MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
IMAJINASI.


(Kau datanglah kepadaku sebagai mimpi)


James memandang wajah sofia dan duduk di sebelahnya sambil menggenggam tangannya dan menciumnya.


“Kau tidak tahu, tanpa kau sadari seseorang telah menunggu di luar sana! maaf kan aku, karena ku kau menjadi seperti ini!” ucap james yang menaruh dahinya di tangan sofia yang masih ia genggam.


James menaruh kembali tangan sofia, lalu memasangkan kalungnya lagi ke leher sofia dan memasukannya ke dalam baju yang saat ini di kenakan sofia, lalu dia berdiri dari duduknya.


“Setelah kau membuka mata, kau akan berpikir bahwa ingatanmu yang melihatku akan menjadi imajinasi mu saja! cepatlah bangun!!” ucap james lalu keluar.


Saat dia sudah keluar, ternyata kevin sudah berdiri tepat di belakangnya dengan tatapan seperti biasa.


“Aku akan pergi dan akan menjaga rahasia mu! tapi sebagai gantinya, jangan bilang kepada sofia bahwa aku ada di sini!!” ucap james.


“Kenapa? kau tidak ingin di salahkan, bukannya sofia seperti ini, itu karena melihatmu?” tanya kesal kevin.


“Aku tahu! tapi ada yang lain, yang tidak bisa aku katakan, jadi turuti saja ucapanku! dan jagalah dia!” jelas james tersenyum.


“Aku pergi dulu!” james menepuk pelan pundak kevin sambil berjalan pergi.


Kevin masih bingung, apa maksud dari ucapan james padanya.


Hanya dua hari saja sofia tertidur, kini dia sudah membuka matanya, sedangkan james sudah kembali lebih dulu ke indonesia.


“Duduk dan makanlah!” pinta kevin membantu sofia duduk.


“Apa kau sudah menghubungi keluargaku atau temanku?” tanya sofia.


“Belum, aku lupa dan tidak sempat mengabari mereka!” jawab kevin.


“Syukurlah, tolong jangan katakan kepada siapapun kalau aku mengalami kecelakaan di sini!” ucap sofia memelas.


“Baiklah!” balas kevin mengusap kepala sofia, lalu memberikan makanan nya kepada sofia.


Lalu sofia teringat akan sesuatu dia melihat ke arah pintu, dan masih berharap james juga ada di sana, karena sebelum kecelakaan sofia melihat james dan ingin menghampirinya.


“Di mana james?” tanya sofia kepada kevin.


“Dia tidak ada disini!” jawab kevin.


“Tidak, aku melihatnya, dimana dia, jangan berbohong padaku?” tanya sofia masih tidak percaya.


“Aku sudah bilang, dia tidak datang disini ataupun di cina, itu hanya imajinasi mu saja, jadi lupakan saja dan makanlah!” ucap kevin.


Sofia masih bingung, karena dia yakin bahwa dirinya melihat james, tidak mungkin jika imajinasi.


“Aku tidak mungkin salah!” batin sofia sambil menggenggam kalungnya.


***


Di indonesia, james, jigs dan putri berkumpul di sebuah restoran, james tidak mengatakan soal kecelakaan sofia di cina, karena dia tidak ingin melihat orang-orang yang dekat dengan sofia menjadi panik.


“Apa ponsel sofia bisa di hubungi lewat ponselmu?” tanya putri kepada james.


“Tidak bisa!” jawab james datar.


“Sudahlah jangan khawatir, mungkin di sana sofia sedang bersenang-senang sampai mematikan ponselnya!!” ucap jigs menenangkan putri.


Putri menyenggol jigs, seketika jigs menoleh bingung, putri mengisyaratkan kepada jigs dengan matanya yang melirik-lirik ke arah james yang kini terdiam.


“Ow.. I understand (aku mengerti)!” gumam jigs tersenyum.


“James!!” panggil jigs membuat james melihat ke arahnya.


“Apa ada yang kau sembunyikan padaku? dan bagaimana hubunganmu dengan sofia?” tanya jigs.


“Aku dan sofia sudah berpacaran!” jawab datar james.


“What (apa)???” ucap keterkejutan bersamaan putri dan jigs.


