![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Setelah lama merasakan liontin kalung yang ia rasakan, kini sofia teringat dengan cincin yang ia masukkan ke dalam tas waktu itu. Sofia meraih tas yang berisi cincin tersebut, setelah berusaha mencarinya di dalam tas, akhirnya dia menemukannya. Sofia memandangi cincin itu lekat-lekat sambil memutar-mutar cincin itu, hingga matanya tertuju dengan tulisan yang ada di dalam lingkaran cincin. “Ich liebe dich Sofia ❤️” tulisan dengan gambar hati. James membelinya khusus untuk sofia. Selama ini sofia tidak menyadari akan tulisan yang tersembunyi di dalam lingkaran cincin itu, senyuman terlukis di bibir sofia, dia tersenyum lebar untuk menutupi air mata yang turun dari matanya. Sofia memilih menyimpan cincin itu, karena suatu hari nanti dia akan mengembalikannya kepada pemilik sebelumnya.
“Sofia.... !” panggil ibunya yang begitu keras, memudarkan senyuman sofia saat asik memandangi tulisan yang ada cincin tadi. Mendengar panggilan dari sang ibu, sofia segera turun, lalu dia melihat adanya kevin yang sudah menunggunya di ruang tamu. Sofia tersenyum dan menghampiri calon tunangannya.
“Kenapa kau datang kemari?” tanya sofia yang kini hanya ada mereka berdua saja di ruang tamu, karena yang lain masih sibuk dengan urusan sendiri-sendiri.
“Tidak ada, aku hanya ingin bertemu dengan mu saja!” tersenyum.
“Tidak ada kerjaan sekali dirimu!”
“Kenapa ucapanmu masih sama seperti dulu? wanita payah.”
“Apa, kalau begitu aku tidak mau bertemu denganmu.” cemberut.
“Baiklah maafkan aku! jangan marah, kau pasti senang setelah aku mengatakan sesuatu!”
“Apa?”
“Aku mengundang james untuk datang ke pertunangan kita!”
Seketika sofia terdiam, apa yang akan dia lakukan saat melihat james di hari pertunangan nya dengan pria lain. Kurang dua hari lagi sofia akan bertunangan, sengaja cepat karena permintaan keluarga kevin.
“Kau senang?” tanya kevin tersenyum.
“Iya.”
Keluarga sofia dan kevin masih sibuk dengan pertunangan anak mereka, karena dua hari lagi akan segera di mulai. Besoknya kevin mengajak sofia memilih cincin tunangan di toko perhiasan yang mahal dan ternama. Selama memilih, sofia selalu menjawab bahwa dirinya suka semua yang di pilih kevin.
***
Kini kim hyena dan kim leonard masih berada dalam pesawat, lagi-lagi kim hyena lupa mengatakan soal pertunangan sofia pada kim leonard.
“Aku lupa mengatakan padamu.”
“Apa?” tersenyum.
“Sofia akan bertunangan!”
“o,iya, dari mana kau tahu?”
“Kemarin, saat aku telfon dengan sofia, dia mengatakannya sendiri padaku!”
Pemikiran yang sama saat ini sedang di pikirkan kim hyena dan kim leonard.
“Aku tidak sangka kalau sofia benar-benar akan menikah dengan james!” ucap kim hyena tersenyum lebar, karena dua temannya sedang dalam perjalanan pernikahan mereka. “Aku juga!” balas kim leonard yang menggunakan bahasa korea saat bicara dengan kim hyena.
***
Saat tengah asik duduk di salah satu restoran yang ada di pinggir jalan, james, jigs dan putri melihat sofia dan kevin yang berjalan ke arah yang berlawanan dengan keberadaan mereka bertiga. James masih memandangi dua sejoli itu lewat jendela besar yang ada di restoran tersebut. Sedangkan putri dan jigs saling menatap saat melihat james terus memandangi kevin dan sofia yang terlihat bahagia dengan senyuman di wajah mereka berdua.
“Are you coming to the event tomorrow (apa besok kau akan datang ke acara itu)?” tanya jigs.
“Aren't you sad to see their togetherness later (apa kau tidak sedih melihat kebersamaan mereka nanti)?” tanya putri.
