![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
“Wanita? Memang wanita itu sekuat apa, sampai kau kalah dengannya?” ejek kakaknya masih tertawa lepas.
“Itu hanya keberuntungannya!” elak Kevin.
“Apa kalian dekat!” tanya kakaknya.
“Tentu saja tidak, wanita itu sangat menyebalkan!” jawab Kevin masih kesal. Kakak Naina berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kamar kevin.
“Bisa saja kau nanti menyukainya!” ucap kakak Naina yang sudah keluar kamar, Kevin masih terdiam dengan ucapan kakaknya yang tidak masuk akal baginya. “Haishh... Dasar wanita itu, kau ingin macam-macam denganku!” gumamnya.
***
Saat Sofia mau membaringkan tubuhnya di atas ranjang, pak Rangga menelponnya.
“Bapak tahukan ini sudah malam.” Ucap Sofia kesal.
“Berani sekali kau mengatakan itu! Dengarkan aku, kau mendapat panggilan dari CEO besok!” jelas pak Rangga.
“Baiklah, aku tutup dulu!!” balas Sofia yang awalnya tidak sadar, Sofia mematikan ponselnya dan kembali tidur, perlahan matanya tertutup, hingga dia terkejut membuka matanya kembali dan terduduk seketika.
“CEO! Kevin! Cafe! Pukulan!” ucap Sofia mulai gugup.
“Ahhhh!!!” teriak histeri Sofia seraya mengacak-acak rambutnya.
“Tidak masalah! Aku tidak salah, jadi tenang saja!” ucapnya kembali tenang dan kembali berbaring.
“Aaaa.... ” Suara jeritan Sofia lagi, masih tidak bisa tidur tenang. Hingga keesokan paginya, Sofia bersiap berangkat ke perusahaan dan segera menemui Kevin di ruangannya.
“Masuk!” belum mengetuk pintu, ternyata Kevin sudah tahu kalau Sofia sudah datang. Sofia masuk dengan perlahan dan berdiri di hadapan Kevin yang masih duduk di kursinya.
“Duduk!” pinta Kevin, Sofia duduk di sofa dan masih terdiam dengan pergelangan tangan yang di perban. Kevin menghampiri Sofia yang masih duduk di sana, lalu dia melihat pergelangan tangan Sofia yang di perban.
“Kenapa tanganmu?” tanya Kevin, Sofia terseringai.
“Dia tidak memberitahumu! Ini semua ulahnya!” ketus Sofia.
“Siapa?” tanya Kevin masih tidak tahu.
“Wanita mu! Siapa lagi.” Jawab Sofia. Kevin masih terdiam tidak bicara apa-apa, dia hanya memandangi Sofia cukup lama dan itu membuat Sofia risih dengan tatapannya.
“Kenapa kau memanggilku? Novelmu belum jadi!” kata Sofia membuka pembicaraan.
“cih.. Kau lupa dengan perbuatanmu padaku?” jawab Kevin.
“Perbuatan apa? Sepertinya aku lupa? Maka dari itu aku akan pergi dulu!!” Sofia berusaha mengelak dari Kevin, dia segera pergi dari ruangan itu, sedangkan Kevin masih terdiam dengan senyuman tipis.
“Excuse me!” ucap Sofia sopan, lalu buru-buru keluar pintu.
***
Di perjalanan Sofia melihat seorang pencuri yang sedang berlari membawa tas mahal wanita, dengan segera Sofia sengaja menjulurkan kakinya sehingga membuat pencuri itu terjatuh. Pemilik tas menghampirinya dan mengambil kembali tasnya.
“Haisshh ... Dasar kau ini!” ucap pemilik tas itu yang hampir saja memukul pencuri itu dengan tasnya, seketika pencuri itu berdiri dan lari menjauh.
“Terima kasih!” ucap wanita itu, Sofia melihat wanita yang sangat berkarisma, cantik dan elegan.
“Tidak masalah!” jawab Sofia tersenyum.
“Perkenalkan namaku Naina!” ternyata itu adalah kakaknya Kevin, Sofia meraih jabatan tangan Naina sambil tersenyum.
“Sofia!” balas Sofia.
“Ooo.. Bagaiman kalau nanti malam kau ikut makan malam di rumah kami!” ajak kakak Naina ramah. Sebagai tanda berterima kasih.
“Tidak perlu, terima kasih!” jawab Sofia menolak.
“Aku memaksa!” paksa Naina kepada Sofia, Sofia tidak bisa menolaknya, akhirnya dia menerima ajakan itu dengan sangat senang hati.
***
Kediaman Xiamen.
“Maaf nona, apa anda sudah ada janji?” tanya pengawal.
“Iya, kakak Naina yang mengundangku makan malam.” Jawab Sofia, seketika kakak Naina melihat sofia, lalu menyuruhnya masuk kedalam bersama dengannya. Di dalam rumah Sofia melihat orang terpandang, juga ada Laura si menyebalkan bersama orang tuannya di sana, saat Sofia diperkenalkan oleh kakak Naina, tatapan Laura sangat sinis melihatnya, tapi itu tidak masalah bagi Sofia.
