MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
KETENANGAN.


Kim Leonard menghapus air mata Kim Hyena yang masih sedikit keluar, dan menatapnya dengan senyuman.


“Kau jangan lemah, tidak usah khawatir, aku akan mencari semua bukti tentang kejahatan nya!” Kim Leonard tersenyum dan memeluk Kim Hyena di depan Bibi Channa dan Bibi Lili. Kedua bibi itu terkejut dan tertawa kecil melihat dua sejoli itu berpelukan.


“Lepaskan aku Bibi Channa dan Bibi Lili melihat kita.” Ucap Kim Hyena pelan kepada Kim Leonard yang masih memeluknya.


“Kenapa?” tanya Kim Leonard pura-pura lugu.


“Mereka tidak tahu kalau kita pacaran, dan aku malu!!” pipinya mulai memerah. Kim Leonard tersenyum dan melepaskan pelukannya.


“Seperti itu, kau harus tetap tersenyum! Ingat kata-kata ku, tetaplah tersenyum kau terlihat cantik!” goda Kim Leonard, semakin membuat Kim Hyena tersenyum malu mendengarnya. Bibi Channa dan Bibi Lili berpaling pura-pura tidak tahu.


“Aku mau ke suatu tempat, apa kau mau ikut denganku?” tanya Kim Hyena.


“Aku akan selalu ikut denganmu!” jawab Kim Leonard. Kim Leonard mengangguk setuju untuk ikut bersama Kim Hyena, awalnya Kim Leonard tidak tahu tempat yang di maksudnya. “Tidak selalu!” kata Kim Hyena. “Tidak selalu!” balas Kim Leonard. Mereka pamit kepada bibi-bibi itu, untuk pergi sebentar, dan pergi menuju tempat yang dimaksud oleh Kim Hyena.


***


Tapi saat mereka tiba ternyata Kim Hyena membawanya di tempat pertama kali mereka bertemu.


“Kau suka tempat ini?” tanya Kim Leonard menoleh kearah Kim Hyena yang tengah menghirup udara segar.


“Iya.. Bisa di katakan ini adalah tempat yang bisa membuatku tenang!” jawab Kim Hyena.


“Aku menemukan tempat ini saat pertama kali menjadi penari terkenal, dan sampai sekarang pun jika aku mengalami masalah aku selalu datang ke sini.” Lanjutnya tersenyum.


“Kau sendiri bagaimana kau tahu tempat ini?”


tanya Kim Hyena.


“Entahlah, aku hanya kebetulan saja menemukan tempat ini, lalu tidak lama aku bertemu denganmu..”Jawabnya.


“Mungkin seperti kataku, ini takdir bertemu denganmu dan menjadi malaikat pelindungmu!!” lanjut Kim Leonard.


“Terserah.” Balas Kim Hyena kembali tersenyum.


“Kau tidak kembali ke Jerman?” tanya Kim Hyena.


“Aku akan kembali setelah tugasku disini sudah selesai!” jawab Kim Leonard.


“Jika kita tidak bisa mendapatkan bukti dan kau ada urusan mendadak di Jerman. Maka lupakan semuanya dan kembalilah ke Jerman!” ucap Kim Hyena. Kim Leonard terkejut.


“Kenapa, apa kau masih ragu?” tanya Kim Leonard.


“Tidak, aku juga akan melupakan semua ini, dan menerima semuanya!” jelas Kim Hyena. Kim Hyena menoleh kearah Kim Leonard yang ternyata sudah melihatnya lebih dulu.


“Ini keputusan terakhirku, aku tidak ingin merubahnya, jadi aku mohon turutilah!” ucap Kim Hyena. Kim Leonard tidak bisa apa-apa setelah mendengar ucapan itu dari Kim Hyena. “Baiklah!!” jawab Kim Leonard. Lama berbincang dan menikmati kesejukan udara di sana mereka memutuskan untuk kembali. Suasana Kim Hyena juga sudah kembali tenang seperti biasa, karena hari belum terlalu malam mereka memutuskan untuk kembali ke rumah Kim Hyena.


“Kalian sudah pulang, dari mana saja?” tanya Bibi Channa tersenyum.


“Dari tempat biasanya.” Jawab Kim Hyena, membuat Bibi Channa mengerti.


“Kalau bibi boleh tahu, kurang berapa hari lagi konsermu?” tanya Bibi Channa.


“Kalau begitu kalian mengobrol saja, aku mau latihan.” Lanjutnya tersenyum dan pergi. Bibi Channa kembali menatap Kim Leonard sambil menggodanya.


