu baik-baik.” Ucap Yoon Shi-a yang juga menangis, polisi membawa Yoon Shi-a pergi dari situ. Kim Hyena masih terdiam dengan air mata yang masih banjir menetes, sedangkan wartawan yang ada disana masih penasaran dan segera menyorotinya. Tapi Kim Hyena masih mematung.