MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
PRIA PERTAMA.


Saat Sofia dan Putri asik berjalan menelusuri mall, tiba-tiba seorang wanita menabrak Sofia hingga minuman yang di bawa oleh Sofia tumpah di baju mereka berdua.


“Maaf... Maafkan aku!” ucap Sofia yang tidak bersalah.


“Apa kau tidak punya mata, kau tidak bisa melihat! Lihat apa yang kau lakukan dengan baju mahalku!” ucap wanita itu mengomeli Sofia. Jelas-jelas wanita itu yang terburu-buru sampai tidak melihat bahwa di depannya ada orang lain.


“Sekali lagi aku minta maaf!” ucap Sofia masih merenda.


“Maaf mu tidak bisa mengembalikan bajuku yang mahal ini!” ucap wanita itu dengan sangat sombong.


“Aku sudah minta maaf 'kan, seharusnya kau yang harus minta maaf padaku! Jelas-jelas kau sendiri yang menutup mata sambil berjalan!” jawab Sofia mulai marah. Putri takut jika Sofia sampai marah, karena dia kenal bentul sahabat tomboy nya itu.


“Apa katamu?” tanya wanita itu yang maju satu langkah dengan alis satu terangkat.


“Ya.. Kau yang buta, karena tidak melihatku sedang berjalan, juga kau bilang apa, maafku tidak bisa mengganti baju mahal mu itu?” ucap Sofia. Seketika Sofia mengambil uang di dompetnya, uang yang begitu sangat banyak, uang itu dari hasil gaji pertamanya, lalu memberikannya kepada wanita itu.


“Ambil ini, buat beli baju barumu itu!” ucap Sofia.


“Hah, aku tidak mau menerima uang dari wanita sepertimu!” jawab wanita itu ketus menolak uang Sofia, Sofia terseringai.


“Kalau begitu, ya sudah, uangku menjadi utuh!” ketus Sofia memasukan kembali uangnya, wanita itu terseringai melihatnya. Sofia berjalan pergi, baginya itu tidak penting, dia menghiraukan ocehan wanita itu, meski Sofia berjalan pergi dia masih saja mengoceh tidak terima. Sungguh wanita aneh.


“Wah... Kau hebat sekali! Dasar wanita ular!” ucap putri memuji Sofia dan mengejek wanita tadi.


“Wanita seperti itu harus di beri pelajaran!” jawab Sofia tersenyum. Putri dan Sofia memilih duduk di luar mall, banyak sekali orang yang suka duduk disana, mungkin karena segar udaranya.


“Ceritakan padaku, bagaiman kisah asli Kim Hyena?” tanya Putri yang masih penasaran, karena dulu Kim Hyena itu adalah idolanya.


“Ternyata ada kesalahpahaman antara Kim Hyena dan Yoon Shi-a sahabatnya.” Sofia panjang lebar menjelaskan semuanya kepada Putri hingga menghabiskan banyak waktu, detik dan menit mereka di mall. Betah sekali para wanita di mall.


“Begitu ceritanya!” ucap terakhir Sofia, Putri mengangguk pelan kepalanya.


“Lalu, apakah Kim Hyena sudah bersama lagi dengan Kim Leonard?” tanya Putri.


“Iya, mereka baru saja menikah!” jawab Sofia. Seorang pelayan datang memberikan pesanan yang sudah mereka pesan, Sofia memesan es krim, sedangkan Putri memesan minuman.


“Aku jadi ingin bertemu dengan mereka.” Ucap Putri.


“Bagaimana kalau kapan-kapan kau ikut aku ke Jerman, untuk menemui Kim Hyena!” tawar Sofia, Putri sangat senang dengan tawaran itu.


“Benarkah, kapan?” tanya Putri tidak sabaran.


“Setelah pekerjaanku selesai, tidak lama kok!” jawab Sofia. Mereka membuat lelucon Hingga Putri memukul pelan kepala Sofia sambil berkata dalam bahasa Korea.


“Babo (bodoh)!” ucap Putri tertawa, Sofia tidak tahu dengan ucapannya.


“Apa itu babo?” tanya Sofia.


“Itu bahasa Korea yang artinya bodoh hahaha... !!” jawab Putri.


“Kau menanyaiku bodoh!” ucap Sofia, tangan Sofia yang memegang es krim hendak melumurinya di wajah Putri, tapi es krim itu malah mengenai orang yang tengah berjalan. Seketika Putri terkejut begitu juga Sofia yang perlahan menoleh ke arah orang tersebut, dia berdiri sambil menunduk minta maaf.


