![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Saat Kim Hyena sudah masuk ke dalam rumahnya, Jin Woo keluar dari persembunyiannya, seperti biasa Jin Woo meletakan surat itu ke bata dan mengikatnya dengan tali, tidak ingin membuang waktu Jin Woo melempar bata itu dengan sekuat tenaganya ke arah jendela Kim Hyena. Lagi-lagi jendela pecah karena lemparan bata. Kim Hyena terkejut, tapi kali ini dia langsung mengambil batu itu karena dia tahu kalau semua ini adalah perbuatan Yoon Shi-a. Kim Hyena dengan cepat membuka surat itu dengan sedikit gemetar.
Aku tidak akan membiarkanmu bahagia..aku
tahu bahwa saat ini kau ada hubungan dengan pria itu.., aku hanya memberi tahumu
jangan biarkan kekasihmu membantumu, jika tidak mau mati seperti yang kau lakukan kepada lee jae hoo,aku ucapakan selamat..
From
Yoon shi-a.
Kim Hyena syok dengan apa yang di tulis Yoon Shi-a, Bibi Lili yang baru saja mendengar pecahan jendela, segera menghampiri Kim Hyena.
“Kim leonard.” Gumam Kim Hyena merasa takut dengan ancaman Yoon Shi-a yang melibatkan nyawa Kim Leonard. Bibi Lili yang mendengar pecahan jendela lagi, dia segera turun kebawah dan memastikannya sendiri.
“Nona muda tidak apa-apa? Apa yang terjadi?” tanya Bibi Lili, tapi Kim Hyena tetap diam. Kim Hyena tidak mau memberi tahu siapa pun soal ancaman itu, dia meremas surat itu dan memilih membawa nya kekamar.
“Bibi besok panggil tukang jendela, untuk mengganti jendela yang rusak. Aku masuk dulu.” Kim Hyena langsung masuk ke dalam kamarnya.
Air mata mulai menetes membasahi pipinya,
semalaman Kim Hyena menangis hingga, tidak terasa bahwa dirinya tertidur pulas. Kim Hyena membuka tangannya yang sedang menggenggam surat dari Yoon Shi-a, sekali lagi dia melihat isi surat tersebut, air mata membasahi pipinya.
“Tidak... Aku tidak akan merelakan satu nyawa lagi, tidak.” Ucap Kim Hyena yang masih menangis. Kim Hyena melempar surat itu jauh-jauh dari hadapannya, seketika kepala Kim Hyena tertunduk sambil menangis meratapi hidupnya.
***
Esoknya, Kim Hyena duduk di sofa ruang tamu sambil memandangi seorang tukang yang tengah mengganti jendelanya, dia terus memandang jendelanya. Ingatannya kembali ke surat tadi malam yang dikirim oleh Yoon Shi-a. Bibi Lili yang sudah bercerita semua kepada Bibi Channa kini mereka hanya melihat Kim Hyena dan tidak tahu harus berbuat apa.
“Selamat pagi semuanya!!” sapa Kim Leonard yang datang tiba-tiba. Kim Leonard datang dengan senyuman dan sapaan, tapi mereka semua tidak membalas senyuman dari kim leonard.
“Ada apa Bibi?” tanya Kim Leonard kepada kedua Bibi itu.
“Tadi malam jendela pecah lagi, dan seperti biasa, ada sebuah surat juga, tapi Bibi tidak tahu isi surat itu!” jelas Bibi Lili.
“Coba kau tanya kepada Kim Hyena, dari tadi dia melamun!” pinta Bibi Channa, Kim Leonard mengangguk. Kim Leonard merasa ada yang aneh, dia pun segera menghampiri Kim Hyena yang tengah duduk sambil melamun. Kim Hyena yang tahu kedatangan Kim Leonard langsung sadar dan segera mengusirnya dengan tatapan yang masih setia melihat ke arah depan, tanpa melihat Kim Leonard.
“Pergilah.” Ucap Kim Hyena datar.
“Apa, apa maksudmu?” tanya Kim Leonard bingung dengan ucapan Kim Hyena.