“Tentu saja tidak, karena itu juga keputusanku!” jawab james yang sudah berhenti melihat ke arah sofia dan kevin. Jigs dan putri hanya bisa diam dan menerima keputusan temannya masing-masing.
***
Hingga hari pertunangan di mulai, pertunangan itu di rayakan di sebuah gedung besar yang sudah di pesan oleh keluarga kevin, mereka sengaja membuka acara dengan besar-besaran. Para tamu juga sudah datang, putri dan jigs juga datang. Kedatangan james di acara itu membuat keluarga sofia terkejut. Meski begitu, james masih menghampiri mereka dan mulai mengeluarkan terjemahan.
“Bibi, paman, dan kak dinda. Aku minta maaf karena sudah mengecewakan kalian.” Ucapan maaf dari james yang menggunakan bahasa inggris lewat terjemahan. Di sana juga ada putri dan jigs tengah berdiri di samping dinda.
“Tidak perlu minta maaf, kami sudah mengerti! mungkin kalian tidak di takdirkan bersama! jadi tidak perlu merasa bersalah!” balas ayah sofia tersenyum.
“Iya, jangan canggung bila bertemu kami!” sambung dinda tersenyum. James melihat ke arah ibunya sofia, seketika ibunya juga tersenyum tipis.
Tidak lama kevin keluar dengan mengenakan jas dan pakaian serba putih, terlihat sangat tampan sekali, dia menghampiri keluarganya setelah itu menghampiri james dan juga yang lain. Hingga sofia sudah selesai berdandan, sofia mengenakan dres berwarna putih juga dengan rambut yang di ruas dengan sangat rapi dan bagus, sehingga membuatnya terlihat cantik. James dan kevin sama-sama memandang nya dengan tatapan terpesona melihat sofia kali pertama memakai riasan seperti wanita pada umumnya. Saat masuk ke dalam tamu-tamu yang ada, mata sofia tertuju dengan keberadaan james, sofia masih terus memandanginya, dia tidak menyangka kalau james akan datang. Kevin mengulurkan tangannya di hadapan sofia yang masih terdiam melihat james.
Lalu sofia meraih tangan kevin, dan perlahan kevin mengajak sofia ke depan sambil bergandeng tangan, meski begitu sofia masih melihat ke arah james terus. Sementara james juga diam memandang sofia.
“Sekarang masukan cincinnya di jari manis wanitanya lebih dulu!” Arahan seseorang.
Kevin siap memasukan cincin itu di jari sofia, perlahan sofia mengulurkan tangannya sambil melihat cincin baru yang masuk di jari manisnya. Cincin sudah masuk, kini giliran sofia yang memasukan cincin itu di jari kevin. Suara tepukan tangan seketika saat cincin sudah masuk di jari pengantin masing-masing. Sofia tersenyum tipis melihat ke wajah kevin, begitu juga kevin yang tersenyum. Setelah itu mata sofia tertuju ke james lagi dengan senyuman yang hilang. kevin memeluk sofia yang tengah memandang ke pria lain. James juga melihat sofia, senyuman tipis terukir di wajah james. Awalnya sofia tidak membalas pelukan kevin, saat melihat senyuman james, perlahan tangannya melingkar di tubuh kevin, sambil menaruh kepalanya di bahu kevin.
Sofia memejamkan matanya karena tidak bisa menahan kesedihannya sehingga mengeluarkan air mata dengan posisi yang masih berpelukan. James juga sama dengan sofia, air mata menetes membasahi pipinya, meski begitu, james masih terdiam melihat ke arah sofia yang juga menangis memejamkan matanya di pelukan kevin.
(Demi kamu, aku hidup dengan mulut terkunci, tapi di dalam hatiku, cahaya cinta terus menyala.)
.................
TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MEMBACA MEMORY [INGATAN] 🙏💞
JANGAN LUPA.
• LIKE👍
• COMENT💬
• VOTE❤️
• RATE ⭐ LIMA
• DAN MASUKKAN KE FAVORIT KALIAN😘
LAIN KALI, SAYA AKAN BUAT CERITA YANG LEBIH BAGUS LAGI, JANGAN LUPA MAMPIR,
MESKI BUTUH PERJUANGAN MENUNGGU SETIAP EPISODENYA😁😁😁
SEKALI LAGI TERIMA KASIH🙏❤️❤️🤗🤗