MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
LAMPION.


Kim hyena yang juga menangis, dia berjalan menghampiri kim leonard lalu dipeluknya sang suami tercinta. Yoon shi-a menghampiri kim hyena dan memeluknya juga. Pesta pernikahan masih berlanjut hingga pukul 10:00 malam tet. Semua tamu memberi selamat kepada yoon shi-a dan lee sang min, setelah itu mereka kembali pulang. Melihat rumah sudah sepi dan hanya ada orang terdekat saja, bibi channa juga sudah pulang. Seketika yoon shi-a memiliki ide untuk bersenang-senang.


“Bagaiman kalau malam ini kita bermain lampion?” ajak yoon shi-a dalam bahasa inggris. Ajakan yoon shi-a banyak yang setuju dan menyukai, karena terlihat menyenangkan bila bersama-sama. Sementara yoon shi-a ganti pakaian, james pamit untuk mengemasi pakaiannya juga peralatan kamera miliknya. Sementara sofia masih menunggu kevin yang pamit ke toilet lima detik yang lalu.


“Kau tidak pulang bersama dengan yang lainnya saja?” tanya kim leonard.


“No, aku sudah memesan tiket pesawat malam ini.” Jawab james tersenyum.


“Kalau begitu, kau tunda dulu.” Pinta kim hyena, disetujui jigs, putri.


“Tidak bisa, pekerjaanku juga masih banyak!”


Mereka semua tidak bisa menghentikan james jika sudah berurusan dengan pekerjaan. Sebelum pergi, james pergi ke lantai 2 belakang rumah yoon shi-a, dimana tempat itu dekat dengan pemandangan kota yang dihiasi oleh lampu-lampu. James diam memandang ke arah kota tersebut, seolah dia sedang menunggu seseorang. Tidak lama suara langkah kaki terdengar dari arah belakang. Kini sofia sudah berdiri tepat di belakang james.


“Apa kau sudah tahu soal penyakit kevin?” tanya james lalu menoleh ke belakang dimana sofia masih berdiri melihatnya.


“Iya! kau juga sudah tahu?”


“Hem.. dari awal, tapi aku sepertimu. Kevin tidak mau kau mengetahui tentang penyakitnya!”


“Cih, dasar pria keras kepala!” gumam sofia yang sedikit mulai menangis.


“Aku tahu, kau akan melakukan pengorbanan itu.” Ucap james.


“Kau juga?” james tersenyum tipis sambil menunduk dan mengangguk pelan. Kini mereka sama-sama tahu. Tidak ada yang menyadari bahwa dua orang tidak sengaja menguping, dua orang itu adalah jigs dan putri. Sofia dan james masih berdiam diri.


Sofia memberikan cincin yang pernah james berikan padanya. “Ambilah kembali! tapi biarkan aku menyimpan kalung ini.” Ucap sofia. James meraih cincin itu, tatapan datar di berikannya kepada sofia. Lalu james mengulurkan tangannya untuk berasalaman dengan sofia.


“Tetaplah menjadi temanku!” ucap james. Sofia meraih jabatan itu dengan mata berkaca-kaca dan anggukan kepala. James hendak pergi tapi suara sofia menghentikan langkahnya.


“Tetaplah di indonesia! sampai hari pernikahanku selesai!” ucap sofia seperti permintaan. James diam tidak ada jawaban, mungkin itu begitu sulit untuk james karena dia juga masih memiliki perasaan untuk sofia. James memilih berjalan pergi tanpa jawaban. Melihat james pergi, jigs dan putri bersembunyi, lalu mereka saling menatap seduh melihat kedua temannya berpisah.


Di bawah, yoon shi-a sudah menunggu para anak muda itu turun, lalu dia melihat james yang sudah berkemas dan mau pergi.


“You're sure to come back now (Kau yakin akan kembali sekarang)? at least come to play lanterns for a while (setidaknya ikutlah bermain lampion sebentar).” Ajak yoon shi-a memaksa. Meski begitu jawaban james masih sama, dia akan pergi sekarang.


“Kalau begitu aku pergi duluan! terima kasih sudah menyewa ku!” ucap james lalu bersalaman dengan para senior dan berjalan menuju bandara.


