![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
James dan Jigs yang sudah masuk kedalam mobil, lalu melajukan mobilnya dan perlahan menjauh dari keberadaan Sofia dan Putri yang masih berdiri melihat ke arah mobil dua pria itu. Saat mobil sudah tidak terlihat oleh mata Sofia dan juga Putri, akhirnya mereka masuk kedalam rumah Kim Leonard, di dalam rumah, Sofia dan Putri tidak melihat Kim Hyena hanya ada para pelayan saja. Karena perjalanan yang cukup jauh, hingga hari sudah masuk makan malam, Sofia dan Putri memilih langsung menuju kamar untuk menyegarkan tubuhnya. Sofia yang sudah mandi lebih dulu, kini dia selesai dan bergantian dengan Putri.
“Ha.. Lelah sekali.” Gumam Sofia yang duduk di meja rias sambil mengeringkan rambutnya yang basah karena baru keramas. Saat asik mengeringkan rambutnya, lagi-lagi Kevin menelponnya.
“Kenapa dia selalu menelfon ku?” kesal Sofia, meski begitu dia masih mengangkatnya.
“Apa?” tanya Sofia malas.
“Kau terdengar malas sekali setiap aku menelfon mu! Harusnya kau senang karena pria tampan Cina ini selalu menelfon mu!!” ucap Kevin membanggakan diri.
“Ha.. Baiklah, terserah kau saja pria Cina! kenapa kau menelfon ku?” tanya Sofia.
“Setelah kupikir-pikir, aku ingin pertemuan kita yang menyebalkan itu berganti dengan pertemanan!” ucap Kevin yang tidak dimengerti Sofia.
“Maksudmu apa?” tanya Sofia.
“Maksudku! Aku ingin menjadi lebih dekat denganmu!” jawab Kevin datar seperti serius.
Sofia terdiam tidak percaya, awalnya mereka saling musuhan dan pertengkaran, kini Kevin ingin lebih dekat dengan Sofia.
“Aneh sekali! Bukannya kau tidak suka denganku? Dan sekarang kau mulai tertarik denganku! Padahal'kan kita baru kenal tiga empat harian!!” ucap Sofia curiga sekalipun bingung.
“Ya.. Aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat saja! Tapi meski begitu, aku akan tetap menganggap mu wanita payah!” balas Kevin.
“Bukankah kau yang payah? Enak saja mengatai ku payah.” Balas Sofia kesal.
“Kau ingat sesuatu saat makan malam itu?” tanya Kevin pura-pura tidak tahu soal ciuman itu. Sofia terdiam dan ingat dengan ciuman pertamanya waktu itu.
“Aku tidak ingat.” Jawab Sofia.
“Mengingat apa?” tanya Kevin masih berpura-pura. Sofia bertambah kesal dengan mengingat kejadian itu, dia berharap bahwa jodohnya nanti yang akan menciumnya.
“Apa ciuman itu?” lanjut Kevin yang akhirnya jujur, Sofia terkejut bahwa Kevin sadar waktu itu.
“Kau.. Kau mengingatnya? Wah.. Kau tahu, itu adalah ciuman pertamaku, dan kau enak saja tiba-tiba mencurinya.” Dengus Sofia dengan nada kesalnya, sedangkan Kevin tersenyum.
“Ciuman pertamamu, itu artinya aku beruntung tidak mencium bekas orang lain! Dan iya.. Jangan khawatir, setelah kau pulang aku bisa mengembalikannya lagi!” goda Kevin.
“Aku tidak mau dicium oleh orang sepertimu!” balas Sofia.
“Tidak usah mengatakan terima kasih!” ucap Kevin.
“Terima kasih?” tanya Sofia heran.
“Sama-sama!” jawab Kevin, karena kesal Sofia menutup telfonnya dia tidak tahu bahwa percakapannya didengar oleh Putri. Sedangkan Kevin tersenyum lebar dengan perbincangannya tadi, dia tidak sabar menunggu Sofia.
“Ciuman pertamamu diambil seseorang! Siapa?” tanya Putri terkejut lalu menghampiri Sofia yang masih duduk.
“Kevin, pria Cina yang menyebalkan itu.” Ketus Sofia.
“Wah.. Apa dia akan menjadi jodohmu nanti?” tanya Putri.