“When and how (kapan dan bagaimana)?” tanya putri.


“Long enough (cukup lama)!” jawab james bukannya membuat dua orang itu senang, malah marah.


“Sofia didn't tell me either (sofia juga tidak memberi tahuku)!” sambung putri.


“We didn't have time to tell you, sorry (kami tidak sempat mengatakan nya kepada kalian, maaf)!” jelas james.


“Okay, we're sorry (baiklah, kami maafkan)! but in case you hide again, you will see (tapi jikalau kau menyembunyikan lagi, lihat saja nanti)!” ancam jigs.


Mereka mulai berbincang yang lain, tapi di setiap obrolan mereka, james masih terlihat seperti tidak bersemangat.


***


Selama di cina, sofia tidak berlibur melainkan hanya di rumah sakit saja sampai merasa bosan, hingga satu minggu sofia akan pulang ke indonesia bersama kevin.


“Dimana ponselku?” tanya sofia.


“Saat kecelakaan itu, ponselmu terjatuh dan terlindas mobil!” jawab kevin.


“Apa? baiklah tidak masalah, aku akan beli yang baru!” ucapnya tenang, tapi dia hanya takut kalau keluarganya atau putri menelfonnya.


“Apa aku boleh meminjam ponselmu?” tanya sofia kepada kevin.


Kevin meminjamkan ponselnya, sofia meraih ponsel kevin dan ingin menelfon putri, putri yang tidak punya nomer kevin menjadi tidak tahu dengan panggilan sofia, tapi karena penasaran dia mengangkatnya.


“Siapa?” tanya putri.


“Aku sofia, ponselku rusak!” jawab sofia.


“Pantas saja aku menelfonmu taoi tidak aktif! bagaimana liburanmu bersama kevin?” tanya putri penasaran.


“Menyenangkan!” jawab sofia.


Sofia memiliki pemikiran yang sama dengan james, untuk tidak mengatakan tentang kejadiannya di cina.


“Menyenangkan mana, di jerman atau cina?” goda putri.


“Jangan membuatku memilih! jika tidak aku matikan telfonnya!” ancam sofia.


Lalu putri mengingat tentang hubungannya dengan james yang belum di katakan oleh sofia padanya.


“Kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau kau sudah berpacarana dengan james ha.. ?” amarah putri.


“Kau tahu dari mana?” tanya sofia.


“James!” jawab putri, sofia terkejut.


“Kita akan cerita setelah aku pulang! dah.. !” sofia mengakhiri panggilannya dengan putri.


Lalu dia mengembalikan ponsel kevin dan mengucapkan terima kasih kepadanya, tapi dia masih tidak percaya.


“Apa benar aku hanya berimajinasi saja?” batin sofia yang penuh tanya.


Tidak lama kevin segera mengajak sofia berangkat menuju bandara, karena sebentar lagi pemberangkatan menunu indonesia.


***


Di rumah sofia, kakaknya merasakan hal yang aneh kepada sofia, tapi dia memilih diam dan tidak berbicara pada kedua orang tuanya, karena ternyata kakaknya juga menghubungi sofia tapi sama seperti putri, ponselnya tidak aktif.


DERTT.. DERTT..


“Ada apa put?” tanya kakak sofia yang mendapat telfon dari putri.


“Itu kak dinda, sofia menelfonku menggunakan ponsel lain, dia bilang ponselnya rusak, jadi jika kakak sempat menelfonnya jangan cemas karena ponsel sofia hanya rusak kok.. !” jelas putri.


“Iya, terima kasih putri!” ucap kak dinda.


“Iya sama-sama!” balas putri.


Putri sudah mengenalkan jigs kepada keluarganya terutama orang tuannya, tapi sofia masih belum mengatakan pada keluarganya tentang hubungan nya dengan james, di tambah james yang tahu tentang penyakit kevin, malah jadi rumit.


Saat james sudah kembali di indonesia, sesekali dia pernah main di rumah sofia tanoa di ketahui sofia, karena pada saat itu sofia masih tidak sadarkan diri, rasanya james sangat nyaman, ya.. meski dia harus menggunakan terjemahan saat berbicara dengan keluarga sofia.