![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
05:30 AM.
Pagi-pagi sekali, Sofia bangun terlebih dahulu, karena James akan mengajaknya ke suatu tempat yang lumayan jauh jarak nya, namun dijamin wisata Sofia akan tidak terlupakan. Bahkan terlihat jelas, suasana dipagi hari yang begitu sejuk dengan awan hitam bercampur biru laut.
“Aku pergi dulu.” Pamit sofia kepada semuanya yang ternyata sudah bangun juga. Terutama kepada Putri, karena dia kurang dua jam lagi baru pergi bersama Jigs.
“Selamat pagi!” sapa Sofia tersenyum kepada James yang sudah menunggu lebih awal di depan rumah Kim Leonard.
“Selamat pagi! Masuklah!” balas James tersenyum, Sofia masuk ke dalam mobil dan James mulai melajukan mobilnya.
“Hari ini udaranya sangat dingin!” ucap Sofia.
“Benar, karena sebentar lagi akan turun salju!” jawab James, Sofia tersenyum lebar, orang mana yang tidak suka dengan hujan salju.
“Benarkah, aku suka sekali dengan salju! Kau ingat saat kali pertama aku di Sungai Spree, saat itu aku melihat seorang pria sedang memotret ku!” ucap Sofia seraya melirik.
“Maaf, aku tidak sengaja melihatmu!” jawab James.
“It's okay!” balas Sofia tersenyum juga dibalas senyuman James.
“Kita mau kemana?” lanjutnya lagi, hari ini Sofia banyak bicara sekali.
“Romantic Rhine!” jawab James.
“Wah.. Banyak sekali tempat romantis di Jerman! Beri tahu aku apa itu Romantic Rhine?” tanya Sofia.
“objek wisata di tepian sungai yang aliran airnya melewati perkebunan anggur! Kau pasti suka!” jawab James.
“Aku rasa, aku suka semuanya!” ucap Sofia tersenyum.
***
Beberapa hampir 6 jam kemudian, mereka sudah sampai di tujuannya. Langit pun sudah terang. Saat masuk kedalam, Sofia lagi-lagi dibuatnya kagum dengan pemandangan indah di depan matanya.
“Aku tidak pernah melihat pemandangan indah seperti ini.” Gumam Sofia.
James mengajak Sofia melewati kebun anggur sebelum menuju sungai, Sofia sangat menikmatinya. Kebun anggur ini tertutup dan di bagian atasnya banyak puing-puing reruntuhan dari peninggalan kota sejarah di masa lampau.
“Kau tahu cerita dibalik sungai ini?” tanya Sofia.
“Sungai ini sejak dahulunya sudah memegang peranan penting, Sungai dikenal digunakan sebagai jalur perdagangan!” jawab James. Sofia dan James menelusuri hingga ke sungai yang panjang itu. Sesampainya di sana, Sofia menghirup udara yang begitu segar dan dingin.
“Apa aku boleh meminjam kamera mu?” tanya Sofia, James tersenyum dan memberikan kameranya kepada Sofia. Sofia meraih kamera tersebut dan mencoba memotret pemandangan indah sungai yang ada di depannya, tapi lagi-lagi gambarnya jelek.
“Biar aku tunjukan.” Ucap James, meraih tangan Sofia yang sedang memegang kameranya.
“Kau tekan ini, dan seperti ini... !” ucap James, pipi Sofia memerah karena tangannya yang saat ini di sentuh oleh James.
(“Hangat.. Dan kuat!”) Batin sofia.
“Cobalah!” kata James menyadarkan Sofia yang tengah melamun merasakan sentuhannya.
“Aku bisa.. Lihat fotoku jadi bagus!!” ujar Sofia senang, James hanya melihatnya dengan wajah yang senang. Lalu mata Sofia melihat ke arah atas, dia melihat seperti kastil besar.
“Apa itu, Kastil? Cantik sekali?” tanya Sofia sambil menunjuk kearah tersebut.
“Itu gereja bernuansa gothic yang nampak mencolok dan menjadikannya daya tarik tersendiri! Dan di atas sungai juga berdiri sebuah kastil menjulang yang berasal dari abad pertengahan!” jelas James.
“Kastil? Wah pasti sangat indah, bukankah itu seperti istana Disney?” tanya Sofia, James mengangguk.