Setelah kepergian james, kim hyena, kim leonard dan yoon shi-a jadi sedih melihatnya. Untuk menghilangkan kesedihan itu, mereka memulai bermain lampion, semuanya sudah berkumpul, begitu juga kevin yang sudah keluar dari toilet.


“Sebelum kalian menerbangkannya, mari kita tulis keinginan kita masing-masing!” ucap kim hyena. Mereka setuju dan mulai menulis keinginannya masing-masing.


Aku ingin hidup bersama sofia, jika tidak untuk kehidupan ini, maka di kehidupan selanjutnya.



Kevin Xiang Men.



Aku ingin di saat aku membesarkan anakku, tidak ada masalah seperti masalalu ku, hanya ada kebahagiaan saja. Juga biarkan sofia hidup bersama orang yang dia cintai.


Kim Hyena.


Aku ingin selalu menjadi malaikat penolong untuk kim hyena dan anakku nanti. Dan aku juga ingin melihat james dan sofia menyatu.



Kim Leonard.



Yoon Shi-a.


Sama seperti apa yang di tulis yoon shi-a



Lee Sang Min.



Aku ingin menikah dengan pria seperti jigs,


atau kalau boleh jigs saja juga tidak apa-apa. O,iya biarkan temanku sofia menikah dengan orang yang dia cintai.


Putri Anggraini.


Keluarga yang harmonis, dan menikah dengan orang yang aku cintai, putri. Juga, aku ingin melihat temanku bersama wanita yang dia cintai.



Jigs Patinson.



Aku ingin semua yang mereka tulis, menjadi kenyataan.


Sofia.


***


Semuanya sudah menulis permintaan, dan bersamaan mereka menerbangkan lampion tersebut, hingga ke langit-langit. Saat lampion sudah menjauh, lampion kevin terbakar hingga menjadi debu di langit-langit, sedangkan milik sofia mendarat di hadapan james yang sudah berada di depan bandara. James menangkap lampion itu dan melihat adanya tulisan. Senyuman terlukis di wajahnya, seketika menghilang dan menerbangkannya lagi ke langit malam.


***


Esoknya sofia, kevin, jigs dan putri juga pamit kembali ke indonesia dan kim hyena, kim leonard ingin tinggal satu hari lagi di rumah yoon shi-a. Mereka mulai berpamitan dan melepas rindu.


“Tetap semangat menghadapinya!” bisik kim hyena yang berpeluk kan dengan sofia. Sofia memperlihatkan senyumannya saat mereka sudah melepas pelukannya.


“Jika kau menikah, mungkin aku tidak bisa ke indonesia, karena bayiku akan keluar! maaf ya, tapi setelah dia lahir dan tumbuh besar, aku akan datang menemuimu!” ucap kim hyena.


“Tidak apa! terima kasih!” balas sofia tersenyum.


Mereka berpisah, lalu pergi ke bandara. Selama perjalanan pulang ke indonesia, sofia tidak mendengar kevin bicara, dia hanya bicara saat sofia mengajaknya bicara saja. Karena merasa bosan di abaikan kevin, akhirnya sofia teringat dengan pernikahan kakaknya yang sudah lewat.


“Halo! kakak bagaimana pernikahanmu?” tanya sofia lewat ponsel.


“Baik-baik saja! bagaiman disana?”


“Disini juga baik-baik saja!”


Dua beradik kakak itu asik mengobrol hingga tidak menyadari bahwa obrolan mereka itu selama tiga jam. Kevin yang diam tapi mendengar obrolan sofia selama itu, menjadi capek sendiri mendengarnya. Sofia mengakhiri panggilannya dengan kakaknya dan memasuk kan ponselnya ke dalam tas kecil.


“Kau tidak capek dengan obrolan mu selama tiga jam?” tanya kevin sambil menunjukan jam di ponselnya.


“Tidak! lagipula akhir-akhir ini kau banyak sekali diam mu, ada apa katakan padaku?”


“Tidak ada, diam saja dan jangan berisik.”


“Haish... kau ini masih sama seperti dulu.” gumam sofia pelan, seperti sindiran, tapi kevin tetap mengabaikannya dan hanya mendengus saja. Hingga perjalanan ke indonesia sudah sampai, sofia dan yang lain masih tertidur, karena pesawat mendarat saat sudah tengah malam sekali. Sampai suara pramugari membangunkan mereka yang masih tertidur pulas.