Dengan kegugupan Sofia duduk di meja makan bersama orang-orang kaya dan itu sangatlah canggung.
“Kau kerja dimana?” tanya ibunya Naina kepada Sofia.
“Em... Saya bekerja di perusahaan novel!” jawab Sofia.
“Itu berarti, kau karyawan ku!” ucap ayahnya Naina, Sofia terkejut dengan maksud karyawan.
“Karyawan! Itu artinya!!” gumam Sofia pelan berharap bukan. Kevin masuk dan duduk bersama yang lain.
“Maaf aku terlam... ” Matanya tertuju kearah Sofia, sedangkan Sofia tersenyum menyapanya. Kini mereka saling menatap, Sofia menatap dengan senyuman paksa, sedangkan Kevin menatapnya dengan penuh tanya dan kesal. Kakak Naina yang melihat mereka berdua merasa ada yang aneh, kaki kakak Naina menendang kaki Kevin dan membuatnya menoleh ke arahnya. Kakak Naina hanya tersenyum seperti ejekan dan godaan kepada Kevin juga Sofia.
“Beraninya dia datang kemari, tapi itu akan membuatku mudah membalasnya!l.” Batin Kevin tersenyum.
“Dia pikir bisa membalas ku, lihat saja aku tidak takut meski berada di kandang singa.” Batin Sofia. Saat makan malam di mulai, ayah Kevin menanyai Sofia disela-sela makan malam mereka.
“Kau kerja sebagai apa?” tanya ayahnya. Sofia tidak bisa bilang kalau dia seorang penulis terkenal, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, supaya dia merahasiakan identitasnya. Saat mau menjawab seorang pelayan menjatuhkan sebuah novel, seketika semuanya melihat ke arahnya.
“Berhati-hatilah, itu novel kesukaanku!” pinta ibunya Kevin, Sofia terkejut dengan novel yang jatuh tadi, ternyata itu novel miliknya yang bercerita tentang penari Kim Hyena, senyuman kecil terukir, seketika hilang saat ayah Kevin melanjutkan pertanyaannya tadi.
“Saya kerja sebagai..., OB pak!” jawab Sofia, semua yang di sana menjadi menatap Sofia dengan wajah yang menakutkan.
“OB, bukankah dia penulis terkenal? kenapa dia berbohong?” batin Kevin yang tahu kalau Sofia itu seorang penulis terkenal, bahkan ibunya suka dengan novel-novel miliknya.
“Aku pikir kau seorang sekertaris di perusahaan novel, tapi nyatanya hanya seorang OB kelas bawah!!” ejek Laura, seketika ayah dan ibunya Kevin menatap tidak suka kearah laura. Sementara Sofia berusaha tenang menerimanya.
“Bagaimana bisa kelas bawah ikut makan malam di lamaran anak kita? Entah apa yang dipikirkan orang lain nanti! Lihat pakaiannya, sangat tidak bagus.” Ucap ibunya Laura sama sombongnya dengan anaknya.
“Memangnya kenapa jika kelas bawah, Bibi tidak perlu menghinanya seperti itu, meski begitu dia juga memiliki kehormatan sama seperti kita!! Jika Bibi tidak suka, maka pergilah dari rumah ini! Dan soal lamaran.. Aku menolaknya!” balas Kevin seolah membela Sofia.
“Kenapa Kevin, kau bilang kau mencintaiku?” tanya Laura.
“Aku tidak suka memiliki keluarga yang tidak bisa menghormati seseorang!” jawab Kevin yang masih sibuk dengan makanannya.
“Apa itu karena kami menghina wanita ja**ng itu, bukankah perkataan kami memang benar!” Laura berusaha mendapatkan kembali hati Kevin.
“Dia bukan wanita ja**ng, namanya Sofia! Jika kuberi tahu dia adalah seorang penulis terkenal, pasti kalian akan mengenalnya!” sentak Kevin.
Sofia menutup matanya, karena Kevin membuka identitasnya, dia senang karena mendapat belaan darinya, tapi juga kesal karena dia membuka identitas Sofia.
“Apa penulis?” ucap semua orang yang ada di meja makan. Kevin tersenyum tipis seolah-olah dia sengaja mengatakannya.
“Aku hanya membalasnya sedikit saja tidak masalah!!” batin Kevin tersenyum tipis.
...................
TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MEMBACA MEMORY [INGATAN] 🙏💞
JANGAN LUPA.
• LIKE👍
• COMENT💬
• VOTE❤️
• RATE ⭐ LIMA
• DAN MASUKKAN KE FAVORIT KALIAN😘
LAIN KALI, SAYA AKAN BUAT CERITA YANG LEBIH BAGUS LAGI, JANGAN LUPA MAMPIR,
MESKI BUTUH PERJUANGAN MENUNGGU SETIAP EPISODENYA😁😁😁
SEKALI LAGI TERIMA KASIH🙏❤️❤️🤗🤗