MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
NYAMAN 2.


James melajukan mobilnya dan segera menuju apartemennya. Sesampainya di sana, mereka berdua menaiki lift menuju lantai atas dengan pakaian yang masih basah dan air berserah kan di lantai yang mereka lewati. Ting... Lift terbuka, menandakan bahwa mereka sudah sampai tujuan, kini mereka sudah ada di depan pintu apartemen james, james memasukan kuncinya dan memutarnya, perlahan pintu terbuka.


“Ayo masuk.” Ajak James kepada Sofia, Sofia melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam.


“Maaf berantakan disini!” ucap James tidak enak dengan rumahnya yang begitu berantakan, biasa anak laki. James melepas jaketnya lalu menggantungnya, begitu juga dengan Sofia yang melepas mantel miliknya.


“it's okay (tidak masalah)!” balas Sofia tersenyum, james menyuruh Sofia duduk di kursi meja makan, lalu membuatkannya teh hangat untuk mereka berdua. Sedangkan Sofia melihat sekeliling isi ruangan itu, meski kecil tapi terlihat sangat nyaman, tanpa sengaja mata Sofia menangkap sebuah buku novel, perlahan Sofia berdiri dan melihatnya.


“Apa aku boleh melihat novel mu?” tanya Sofia meminta ijin, James yang tadinya sibuk membuat teh, kini menoleh dan tersenyum.


“Lihat saja!” jawab James melanjutkan membuat teh. Sofia tersenyum meraih buku novel tersebut, seketika dia terkejut melihat judulnya, sepertinya dia sangat mengenal buku tersebut.


“Bukankah ini novelku yang berkisah penari kim hyena!” batin Sofia tidak percaya. James yang selesai membuat teh dan meletakan nya di meja makan, lalu menghampiri Sofia yang masih ternganga melihat novelnya sampai ke Jerman.


“Aku suka dengan cerita itu, banyak sekali yang bisa diambil di novel itu!” ucap James, seketika Sofia tersadar.


“Benarkah!” balas Sofia perlahan, James mengangguk. James kembali duduk di meja makan dan meminum teh yang tadi ia buat.


“Minumlah teh hangat ini!” pinta James, Sofia meletakan bukunya kembali dan berjalan menuju meja makan lalu duduk.


“Hem.. Enak dan hangat!!” gumam Sofia menikmatinya, lagi-lagi james di buatnya tersenyum.


“Em.. Kau suka sekali dengan novel itu?” tanya Sofia.


“Iya, hanya novel itu saja! Yang lain aku tidak tertarik, penulisnya menutupi identitasnya!” jawab james. Setelah minum, Sofia meletakan gelas yang berisi teh tersebut lalu mulai menggosok-gosok kedua telapak tangannya sambil meniupnya supaya hangat.


“Kau tidak kedinginan?” tanya Sofia yang melihat James seperti tidak merasa dingin di cuaca seperti itu.


“Tidak! Mungkin kami para pria memiliki kehangatan di tubuhnya!” jawab James.


James berdiri dan berpindah duduk, yang awalnya duduk di depan Sofia, kini menjadi di samping Sofia, lalu meraih kedua tangan Sofia yang menyatu dan meniupnya untuk memberikan kehangatan. Pipi merah kembali datang lagi, Sofia tidak bisa bergerak, seperti tubuhnya sangat menikmati kehangatan dari nafas James.


“Hari apa ini? Tadi aku dibuat gugup oleh Kevin, dan sekarang James juga membuatku gugup.” Batin Sofia mencoba menghilangkan perasaan canggung nya. Lama sekali James meniup dan menggosok tangan Sofia.


“Aku sudah merasa hangat, terima kasih!” ucap Sofia melepas tangannya dari dekapan tangan besar James..James mengerti dan kembali di tempat duduk semulanya, Sofia mengirim pesan kepada putri agar tidak khawatir memikirkannya nanti.


[Putri, aku ada di apartemen James karena hujan turun begitu deras dengan tiba-tiba saat aku menuju perjalanan pulang.] Pesan yang ditulis Sofia.