“Sebelum kau mengusirku, katakan apa alasannya?” tanya Kim Leonard yang kini sedikit kesal melihat tingkah Kim Hyena.
“Aku bilang pergilah..” Sentak Kim Hyena yang kini menoleh ke hadapan Kim Leonard.
“Apa Yoon Shi-a mengancam mu lagi, apa kau takut dengan ancamannya?” tanya Kim Leonard.
“Aku sudah bilang jangan pernah takut dengan ancaman Yoon Shi-a” lanjut Kim Leonard meyakini Kim Hyena.
“Kau bilang aku tidak perlu takut. Aku takut kalau dia sampai membunuhmu, aku tidak mau jika sesuatu terjadi padamu karena aku! sudah cukup Bibi Yoona yang terbunuh, juga Lee Jae Hoo, aku tidak mau ada nyawa lagi di antara pertengkaran ku dan Yoon Shi-a!” sentak Kim Hyena yang mulai menangis. Kim Leonard duduk dan memegang kedua pipi Kim Hyena, lalu memeluknya, dia tidak tega melihat seorang wanita menangis apalagi wanita yang dia cintai.
“Dia tidak akan bisa menyentuhku apa lagi membunuhku, kau jangan khawatir aku tidak selemah dan sebodoh itu, berhentilah menangis..” Kim Hyena menatap wajah Kim Leonard, lalu membalas pelukannya.
“Aku percaya bahwa dia tidak akan bisa menyentuhmu, tapi... Aku masih takut jika seseorang yang dekat denganku akan di bunuh oleh temanku sendiri, aku tidak menginginkan semua itu.” Jelas Kim Hyena.
“Aku tahu, tidak ada yang tahu seperti apa takdir nanti menjemput kita. Tapi kita harus kuat dan menjalani semua itu!” ucap Kim Leonard. Bibi Lili dan Bibi Channa menghampiri mereka berdua.
“Iya Bibi juga akan membantumu, jadi jangan pernah takut lagi!” ucap Bibi Channa juga Bibi Lili. Kim Hyena tersenyum tipis tapi dihatinya masih ada yang mengganjal.
“Sudah kau jangan terlalu dibuat serius, itu hanya akan menyakiti hatimu saja!” ucap Kim Leonard. Kim Hyena menganguk pelan, kini mereka kembali tenang dan seperti biasa kembali mengobrol dan tertawa.
“Apa yang Yoon Shi-a tulis di dalam surat?” tanya Kim Leonard kepada Kim Hyena.
“Dia mengancamku, jika kau membantuku ... maka dia akan membunuhmu sama saat aku membunuh Lee Jae Hoo kekasihnya!!” jelas Kim Hyena. Kim Leonard tahu siapa Lee Jae Hoo, karena dia sudah di beri tahu oleh Bibi Channa.
“Tapi kau bukan pembunuhnya.” Ucap Kim Leonard.
“Tapi di mata Yoon Shi-a, aku membunuh Lee Jae Hoo.” Kim Hyena masih merasa bersalah atas kejadian itu. Kim Leonard menyuruh Kim Hyena untuk menatapnya dengan sangat lekat dan dalam.
“Tatap aku!” pinta Kim Leonard, Kim Hyena menatap mata Kim Leonard.
“Apa kau percaya padaku?” tanya Kim Leonard, Kim Hyena masih terdiam.
“Katakan apa kau percaya padaku Kim Hyena?” lanjutnya lagi.
“Iya, aku percaya!” jawab Kim Hyena.
“Maka tenanglah, dan tersenyumlah! Mungkin kedatanganku kemari untuk menjadi Malaikat penolongmu sudah di takdirkan oleh tuhan!” ucap Kim Leonard. Kim Hyena perlahan tersenyum untuk membuktikan bahwa dia percaya dengan semua yang di lakukan oleh Kim Leonard. Tapi Kim Hyena masih bingung dengan perasaan yang sangat aneh di hatinya. Ada ganjalan yang begitu sesak di dadanya. Seperti ada seseorang yang memukul tepat di bagian dada sehingga membuat Kim Hyena seperti terkena serangan jantung. Mata Kim Hyena seketika melihat ke arah Kim Leonard.