“Lihat di tepi sungai juga ada seperti kota kecil, indah sekali!” ucap Sofia tak bisa menahan matanya.
“Benar, jika malam hari lebih indah, banyak sekali wisatawan yang akan datang saat malam hari!” jawab James.
“Benarkah! Kenapa kita tidak malam hari saja kemari?” tanya Sofia.
“Karena kita tidak akan bisa menikmatinya dengan tenang, karena akan ada banyak orang yang datang kesini! Lagi pun nanti malam aku akan mengajakmu ke suatu tempat!” jawab James.
“Nanti malam! Tempat indah! Baiklah!” balas Sofia tersenyum. Saat asik duduk di tepi sungai, gerombolan para laki-laki yang juga berkunjung di sana, sedang asik menatap Sofia yang tengah memotret pemandangan di sana. Para pria itu sedang berbisik sambil melihat ke arah Sofia dengan tatapan menarik dan penasaran, James yang menyadarinya, dia mendekat kearah Sofia, dan berdiri di depan Sofia untuk menutupinya dari para pria itu.
“Kenapa kau menghalangiku?” tanya Sofia cemberut.
“Ada pria yang melihat ke arahmu, di luar negeri banyak sekali laki-laki yang mata keranjang! Jadi hati-hatilah.” Jawab James, Sofia melirik ke arah pria itu.
“Mereka mendekat!” ucap Sofia yang melihat para pria itu berjalan menghampirinya.
“Apa?” balas James menoleh ke belakang dan melihatnya, benar saja mereka mendekat. Saat sudah mulai dekat, salah satu pria itu mengatakan dengan menggunakan bahasa Jerman yang Sofia tidak tahu.
“Sie sind ein treuer Partner, bis zu dem Punkt, dass Ihr Mann nicht zulässt, dass andere Männer seine Frauen anstarren (kalian pasangan yang setia, sampai-sampai pria mu tidak membiarkan pria lain menatap wanitanya).” Ucap pria asing itu tersenyum.
Sofia tidak tahu dengan ucapannya, tapi james tahu dia hanya diam dengan senyuman kecil, lalu teman pria itu meraih kamera yang di bawa Sofia.
“Wir wissen, dass Sie gemeinsam ein Foto machen möchten. Wir helfen Ihnen dabei, Ihr Foto zu machen (kami tahu kalian ingin berfoto bersama, kami akan membantu kalian)!” ucap pria itu menyuruh James berdekatan dengan Sofia, sedangkan Sofia hanya menurut dengan wajah bingungnya.
“Tidak, terima kasih!” jawab James menolak.
“Tidak apa kami akan membantu!” paksa pria itu. Dengan terpaksa salah satu teman pria asing itu menipu Sofia dengan bahasa Inggris.
“Snake.. (ular..)!” teriak pria itu di samping Sofia, seketika Sofia terkejut dan melompat kecil.
“Snake.. !!” ucap balik Sofia memeluk lengan kanan James sambil menutup matanya karena dia pikir ada ular, dengan cepat mereka memotretnya. Kebetulan sekali, Sofia memeluk lengan james sedangkan tangan kiri James memegang lengan kanan Sofia.
“Wah.. Die Ergebnisse sind sehr gut, nicht wahr? (lihat hasilnya sangat bagus bukan)?” ucap pria itu memberikan kameranya kepada James, dan menyadarkan Sofia yang tengah memeluk lengan James dengan sangat erat.
“Sorry (maaf).” Ucap Sofia gugup. James meraih kameranya, sedangkan pria empat itu tersenyum.
“Mögest du immer zusammen sein (semoga kalian selalu bersama)! Wir gehen zuerst (kami pergi dulu)!!” ucap para pria itu yang masih berbicara dengan bahasa Jerman, perlahan mereka menepuk bahu James dan berjalan pergi dengan canda tawanya lagi. Saat mereka sudah pergi, James melihat hasil fotonya tadi, senyuman kecil mengembang di bibirnya, Sofia yang penasaran dengan fotonya, dia merai kamera itu dan melihatnya. Sofia melihat foto nya bersama James, senyuman terukir juga sama seperti sang pria.
“Ngomong-ngomong, mereka bilang apa tadi, aku ingin tahu?” tanya Sofia kepada James. Sedangkan James bingung, apa dia menceritakan apa yang tadi empat pria itu bilang kepadanya.