“Hey! Apa kalian ada hubungan, akhir-akhir ini kalian sedikit dekat, sepertinya ada yang kalian tutupi?” goda Bibi Channa sedangkan Bibi Lili hanya tersenyum.


“Aniyo... (tidak... ).” Wajah Kim Leonard mulai gugup, akhirnya dia beralasan ingin melihat Kim Hyena latihan menari.


“Bibi aku ingin berkeliling rumah ini dulu!!” elak Kim Leonard berusaha menghindar.


“Tidak biasa dia berkeliling rumah ini!” gumam Bibi Channa. Bukannya berkeliling, ternyata Kim Leonard menuju ke ruang latihan Kim Hyena, dimana di sana ada Kim Hyena yang sedang latihan menari. Saat sampai di depan pintu, Kim Hyena sadar bahwa dirinya tengah di lihat oleh Kim Leonard, segera Kim Hyena berhenti dan menghampirinya.


“Ada apa?” tanya Kim Hyena.


“Tidak ada! Kau cantik saat menari!!” puji Kim Leonard membuat pipi Kim Hyena merona.


“Sudahlah! Kau selalu saja memujiku!” ucap Kim Hyena. Kim Leonard yang melihat wajah Kim Hyena mulai malu dan langsung mencium bibir Kim Hyena. Kim Hyena terbawa suasana di dalam ciuman Kim Leonard hingga tidak sadar akan sekitarnya. Saat asik berciuman suara mengagetkan mereka berdua.


“Ehemm...” Suara Bibi Channa dan juga ada Bibi Lili di sampingnya. Bersamaan Kim Hyena dan Kim Leonard membulatkan matanya dan segera melepaskan ciuman mereka. Kini wajah mereka menjadi merah karena malu, juga saling berpaling satu sama lain, kedua Bibi itu hanya bisa tersenyum.


“Kau bilang ingin berkeliling?” tanya Bibi Channa menahan tawa.


“Emm... Itu, tadi.. Aku tidak sengaja kesini!” jawab Kim Leonard gugup.


“Mmm... Sekarang Bibi tahu, bahwa kalian kini sudah berpacarankan!” goda Bibi Channa. Tidak ada pilihan lain Kim Hyena dan Kim Leonard mengangguk bersamaan dengan kepala masih tertunduk malu. Kim Hyena memberanikan dirinya, dia merangkul lengan kiri Kim Leonard sambil tersenyum.


“Kami sudah resmi pacaran Bibi! Dan maaf kalau kami tidak memberi tahu soal ini kepada kalian!” ucap Kim Hyena. Kim Hyena yang berusaha memberanikan diri untuk berkata jujur, sedangkan Kim Leonard masih malu dengan semua ini, apalagi dia ketahuan berciuman dengan Kim Hyena.


“Tidak masalah lanjutkan saja!!” Bibi Channa mengajak Bibi Lili pergi meninggalkan pasangan itu berduaan.


“Tidak, aku akan pulang saja, masih banyak urusan.”Ucap Kim Leonard gugup.


“Tidak apa lanjutkan, Bibi akan pergi dari sini!” ucap Bibi Channa. Setelah Bibi Channa mengajak Bibi Lili pergi dari situ, Kim Hyena dan Kim Leonard saling menatap satu sama lain. Kim Leonard menghembuskan nafasnya, seolah-olah dia sedang menahan nafas dari tadi.


“Hey... Ada apa denganmu?” tanya Kim Hyena, tidak menyangka bahwa Kim Leonard lebih gugup darinya.


“Tidak, aku tidak apa, aku seorang pria!” ucapnya yang berdiri tegak.


“Aku tahu kau pria, siapa yang bilang kau wanita!” balas Kim Hyena tertawa kecut.


“Kenapa kau bilang tiba-tiba kepada kedua Bibi itu?” tanya Kim Leonard.


“Kenapa, memang benarkan!” jawab Kim Hyena.


“Haishh. Rasanya jadi malu saat bertemu dengan mereka nanti!” ucap Kim Leonard menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


“Santai saja!” ucap Kim Hyena tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.


“Kalau begitu aku pulang dulu.” Pamit Kim Leonard, Kim Hyena tersenyum.


“Hati-hati di jalan!!” jawab Kim Hyena tersenyum. Mata Kim Hyena melirik ke kanan dan kiri berharap tidak ada yang menguping, setelah mengucapkan itu kepada Kim Leonard.