“Sembarangan! Tidak selalu jika ciuman pertama itu adalah jodoh! Bisa saja orang lain mengakhirinya!” jawab Sofia.
“Bagaimana wisata kalian, apa menyenangkan?” tanya ayahnya Kim Leonard.
“Sangat menyenangkan! Dan besok kami akan pergi lagi!” jawab Putri.
“Apa kami temani kalian, karena besok hari libur?” tanya ayahnya.
“Tidak perlu, kami sudah ada orang lain yang menunjukan!” jawab Sofia, Kim Hyena menoleh kearah Sofia lalu berbisik ke telinga Kim Leonard.
“이미 파트너가있는 것 같습니다 (sepertinya dia sudah memiliki pasangan)!” bisik Kim Hyena tersenyum, Kim Leonard jadi ikut tersenyum.
Sepasang suami istri itu melihat kearah Kim Hyena dan tersenyum seperti memberi semangat, sedangkan Sofia jadi bingung. Selesai makan malam, orang tua Kim Leonard pamit masuk kedalam kamar, sedangkan Sofia, Putri, Kim Hyena dan Kim Leonard sedang berkumpul di ruang keluarga.
“Katakan siapa yang menjadi pemandu kalian besok?” tanya Kim Hyena penasaran. Karena ada Kim Leonard, Sofia dan Putri memilih menggunakan bahasa Inggris.
“Namanya James dan Jigs, mereka juga teman sama seperti kami! Tapi sikap mereka sangat baik sekali!” jawab Putri.
“James? Maksudmu James Clark?” tanya Kim Leonard, Sofia mengangguk tersenyum. Seketika Kim Leonard saling tatap dengan Kim Hyena, juga senyuman yang terukir di wajah mereka.
“Tidak apa jika kau bersamanya! Dia pemuda yang baik! Aku yakin kalian cocok sekali!” ucap Kim Hyena.
“Apa? Aku tidak seperti yang kalian maksud, aku hanya berteman saja!!” jawab Sofia.
“Dulu aku dan Kim Leonard juga berteman, tapi lama-lama kami menjadi lebih dekat!!” goda Kim Hyena.
“Iya, aku sebagai sahabatnya juga setuju dengan James!!” ucap Putri membela Kim Hyena.
“Sudahlah aku masuk dulu!” pamit Sofia masuk kedalam kamar, sedangkan Putri masih asik mengobrol bersama Kim Hyena dan Kim Leonard.
(Tidak ada seorang pun yang bisa kembali ke masa lalu dan memulai awal yang baru lagi, tapi semua orang bisa memulainya hari ini dan membuat akhir yang baru lagi.)
Di dalam kamar saat Sofia berbaring di atas ranjang dan menutup matanya, senyuman James terkilas di pikirannya, seketika Sofia membuka matanya dan ternyata ponselnya berdering.
“Dia lagi.” Gumamnya kesal karena Kevin menelponnya lagi.
“Kenapa kau mematikannya, aku belum selesai bicara denganmu!” ketus Kevin tiba-tiba.
“Aku tidak perlu melanjutkannya, itu memalukan bagiku, karena seharusnya seseorang yang akan menjadi jodohku yang mengambil ciuman pertamaku!” kesal Sofia.
“Mungkin saja aku jodohmu! Karena aku tampan dan kau cantik!” ucap Kevin.
“Jangan harap dan jangan mencoba menggodaku, karena aku tidak akan masuk dalam godaanmu!” balas Sofia.
“Itu juga tidak serius, kau berpikir ucapanku tadi serius! Mana mungkin aku berjodoh dengan wanita payah sepertimu!” kata Kevin.
“Tidak juga! Aku lupa menanyakan soal novel mu! Apa genre kesukaanmu?” tanya Sofia.
“Terserah, tapi buatlah aku menjadi tokoh utama di novelku nanti!” jawab Kevin, membuat Sofia tersenyum.
“Baiklah, aku akan menulis tokoh utamanya memiliki sifat yang sombong, angkuh, dan kasar!” ucap Sofia sambil tersenyum.
“Tidak masalah, tapi jangan lupa pria itu memiliki wajah tampan!” balas Kevin tersenyum. Semalaman mereka menghabiskan waktu teleponnya dengan ejekan dan canda tawa, meski awalnya Sofia malas, tapi lama-lama dia suka dengan perbincangan mereka.