[Baiklah, lanjutkan saja!] jawab Putri yang tidak jelas maksudnya.


Sofia melihat jam di ponselnya, hari sudah sangat larut sekali, dan hujan masih belum redah. Lama menunggu hujan redah hingga larut malam, akhirnya hujan redah juga, meski mantel Sofia masih belum kering, sementara james sudah bersiap mengantar Sofia. Mobil melaju dengan kecepatan maksimal, dengan di temani oleh angin yang deras, udara segar, dan awan hitam yang menyelimuti sekitar.


(Aku tidak tahu apa yang aku rasakan, tapi aku tahh, kalau saat jni akj merasakan kenyamanan.)


***


Sesampainya di rumah Kim Leonard, James lagi-lagi menggendong belakang Sofia, karena masih belum menemukan toko sepatu di malam hari, dia mengantarnya sampai di depan pintu. TOK TOK TOK. Ketuk James, seketika pintu terbuka, dan itu ternyata Kim Hyena dan Kim Leonard yang masih belum tidur.


“Wah.. very romantic.. (romantis sekali..)!” goda Kim Hyena tersenyum juga Kim Leonard. Karena sudah berada di lantai, James menurunkan Sofia.


“Iya dia benar.” Sambung Sofia.


“Iya, kami percaya!” jawab Kim Hyena tersenyum.


“Aku pergi dulu.” Pamit James kepada ketiga orang itu.


“Kau tidak mau masuk dulu?” tanya Kim Leonard.


“Tidak terima kasih! lagi pun hari sudah sangat larut!” jawab James menolak.


“Baiklah, kapan-kapan saja datang kemari!” ucap Kim Leonard, James mengangguk.


“Baiklah, kami masuk dulu!” pamit Kim Hyena masuk kedalam bersama suaminya itu. Sementara kedua pasangan suami istri itu masuk kedalam, Sofia dan James masih saling menatap, hingga tersadar memalingkan wajahnya masing-masing.


“Terima kasih lagi!” ucap Sofia.


“Sama-sama!” balas James.


“Memang aku membantumu apa?” tanya Sofia.


“Karena sudah menemani hari-hariku selama ini!” jawab james. Dag. dig. dug. Hati Sofia sangat terkejut mendengarnya dari james, senyuman terukir di wajah mereka berdua.


“Aku pegi dulu!” kata James perlahan pergi.


“Hati-hati.” Balas Sofia melambaikan tangannya sambil senyuman lebar, dia tersadar melihat lambaian tangannya lalu berhenti dan masuk kedalam. Di dalam Sofia masih melihat keberadaan kim hyena dan Kim Leonard yang masih duduk di ruang keluarga.


“Ada yang berbunga-bunga!” goda Kim Hyena lagi.


“Aku masuk dulu!” ucap Sofia memilih masuk kedalam, dari pada nanti mereka melihat pipi nya. Di dalam kamar Sofia melihat tangannya lalu teringat dengan James saat mencoba memberi kehangatan untuknya, malam itu Sofia senyum-senyum sendiri.


***


Tidak terasa tiga minggu sudah lewat, Sofia yang sudah menghabiskan banyak waktu dengan James membuatnya semakin dekat dengan James, begitu juga Putri dan Jigs yang ternyata sudah berkencan. Kevin menghampiri kakaknya yang berada di dalam kamarnya sedang menggunakan masker wajah juga timun di kedua matanya.


“Sekarang sudah berapa minggu?” tanya Kevin datar.


“Sudah tiga minggu! Memang kenapa?” kata kakak Naina.


“Tidak ada!” jawab Kevin berjalan keluar.


“Satu minggu lagi dia akan datang!” gumam Kevin tersenyum lebar. Yang dia maksud adalah Sofia, wanita yang di tunggunya selama ini, meski awal pertemuan mereka tidak baik dan saling bertengkar, tapi saat ini Kevin ingin memulai baru dengan Sofia.


***


Sementara Sofia yang berada di kamarnya, kini sibuk menulis novel Kevin, dia menulis kisahnya dan Kevin, sambil menulis dengan senyumannya.