“Dasar wanita payah, disini bukan tempat kanak-kanak, jadi bersikaplah seperti orang dewasa!” jawab kesal pria itu.


“Tapi aku sudah minta maaf!” balas Sofia yang kini melihat wajahnya.


“Wajah yang begitu sempurna, tampan sekali dia!” batin Sofia melamun melihat wajah pria itu.


“Bajuku jadi kotor karena es krim mu itu, dan aku tidak bisa masuk kedalam dengan pakaian seperti ini, kau wanita sederhana tidak akan bisa menggantinya dengan uang.” Ucap pria itu.


“Hah, aku memang wanita sederhana, tapi aku masih punya uang! Dan kau jika kau kaya kenapa tidak masuk kedalam dan membeli baju disana, lalu pakailah dan buang bajumu itu!” Sofia menjadi murka dengan ucapan pria itu.


“Lagi pula aku sudah minta maaf, jika kau tidak mau memaafkanku itu salahmu sendiri!” lanjutnya.


“Dengar, kau akan menyesal dengan ucapanmu itu!” ancam pria itu. Untuk apa dia menyesal, ia bahkan tidak mengenalnya.


Sofia tidak peduli, saat Sofia berbalik, uang recehnya jatuh, akhirnya Sofia terduduk dan mengambil koin itu. Pria itu merasa kesal sampai tidak melihat bahwa depannya ada orang, dia berjalan dan tersandung tubuh Sofia sehingga terjatuh di tanah, orang yang melihat jadi ikut tertawa begitu juga dua temannya yang ada di belakannya tadi.


“Aw.. Kau tidak bisa melihat ya.” Sentak Sofia merasa sakit karena tubuhnya terkenal sandung. Pria itu segera berdiri, menatap Sofia dengan penuh amarah, dia jadi menahan rasa malunya karena wanita hadapannya itu.


“Kau—” Belum sempat bicara, Sofia sudah memotongnya.


“Apa, kau sendiri yang tidak melihatku, kau selalu melihat atas, sampai jalan saja tersandung!” ejek Sofia.


“Jangan macam-macam denganku dasar wanita payah, kau belum mengenalku, maka tutup mulutmu! Kau pikir dengan cara murahan mu itu, aku bisa terpesona olehmu!” ucap pria itu.


“Aku memang tidak tahu namamu, aku juga tidak tertarik dengan pria sepertimu, tapi jika aku lihat ... Wajahmu sangat babo!” ucap Sofia, Putri yang tahu artinya dia menahan tawa. Sedangkan pria itu dan kedua temannya tidak tahu artinya, pria itu melirik Putri yang sedang menahan tawanya, seolah artinya sangat menghinanya.


“Apa maksudmu?” tanya pria itu kepada Sofia.


“Em ... Maksudku kau terlihat tampan! Kau tidak tahu kata babo itu untuk pujian buat seseorang, misalnya cantik dan tampan!!” jelas Sofia. Pria itu masih menatap Sofia dengan aneh dan tajam, lalu dia memilih pergi dari pada berdebat dengan wanita aneh yang menurutnya.


“Dasar!” gumamnya pergi. Saat pria itu sudah pergi, Sofia dan Putri tertawa lepas.


“Dia tidak tahu apa arti babo haha... !” ucap Sofia.


“Jika dia tahu, bagaimana ekspresinya?” ucap Putri.


“O,iya.. Aku lupa membeli sesuatu, ayo masuk kedalam!” ajak Putri, Sofia setuju. Saat di dalam Putri dan Sofia menuju ke toko makanan kesukaan mereka dulu, setelah selesai membeli dan hendak mau pergi dari mall, Sofia memberhentikan langkahnya dan Putri, dia melihat pria tadi yang berdebat dengannya.


“Sayang kenapa kau lama, aku menunggumu dari tadi?” tanya wanitanya yang ternyata wanita sombong yang berdebat dengan Sofia tadi, juga pria itu adalah pria yang menolongnya saat di toko boneka tadi.


“Aku minta maaf, jangan marah!” jawab pria itu, lalu dia mengingat ucapan Sofia. Entah pemikiran darimana itu?


“Jika kau marah, kau terlihat babo!” puji pria itu, dia percaya bahwa babo adalah cantik. Sofia dan Putri yang menguping dan bersembunyi, sedang menahan tawanya.


“Apa? Kau bilang aku bodoh?” ucap wanita itu tambah kesal.


“Bu, bukan maksudku cantik, itu kata pujian!” jawab pria itu percaya diri.


“Cantik! Itu bahasa Korea yang artinya bodoh! Dasar kau ini!” wanita itu berjalan pergi karena kesal dengan pria itu.